
terutama Tedy pria itu menarik Clara dan berkata, "Clara ngapain peduliin pria nggak berguna itu! biarin saja dia, dua sendiri yang nggak tahu diri dan menantang Heru! dia pantas di pukuli!"
di waktu yang sama Yuli mengangkat Pisay parangnya dan berjalan mendekati pintu depan villa.
"jangan khawatir, adik!" ucap Yuli sambol membuang puntung rokok yang ada di mulutnya. "aku mau lihat pria mana yang berani mengganggu adik ku! akan aku siksa hari ini!"
Heru mengangguk dan berjalan ke arah Edi dengan bangga, dia bangga karena dirinya bisa membawa Yuli ke sini untuk membalas dendam.
sebenarnya Heru dan Yuli berkenalan secara kebetulan, pernah sekali ketika Heru sedang bertengkar dengan supir mobil, mereka membuat janji untuk bertarung, sang sopir menelepon dan meminta bantuan seseorang, rupanya yang di telepon supir itu adalah Yuli.
Di pertarungan itu, Heru hampir mati di pukuli oleh Yuli.
karena takut pada Yuli, maka Heru pun memikirkan cara agar dirinya bisa berteman dengan pria kekar ini, dan ketika tahu bahwa Yuli ternyata suka berjudi tapi sering kali kalah dalam setiap perjudian, maka setiap bulan Heru pun meminjamkan sejumbla uang padanya.
tentu saja uang itu tidak pernah kembali dan Heru juga tidak berencana untuk memintanya kembali, sedikit uang itu tidak berarti bagi Hery, dia malah senang karena bisa meminta bantuan Yuli jika dirinya dalam masalah, seperti sekarang ini.
tapi memang benar semenjak Heru kenal sama Yuli, hampir tidak ada lagi yang berani menggangunya, karena nama Yuli itu memang sangat terkenal dengan kekejamannya di kota D tidak ada yang berani bersaing dengannya.
kini sejak antara Yuli dan Edi hanya sekitar sepuluh meter dan keduanya saling bertatapan siapa sangka ternyata Yuli rabun jauh dan dirinya tudak bisa mengenali Edi dari jauh.
Yuli berusaha menyipitkan matanya dan melihat ke depan, masih bersikap agresif dan kemudian mengangkat parangnya sambil berlari ke arah Edi.
"ayo lari, cepat lari!" teriak Clara ke Edi.
__ADS_1
orang- orang di sekeliling masih saja mencegatnya, Clara pun menutup erat matanya, seakan- akan telah melihat dara Edi bercucuran di atas lantai.
tapi siapa sangka bahwa pisau parang yang akan di ayunkan oleh Yuli ternyata dihentikan dan seketika tubuh pria itu menbeku.
saat ini jarak antara keduanya hanya berkisar setengah meter saja Edi tampak menyipitkan matanya dan tersenyum pada Yulim
Hery terkejut ketika melihat Yuli berhenti, dia segera berteriak "kak Yuli itu orang nya! cepat pukul dia!" Heru terus- terusan berteriak dengan mata merah.
"erm... ini pria yang kamu maksud?" tanya Yuli kembali.
"iyah itu kak!" jawab Heru dengan cepat.
pada saat genting ini, mendadak nwnek jalan mendekat dan bersuara "sudah Heru, sudah cukup jangan bikin heboh lagi"
bikin heboh? Heru mencibiR, Edi menanpar wajah ku di depan seluruh keluarga ku, kalau aku nggak balasnya hari ini mau taruh di mana muka ku ini?!
pada saat ini, Yuli akhirnya sudah bisa melihat jelas muka Edi, dia ketakutan dan hampir kencing di celana.
sial! rupanya orng yang ingin di siksa Heru itu Edi ya? keringat dingin Yuli mulai bercucuran, bahkan ayah angkatnya pun memanggil pria ini dengan sebutan pak Edi!
"nggak salah? dia...... dia orang yang kamu maksud?!" Yuli bertanya sekali lahi untuk memastikan.
"iyah! dia!!" teriak Heru gelisah.
__ADS_1
melihat Yuli hanya berdiri terpaku Heru tak sabar dan ingin memukul Edi langsung dengan tinjuannya, sambil berlari dengan kepalan tangannya, Yuli pun menggeram dan segera menjambak rambut Heru.
"Piak!" sebuah tamparan melayang ke wajah Heru, tamparan yang sangat kuat itu membuat darah segar Heru bercucuran.
Heru menutupi wajahnya dan bartanya dengan wajah kebingungan "kak Yuli! apa salah ku?" bukan hanya Heru saja, semua orang pun terkejut.
apa yang terjadi? bukankah Yuli adalah sobat Heru, kok keadaan malah berbalik dan Heru yang di pukul?
"adik bodoh kamu mau celakai aku ya?" Yuli semakin marah dan mendorong Heru hingga jatuh ke lantai lalu menendangnya terus- menerus.
"kak Yuli, kenapa kak?!" Heru mengerang kesakitan dan berguling- guling di atas lantai, tidak ada yang bernai melangkah maju untuk membantunya.
tak sampai hati nenek segera meminta para anak muda keluarga Yu untuk pergi membantu, mereka memberanikan diri berjalan mendekat dan berteriak "hentikan. hentikan!".
"sialan, pergi sana!" Yuli mengangkat parangnya dengan emosi dan mengancam "siapa yajg mencegatku. akan aku tebas kalian!"
kata- kata tersebut sangat menakutkan, siapa yang berani melawan Yuli?!
"pukul dia, kalau ada apa- apa aku yang tanggung jawab" perinta Yuli ke anak buahnya, sekelompok orang pun mengelilingi Heru dan mulai menendangnya.
"kak Edi..." rayu Yuli dengan suara memelas dan senyuman tersanjung, dia berjalan ke arah Edi dan berkata "kak.... tenang bocah ini berani mengganggu mu akaj kubunuh dia hari ini"
apa?! tidak ada yang percaya dengan omongan Yuli barusan.
__ADS_1
kenapa sih ini?! kok Yuli yang perkasa itu bisa begitu hormat pada Edi?! pandangannya benar- benar seperti seorang anak yang mengagumi ayah nya! mana mungkin si pecundang punya kemampuan hebat itu!
bersambung......