
Nenek mengerutkan alisnya lalu kembali berkata "bahkan jika Company Entertaimen melanggar kontrak kalian berani menuntut mereka? Apa kalian tidak tahu kalau perusahaan itu ada di belakang keluarga Simon? Keluarga Simon mereka bisa membunuh kita dengan mudah! Mereka bisa saja membayar 40 miliar dengan mudah, tapi apakah kalian berani menuntut mereka?"
semua orang di hadapan nenek tua itu hanya diam dan saling memandang satu sama lain.
ucapan nenek sama sekali tidak terbantahkan memang benar kalau bagi keluarga Simon, uang 40 miliar hanya seperti percikan air saja, tapi kalau keluarga Yu berani menuntut mereka, maka ini akan membentuk konflik antar dua keluarga, dan saat itu terjadi, maka hidup keluarga Yu akan berubah.
"Heru apa yang dikatakan mereka tadi?" tanya nenek tua itu,"mereka tidak mungkin memutuskan kontrak tanpa alasan begitu saja kan? apa kamu menyinggung mereka?"
"Oma, demi langit dan bumi aku benar- benar tidak menyinggung mereka" Heru cepat- cepat memberi klarifikasi pada neneknya."Oma mereka bilang, sebelumnya uang bicara tentang kerja sama ini adalah Clara, kalau mereka sudah bertemu dengan Clara baru mereka melanjutkan, semua proyek ini harus di datangi langsung oleh Clara, tidak bisa di ganti orang lain."
"ini...."
belasan orang yang berada di hadapan nenek semuanya adalah tulang punggung keluarga Yu, ketika itu, mereka semua terkejut dan hanya bisa memandang satu sama lain tanpa bisa berkata apa- apa.
kalau bertemu dengan Clara, bari mau bekerja sama dengan keluarga Yu.
mana bisa Clara melakukannya!? dia hanya generasi ketiga dari keluarga Yu dan bahkan perusahaan yang di jalankannya adalah perusahaan yang palung tidak menguntungkan jika dibandingka dengan perusahaan lain yang juga dijalankan keluarga Yu sebenarnya, apa kelebihan Clara yang membuat Company Entertaimen hanya mengenalnya?!
dibandara kota D
Clara dan Julia turun dari mobil sambil melirik jam di tangannya.
"bu, ayah sudah turun dari pesawat' kan? tanya Clara pada ibunya.
setengah tahun yang lalu, ayah Clara Supali Yu, keluar negri untuk memulai bisnis bisa di katakan bahwah bisnis itu berjalan lumayan baik, dlm setengah tahun ini dia sering mengirimi Julia vidio kehidupannya di luar negri seperti mengendarai mobil mewah atau memasuki gedung perkantoran kelas atas.
sekarang, mumpung berteparan dengan ulang tahun nenek Supalu Yu bilang mau pulang dan memberi kejutan untuk nenek.
__ADS_1
"seharusnya 10 menit lahi sudah sampai," Ujar julia, mereka berdua lallu berjalan menyusuri ruang tunggu antar jemput bandara.
kemana pun Clara dan Julia berhalan, hampir100% Orang- orang yang di lewati mereka langsung menolehkan kepalanya, mereka berdua memang benar- benar menarik perhatian.
saat ini, Julia menggenakan rok mini ketat dan stoking yang membalut kakinya, sedikit pun dia tidak tampak seperti ibu Clara mereka berdua justru terlihat seperti kakak beradik karena Julia terlihat terlalu seksi untuk ibu- ibu seusianya.
ditambau lagi dengan Clara yang menggenakan celana Jins panjang ketat, yang memperlihatkan lekuk kakinya dengan jenjang sempurna, kini tak terhitung lahi berapa banyak pria yang rela berlutut di hadapan Clara.
Ting, ting!
sebuag pesan masuk ke ponsel Clara, dia lalu membukannya dan melihay nama Edi, pesan itu sangat singkat, hanya terdiri dari beberapa kata,
"sayang, kalau nanti Oma menelepon dan memintamu datang ke Company Entertaunen untutk bernegosiasi, kamu harus menolaknya."
benar- benar mengherankan.
terlebih lagi, perihal negosiasi dengan Company Entertaimen, neneknya sudah menyuruh Heru yang mengambil alis urusan itu bagaimana mungkin, nenek tua itu bisa menyuruh Clara yang pergi?
nenek tua itu lebih menyukai Heru, dan semua orang juga sudah tahu itu, sebab, jelas- jelas negisiasi dengan Company Entertaimen adalah tanggung jawab Clara, tetapi neneknya malah melimpahkan hal itu kepasa Heru.
"apa si pecunrang itu lahi?" Julia melirik Clara dan berkata dengan nada dingin.
"He'eh," gumam Clara sambil mengangguk kecil dia paham betul siapa yang ibu maksud dengan kata 'pecundang'
"Clara, ibu harus mengatakan ini dengan jelas padamu." tiba- tiba Julia menghentikan langkahnya dan memandang Clara dengan pandangan yang sulit di mengerti.
"ayah mu pulang hari ini dan lusa adalah hari ulang tahun Oma, aku dan ayahmu akan menemanimu mengurus perceraian kalian harus bercerai.!"
__ADS_1
"bu.... Edi..... " Clara ingin mengatakan sesuatu yang baik untuk membela Edi, tetapi setelah berpikir lama, dia tidak menemukan kosa kata yang cocok di katakan untuk memuji suaminya.
Clara juga tidak tahu, sebenar nya dia menyukai dia atau tidak.
Hanya saja dia sedikit tidak ada kemajuan tapi semuanya terlihat baik- baik saja......
"kamu jangan membantunya berbicara." Julia dengan sikap dingin dan berkata "kalian tidak mau pisah ya sudah tunggu waktu yang tepat aku yang pergi saja."
"Bu, apa yang kamu bicarakan." Clara pun menghindar dengan cemas.
"gadis baik ibu sebenarnya bukan menjadikannya sasaran." Julia memegang tangan Clara sambil membujuk dan berkata. "Ra, coba kamu pikirkan lagi baik- baik sejak kamu menikah dengan Edi, keluarga inti kita jadi sering dipandang sebelah mata dan seringkali mendapat cemoohan."
Julia lalu melanjutkan "setelah tiga tahun kalian menikah, kita sudah memberinya makan, memberinya pakaian sekarang dia meminjam uang untuk menutup kekurangan dana perusahaan sebesar 10 miliar, ok dia tahu cara membalas kebaikan kita, kita bisa menganggap ini impas sekarang, aku hanya mau memintamu cerai dari dia, berpisah dari pria tidak berguna itu."
"Bu.... " Clara menggigit bibir bawahnya erat- erat.
"oh iyah, dan juga kemarin Tedy menelepon ibu, dia bilang, dia akan datang ke acara ulang tahun Oma."
Julia lalu kembali melanjutkan "dia bilang dia akan menyiapkan hadiah yang luarbuasa untuk Oma dan Oma pasti akan menyukainya, kalau oma menyukai Tedy, kamu lebih baik bersama dia saja."
begitu Julia selesai bicara mereka melihat seorang pria yang berditi tak jauh dari mereka, pria itu menggenakan jas dan sepatuh kulit, sambil menenteng koper di tangan kanannya, dia adalah ayah Clara, Supali Yu.
Clara dan Julia bersama- sama menyambut kedatangab Supali dengan semangat, mereka bertiga langsung meninggalkan bandara sambil bersenda gurau.
begitu kembali kerumah, Julia langsung membuat banyak hidangan yang enak, biasanya memasak adalah urusan Edi, sehingga Julia sudah lama tidak berkutat di dalam dapur, tidak heran kalau tubuh wanita itu masih sangat terawat, di meja makan, dian bertanya kepada suaminya bagaimana ke adaan ketika pria itu tinggal di luar negri
bersambung....
__ADS_1