Menantu Terkeren

Menantu Terkeren
sampah


__ADS_3

walaupun Gramafon kuno tersebut masih tersimpan di dalam sebuah kotak usang, tapi sepertinya Rahel bisa menebak apa yang ada di dalam sana.


"nona Su cepat duduk jangan pedulikan sampah itu, aku akan menyuruh orang untuk menyapunya"nenek keluarga Yu berkata sambil tersenyum.


"sampah?" Rahel bertanya dengan perasaan lucu.


kalau tidak salah menebak, kotak kayu ini terbuat dari African Blackwond yang sangat susah di temukan dan harganya sangat mahal walaupun kotak ini sdah terlihat usang karena berumur tahunan, tapi jika di perhatikan baik- baik kotaknya tampak di ukir dengan sangat trampil.


jika di hitung- hitung, biasanya harga kotak seperti ini bisa bernilai ratusan juta lho! Rahel tak menyangka barang berharga seperti ini bisa di anggap sebagai sampah.


mungkin karena pengearyh profesi, Rahel pun segera membuka tas bawaannya dan mengeluarkan sebuah kaca pembesar berwarna merah muda, wajar saja bisnis keluarga Yu adalah bisnis barang antik.


sering kali mereka menemukan barang antik, di tepi jalan, tak heran jika kaca pembesar selalu mereka bawah kemana- mana.


"Bu Rahel kamu lagi ngapain?" tanya nenek penasaran.


"itu hanya barang rongsokan, sebentar lagi pelayan Oma akan membuangnya ke tempat sampah" lanjut Nenek.


pada saat itu pula para, tamy pria terlihat sedang sibuk menatap tubuh Rahel yang seksi dan cantik itu, apalagi dengan Jeans ketat yang sedang di kenakannya sekarang hampir membuar air liur semua pria mengalir keluar.


Rahel tidak berkomentar apa- apa dia hanya fokus pada kaca pembesar dan meneliti kotak usang yang ada di depan matanya itu seketika keringat dingin pun membasahi dahinta.


di sekeliling kotak tersebut tampak terukir bentuk naga emas walaupun sudah berumur puluhan tahun tapi dari kaca pembesar ini bisa terlihat betapa berharganya kotak ini.

__ADS_1


Rahel berpikir dalam hati sepertinya kotak ini bukan hanya bernilai ratusan juta! tapi bernilai miliaran.


"Bu Rahel? ayo cepat masuk duduk di sini ya" Heru berjalan mendekatinya dan berkata sambil membungkuk memberi hormat "Bu Rahel sebentar lagi acara akan di mulai"


Rahel menyimpan kembali kaca pembesarnya dan bertanya dengan lembut, "kotak hadiah ini..... pemberian siapa ya?"


"Eh Bu Rahel jangan salah paham ya," balas Heru segera sambil menggerakkan tangannya dan menjelaskan "semua tamu yang hadir hari ini bukan tamu biasa, semua adalah tamu istimewa mana mungkin ada yang berani gadiahin barang rongsokan seperti ini, ha ha ha!"


bagaimanapun juga keluarga Yu juga termasuk keluarga ternama di kota D sungguh memalukan jika barang rongsokan seperti ini bisa ada di villa mereka.


sambil berbicara Heru pun mengambil kotak tersebut dan membuanya ke dalam tempat sampah.


nenek merasa tersentuh mendengar ucapan Heru, nggak rugi Oma sayang sama cucu yang satu ini!


"Eh bentar dulu" pintah Rahel sambil mengambil kembali barang berharga itu, Rahel baru sadar bahwa semua orabg yang ada di sini tidak mengetahui betapa langkahnya barang ini, mereka beranggapan bahwa ini hanyalah barang imitasi.


Ap?! aku nggak salah liat kan?


Gramafon?!


mana mungkin! Rahel menggigit bibirnya dengan erat.


semua orang tahu bahwa Gramafon adalah barang langkah yang sangat di minati oleh kaum milenial sekarang, dilengkapi dengan corong berbentuk terompet yang terbuat dari emas murni, kotak musiknya yang berwarna coklat tembaga pun terbuat dati kayu Gaharu premium.

__ADS_1


dengar- dengar, ujung jarum gramafon ini pun terbuat dari berlian hingga bisa awet sampai sekarang.


merasa penasaran, Rahel pun memutar engsel dan meletakkan jarum penggores ke atas piringan hitam lantunan lagu kupu- kupu malam terdengar di telinganya, seketika bulu kuduk Rahel merinding.


ini hidup wanita si kupu- kupu malam bekerja bertaruh seluruh jiwa raga bibir senyum kata halus merayu memanja kepada setiap mereka yang datang...


"gila.... merdu banget?!"


"nggak slah dengar? inikan lagu ciptaan titiek puspa!"


"dapat dari mana piringaj hitam ini!"


Rahel menggigit bibir bawahnya, hatinya benar- benar tersentuh, lagu ini membuat dirinya ber nostalgia dengan kenangan indah di masa lalu, wanita ini benar- benar tidak menyangka dirinya terlalu semangat hingga badannya gemetaran.


tanpa menunggu lama Rahel pun mengeluar kan ponselnya dan mengambil foto gramafon ini, dia tidak bisa membayangkan betapa senangnya sang ayah jika bisa melihat foto ini.


bagi para kolektor seperti mereka, Gramafon ini adalah harta karun yang tak ternilai hargamya. bahkan jika hanya bisa melihatnya saja sudah bisa membuat dirinya sangat puas.


"Bu Rahel buang saja Gramafon itu jangan kotori tanganmy."


Heru tersenyum dengan mata sipit lalu melanjutkan "aku tahu Bu Rahel adalah kolektor barang antik, malu- maluin saja ya jika barang imitasu seperti ini bisa muncul di tempat kamu"


"imitasi?" tanya Rahel sambil mengerutkan dahinya.

__ADS_1


Rahel sendiri sudah mulai mengoleksi barang antik sejak umur 7 tahun, dann selama 10 tahun ini dia belum pernah salah menilai, Gramafon ini jelas adalah barang autentik.


bersambung........


__ADS_2