Mendadak Jadi Istri

Mendadak Jadi Istri
Menikah


__ADS_3

Tiba-tiba ada ide berlian terlintas di otakku untuk membatalkan pernikahan ini


"Bunda sebuah pernikahan tidak sah kalaupun tidak ada wali dari pihak perempuan, jadi pernikahan ini tidak sah," ucapku sambil tersenyum.


"Kata siapa tidak sah ayahmu sudah menyerahkan hak perwalian pada hakim," ucap Adnan.


Aku pun semakin kaget dengan jawaban kali ini sebenarnya sejak kapan mereka tahu dengan rencana pertukaran pengantin rencana Nabila kok aku merasa mereka sengaja membuat aku menikah sampai menelepon ayahku segala.


"Bunda kapan Bunda menelpon ayahku dan dari mana Bunda bisa dapat nomor teleponnya tolong jelaskan padaku Bun," ucapku rasanya air mata ingin mendesak keluar. Bagaimana aku tidak ingin menangis sudah tidak sepeduli itukah ayahku padaku sampai aku menikah pun dia tidak mau menjadi wali bahkan datang kemari pun tidak sudi.


"Maafkan Bunda Sabila, semalam Bunda menelepon ayahmu dan mengabarkan padanya kalau kamu akan menikah tapi beliau meminta agar kami mewakilkan pada wali hakim saja, " tutur Bunda sambil menundukkan kepalanya.


Aku yakin saat ini Bunda merasa sedih karena faham bagaimana cerita hidupku yang sebenarnya.

__ADS_1


"Lalu Bunda dapat nomor ayah darimana?" tanyaku.


"Nabila yang mengambil dari ponselmu waktu kamu tertidur," ucap Bunda.


Hari ini kejutan dari keluarga ini sangat membuatku terguncang jadi benar perkiraanku kalau Nabila sengaja menjodohkan aku dengan Adnan. Aku akan benar-benar bikin perhitungan dengan anak itu.


"Sudahlah Nak teruskan saja menjadi istri Adnan saran Bunda ini pilihan terbaik dari pada kedua orang tuamu sudah tidak peduli lagi dengan mu lebih baik kamu hidup dengan Adnan Sabila Bunda ikut bahagia kalau kamu sudah ada orang yang menjadi sandaran hidupmu karena Bunda sudah menganggapmu sebagai anak sendiri," ucap Bunda sambil memelukku.


Aku yakin Bunda telah mendengar perkataan yang kurang enak dari ayahku jadi bunda seperti ini, ya sudahlah nasi sudah menjadi bubur mau tidak mau aku harus melanjutkan pernikahan ini setidaknya demi bunda orang yang sangat baik padaku selama ini hanya bunda dan Nabila yang peduli dan mengerti kehidupanku.


"Alhamdulillah," ucap mereka semua bersamaan.


Aku pun melihat kelegaan di wajah Adnan kenapa orang ini terlihat seperti senang, apakah dia benar-benar menyukaiku?.

__ADS_1


"Bunda bolehkah aku tahu apakah bunda juga sudah menelepon mamaku semalam?" tanyaku.


Bunda pun mengangguk dan air matanya hampir jatuh. Cukup tanpa bunda berkata apa-apa aku tahu kalau mamaku pun tidak peduli aku mau bagaimanapun di luaran sini.


"Bunda... ummu sejak kapan tahu kalau Nabila akan meminta Sabila menggantikan dia menjadi pengantin?" tanyaku lagi.


"Setelah kalian pulang dari butik Nabila sudah menceritakan semuanya dan Adnan tidak mempermasalahkan jika kamu jadi pengantinnya maka kami pun melanjutkan pernikahan ini seandainya Adnan keberatan dengan pernikahan ini maka kita akan siap untuk menjadi bahan pergunjingan orang-orang di luar sana," ucap Bunda.


Ternyata laki-laki ini lapang juga hatinya mau menerima aku sebagai istri tapi maaf aku tidak mencintainya maka sebisa mungkin aku akan berusaha untuk membuatnya menceraikanku.


"Baiklah Bunda Nabila akan menerima pernikahan ini walaupun dengan terpaksa," ucapku jujur.


"Jalani saja dulu Nak aku yakin Adnan sosok yang baik dia pasti akan membahagiakanmu, dia akan membimbingmu menjadi wanita yang lebih baik kedepannya,"ucap Ummu.

__ADS_1


Aku menghela nafas kasar padahal aku di kota masih memiliki seorang kekasih tapi tiba-tiba statusku berubah menjadi seorang istri, sungguh nasibku ini ajaib sekali.


Ini semua gara-gara Nabila teman laknatku itu akan ku pastikan dia juga akan menikah muda seperti ku. Aku akan membuat Bunda agar segera menikahkan Bara dengan Nabila pasti akan aku pengaruhi Bunda biar tahu rasa dia.


__ADS_2