Menantu Terkeren

Menantu Terkeren
berubah drastis


__ADS_3

"Clara nggak akan pergi ke Company Entertaimen untuk bernegosiasi lagi, Oma cari orang lain saja" ucap Edi ketus.


"kamu...... kamu.... apa maksudmu? apa hakmu atur- atur hidup Clara?" marah nenek sambil menunjuk ke arah Edi.


"aku suaminya." jawab Edi tegas dan bernada dingin.


tubuh Clara seketika bergidik samar, semua orang tertegun mendengar ucapan Edu, tatapan mata Edi tampak berbeda hari ini, benar- benar tidak di sangka, pria yang selama ini hanya hidup sebagai parasit di keluarga Yu bisa berkata seperti itu?!


"suaminya?" nenek menyingir dan berkata, "baik coba kamu tanya Clara apa fua ngaku kalau kamu itu suaminya? kalau dia ngaku maka silakan tinggalkan tempat ini!"


semua pandangan tertuju pada Clara , tidak ada keraguan bahea ini adalah pertanyan pilihan ganda bagi Clara, dia harus memilih antara nenek atau suaminya, Clara mengepal erat tangannya, dia tidak bisa berkata apa pun, seolah ada sesuatu yang tersumbat di tenggorokannya


"plak!" tanpa aba- aba, tamparan Julia pun nelayang ke wajah Edi, tamparan yang mendadak itu membuat tubuh Edi tidak seimbang dan hampir terjatuh, pipi Edi memerah.


"benar kata Oma. siapa sih kamu? kamu hanya seekor anjing di keluarga Yu yang nggak punya kebebasan, kamu bilang kamu suami Clara? coba aky tanya delain selembar akte nika, apa lagi yang kamu punya? selama tiga tahun, apa kamu perna pegang tangan dia? nggak kan?! jangan banyak omong di sini keluar sekarang juga!" hujat julia.


hahahah! orang- orang di sekitar menahan tawa mereka gembira melihat adegan seperti ini.


Edi yang dulu pasti sudah meminta maaf, tapi Edi yang sekarang tampaknya sudah berbeda. mata Edi menatap ke Julia dengan tajam, sedut mulut nya sedikit melengkung ke atas dan tatapannya boleh di bilang sangat menakutkan.


pandangan Clara tertuju pada Edi, dia tidak menyangka, Edi bisa berubag drastis, pria itu tampak seperti bukan pria yang dia kenal selama tiga tahun ini dia seperti orang asing.

__ADS_1


Edi tersenyum ke arag Julia dan berkata "aku telah menikahi putrimu selama tiga tahun dan aku selalu menjaganya dengan baik, kapan aku perna mengeluh? aku nggak masalah kalau kalian lupa sama kebaikanku."


tangan Edi mengepal erat dan lanjut berkara sengan suara lantabg, "mungkin gara- gara aku, Clara dan kamy bisa di pandang renda oleh orang lain, anggap tamparan tadi adalah sebuah balasan, sekarang kita nggak saling utang lahi kan? kamu ingin aku pergi? baik aku pergi sekarang!"


Edi menyelesaikan kata- katanya dan berdiri meninggalkan tempat ini. dan tidak ada yang mencoba menghentikannya, para tamu tentu terkejut, tidak ada yang menyangka Edi bisa berkata seperti itu.


di saat Edi gendak berjalan keluar dari pintu depan, Heru berteriak dari belakang, "seenakmu saja pergi sekarang? hutangmu tadi masih belum kamu lunasi! kamu boleh pergi tapi tunggu kamu terkapar dulu!"


pada saat bersamaan, datang beberapa mobil van hitam dan berhenti di depan pintu villa, pintu mobil terbuka dan tampak lebih dari dua puluh lelaki kekar turun dari mobil sambil memegang tongkat basebal dan tongkat besi.


"kak Yuli!" Heru berteriak memanggil dan berjalan menghampiri pria yang berdiri di paling depan.


pria itu mengangguk dan sebuah parang di tangan nya "siapa yang mengganggumu?" tanyanya.


Edi melihat kebelakang dan tersenyum.


Yuli Santoso?


Heru mencari bantuan pada Yuli ketua keamanan di bar Blosom Spring dan putra angkat dari Dendi Adinata.


Sialan, jaringan kenalan Heru Yu begitu luas sehingga seorang Yuli Santoso pun dapat di undang nya.

__ADS_1


harus tahu bahwa itu asalah Yuli santoso. meskipun Clara tidak mengenalnya tapi dia sering mendengar nama pira itu dari temannya.


dengar- dengar di kota D ini, Yuli yang masih mudah dan pemberani sangat terkenal dengan kekejamannya gawatnya lagi Yuli ada Dendi sebagai pendukungnya, siapa itu Dendi? Dendi adalah pemilik Blosom Spring, bar terkenal di kota D.


Yuli terlihat sedang memegangi sebuah parabg dengan Ekpresi galak, sempat dia menangkap Edi, meski tidak di bunuh mati, mungkin saja Edi bakal di pukul cacat.


"cepat pergi, Edi!" Clara benar- benar cemas, dia berdiri dan hendak menarik Edi, tapi malah di gentikan oleh orang- orang di sekelilingnya.


sebenarnya Clara tifak mengerti apa yang di pikirkannya sekarang, Clara memang memandang rendah Edi, tapu ketika melihat Edi akan di pukul hatinya benar- benar sengsara.


akan tetapi orang- orang di sekitar sama sekali tidak berpikir demikian, mereka malah berharap Edi bisa di pukul cacat.


terutama Tedy pria itu menarik Clara dan berkata, "Clara ngapain peduliin pria nggak berguna itu! biarin saja dia, dua sendiri yang nggak tahu diri dan menantang Heru! dia pantas di pukuli!"


di waktu yang sama Yuli mengangkat Pisay parangnya dan berjalan mendekati pintu depan villa.


bersambung.....


**********


maaf ya gua up nya 1 chapter perhari soalenya lagi sibuk di dunia nyata. nanti kalo udah ada waktu senggang insyaallah bakal up sehari 2-3 chapter perhari.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


soalnya kerjaan gua banyak makan waktu, terutama tuh si Mobile Legend hehehe tanggung soalnya kurang dikit udah ke mityk🀣🀣🀣


__ADS_2