Menantu Terkeren

Menantu Terkeren
kontrak yang dibatalkan


__ADS_3

Namun produk kosmetik ini belum tentu bisa di dapatkan meskipun memiliki uang.


Jika kamu tidak memiliki koneksi yang luas, kamu terpaksa melihat produk kosmetick yang kamu idamkan itu dibawah pergi oleh wanita lain.


"kak Clara sebentar lagi kan mau valentine kalo kamu bisa dapet satu set Crow Of Estee, pasti kamu akan bahagia sekali" ujar Jenna kepada Clara.


"kamu tuh berkayal saja." ujar Clara seraya tertawa.


Saat ini Crow Of Estee sudah dipasarkan dan terbatas 520 set saja di dunia, jadi sudah di perkirakan kalau kosmetick mahal itu pasti sudah terjual habis, yang bisa mendapatkannya pasti berasal dari keluarga kalangan atas, keluarga menengah seperti keluarga Yu pasti sama sekali tidak bisa membelinya.


"sudah, sudah" Clara masih tergelak "kamu temani aku yuk, beli pakaian, Oma sebentar lagi ulang tahun, jadi aku harus menyiapkan pakaian yang bagus."


Jenna mengangguk antusias sambil mengaitkan lengannya pada lengan Clara. Mereka berdua lalu berjalan pergi memasuki sebuah toko pakaian.


****


Keesokan harinya di Company Entertaimen.


Edi duduk di kantor Presdir dan bangkit dari sofa yang semula di dudukinya.


Semalam setelah selesai minum- minum, hari sudah terlalu larut, jam sudah menunjukkan pukul 2 malam, dan dia sangat malas untuk pulang kerumah, jadi Edi memutuskan untuk pergi ke kantor dan tidur di sana.


Tiba- tiba ponsel Edi bergetar, begitu membukanya, dia langsung mendapati pesan dari mertuanya.


"Edi, sekarang kamu sudah berani tidak pulang kerumah yah? Kalau kamu sudah tidak mau tinggal dirumah, jangan pernah kembali lagi selamanya."


Kurang dari lima menit setelah pesan dari Julia masuk, Clara juga mengirimkan pesan ke ponsel Edi.


"lusa Oma ulang tahun kamu cari lah, hadia untuk nya jangan buat aku malu."

__ADS_1


Setelah membaca dua pesan itu, Edi langsung menaruh ponselnya di atas meja, lalu tiba- tiba terdengar suara ketokan dari pintu dihadapan Edi.


Tak sampai 3 detik kemudian, seorang wanita cantik dengan balutan pakaian formal berjalan masuk ke arah Edi, dia adalah Hanny sekretaris Edi.


"pak Edi, begitu kita menanda tangani kontrak dengan keluarga Yu mereka langsung mengirimi utusan mereka" ujar Hanny "keluarga Yu bilang, mereka mau melakukan make over untuk Clara dari perusahaan kita sekarang Heru Yu menunggu kita di luar pak"


"katakan padanya untuk cepat pergi dari sini" Edi melambaikan tangannya di udara lalu melanjutkan "beri tahu keluarga Yu, kalau kontraknya di batalkan"


"baik, pak"


Hanny mengangguk Hormat pada Edi sebelum kembali keluar dari ruangan itu.


Di luar pintu Heru sedang menunggu dengan cemas, ini jelas merupakan kerja sama, awalnya akan didiskusikan bersama Clara, tapi sekarang neneknya malah memberikan tanggung jawab ini kepada Heru, Nenek tua itu bahkan menyuruhnya untuk datang sendiri ke Company Entertaimen untuk mendiskusikan kerja sama ini.


Katanya, Dewi Andini yang baru saja menanda tangani kontrak ini sangatlah cantik dan seksi, Heru pikir kalau dia berhasil membuat Company Entertaimen setuju kalau keluarga Yu melakukan make over untuk Andini, maka ini pasti akan menghasilkan banyak uang untuk keluarga Yu, keluarga Yu akan menjadi keluarga kelas atas saat itu tiba.


"Pak Heru" ujar Hanny yang yang sedang berjalan ke arah Heru.


"Hanny apa yang di katakan Presdir? Kapan keluarga Yu bisa melakukan make over pada Andini."


"maaf Pak Heru..." Hanny menyungingkan senyum formal "presdir menyuru anda pergi sekarang juga, dan juga dia membatalkan kontrak kerja sama yang kita tanda tangani sebelumnya."


"Apa?" Heru seketika berteriak tak percaya, Tetapi dia sama sekali tidak berani marah.


Tentu saja, Heru sekarang berada di Company Entertamen, dia sama sekali tidak mampu berbuat apa- apa.


Dengan susah paya Heru menyunggingkan senyum di wajah nya, yang justru terlihat jauh lebih menyeramkan dari pada menangis "kenapa?"


Hanny berkata dengan lembut "presdir bilang bahwa, sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati, ibu Clara Yu yang seharus nya datang, perusahaan kami harus bertemu dulu dengan beliau, baru bisa melanjutkan kerja sama dengan kalian, jadi nantinya ibu Clara perlu datang untuk membicarakan kerja sama ini, dan tidak bisa digantikan oleh orang lain."

__ADS_1


Begitu suara Hanny yang begitu halus iti selesai berbicara, beberapa penjaga keaman langsung membawa Heru pergi dari sana.


Sementara itu di villa kelaurga Yu.


Seorang Nenek tua duduk di sebuah kursi sambil menyesap teh nya perlahan, kemudian mengelus dadanya pelan- pelan.


"kamu, kamu, bilang apa....?" ujar nenek tua itu sambil menatap Heru dengan tatapan tidak percaya.


"Oma, Company Entertaimen bilang mereka tidak mau lagi kerja sama dengan kita...." ujar Heru dengan air mata yang meleleh di wajah nya. "mereka mengusirku begitu saja..."


"Oma, Company Entertaimen tidak masuk akal" seorang wanita cantik dari keluarga Yu ikut menyahuti.


"iyah, Oma perusahaan ini jelas- jelas sudah setuju bekerja sama dengan kita, mereka juga sudah menanda tangani kontrak, tapi tiba- tiba saja mereka membatalkannya begitu saja. Bukanya ini adalah pelanggaran kontrak? Kita bisa menuntut mereka di pengadilan."


"benar Oma, di dalam kontak juga tertulis, siapa pun yang melanggar kontrak, maka harus membayar denda sebesar 40 miliar kita harus pergi menuntut mereka."


Beberapa anggota keluarga lainya juga ikut berbicara dengan penuh emosi.


Nenek tua itu hanya duduk diam tanpa ekspresi di wajah nya, tetapi di dalam hatinya dia merasa sangat kesal mendengar anak-anak muda di depannya saling sahut- menyahut.


Begiti kekesalannya sudah mencapai ubun- ubun, nenek tua itu langsung menepuk- nepuk meja dengan kesal.


"diam semuanya."


Seketika semua orang menutup mulut mereka masing- masing tak ada lagi yang berani berbicara.


"heh kalian anak- anak muda kalian tidak bisa melihat ya,!"


Nenek mengerutkan alisnya lalu kembali berkata "bahkan jika Company Entertaimen melanggar kontrak kalian berani menuntut mereka? Apa kalian tidak tahu kalau perusahaan itu ada di belakang keluarga Simon? Keluarga Simon mereka bisa membunuh kita dengan mudah! Mereka bisa saja membayar 40 miliar dengan mudah, tapi apakah kalian berani menuntut mereka?"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2