
Di lain tempat..
Ferdi yg tengah memergoki mama nya dengan pria lain pun sudah memaki dalam hati. namun dia enggan menghampiri mereka karna teringat 2 hari lalu papa nya pun berkencan dengan wanita lain.
*kenapa mereka seperti anak kecil saja* batin Ferdi yg melihat dan mengingat kejadian orang tua nya.
Ferdi pun berlalu menuju kantor nya kembali. setiba nya di kantor dia langsung memanggil asisten pribadi nya.
'Ken,.. tolong kamu selidiki perempuan dan laki laki ini, cari tau ada hubungan apa mereka dengan masing masing orang tua saya.' perintah Ferdi pada Ken asisten nya.
'Baik tuan' jawab ken patuh pada tuan muda nya itu.
'saya ingin besok kamu sudah membawa kabar, laksana kan dengan baik ken'
'Siap tuan muda, saya permisi'
ken pun langsung keluar dari gedung yg menjulang tinggi itu dan memulai menyelidiki siapa kedua orang tersebut dan apa hubungan dengan orangtua bos muda nya.
Ferdi yang tengah duduk di sofa dalam ruangan nya pun kembali memikirkan Viola..
*Aku akan bertanya pada Linda * gumam ferdi dan langsung mengambil ponsel dari saku nya untuk menghubungi Linda.
tut.. tut.
-halo kak..
__ADS_1
-halo, apa kau sedang sibuk lin? bisa kah kita bertemu? ada yg ingin aku tanyakan.
-Aku sedang tidak enak badan kak,, Viola baru saja pulang dari sini menjenguk ku.
-Jadi Viola kesitu?
-Memang kenapa? kakak seperti sangat akrab dengan dia.
-Ahh tidak ada, aku hanya bertanya.. ya sudah kalau begitu lekas sembuh, kakak tutup telfon nya ya.
-oke-
*Arghhhh.....bagaimana cara nya aku mendekati Viola, bertanya pada Linda saja aku malu* Batin Ferdi sambil mengacak rambut nya
Viola yang baru sampai di rumah kaget dengan suara pecahan kaca, secepat kilat dia berlari masuk ke dalam.
tanya Viola yg menahan sesak di hati melihat orang tua nya kembali bertengkar.
'Kamu naik saja ke kamar mu, ini urusan orang tua, jangan ikut campur ' perintah ayah Viola yg tidak ingin putri nya mengetahui permasalahan mereka.
'Aku perlu tau Yah, ayah tidak bisa seperti ini terus, aku tidak mau melihat orang tua ku bertengkar setiap hari'
'Ayah bilang masuk kamar, kamu jangan bikin emosi ayah naik Viola!!!
hiks.. hiks..
__ADS_1
Viola pun berlari ke kamar nya sambil menangis.
'kamu lihat diri kamu, anak kamu sendiri kamu lukai seperti itu, apalagi aku? sudah lah lebih baik kita cerai saja' ujar ibu Viola pada suami nya itu.
'heiii.. apa kamu tidak berkaca? siapa yg sudah menyakiti siapa? kamu betul betul tidak tau diri, bisa bisa nya hanya menyalahkan aku padahal kamu sendiri juga salah'
'Apa salah ku?? kamu yg memulai ini semua, aku hanya mengikuti permainan mu'
'sudah ku bilang, aku tidak selingkuh apa lagi kembali pada masa lalu kita, kenapa kamu keras kepala dan membuat rumit ini semua'
'Tidak selingkuh apa maksud mu? lalu kenapa kalian peluk pelukan hah??? apa itu tidak selingkuh nama nya?? jika kamu ingin mengejar dia, kejar lah. aku tidak masalah..
'ohh sperti itu ya? tidak masalah kau bilang? jelas saja tidak masalah, karna kamu pun sudah kembali pada dimas'
'aku hanya mengikuti permainan mu, bukan dengan sengaja berniat seperti ini"
'Omong kosong!!! kau hanya menjadi kan aku dan Novi alasan supaya kau bisa kembali pada dimas!! '
'Terserah apa kata mu, yg jelas kamu lah yg memulai semua ini. aku hanya mengikutinya'
'Kamu memang tidak waras!! bisa bisa nya kamu berfikir meninggal kan aku dan Viola demi cinta masa lalu mu!!'
'lalu kamu apa? apa yg kamu lakukan dengan Novi itu sesuatu yg waras?'
'Tiaaaa!! berapa kali harus ku katakan aku tidak selingkuh dengan novi, aku hanya kebetulan bertemu dengan nya.
__ADS_1
'kebetulan yang berkali kali ya? sudah lah aku malas berdebat '
ibu Viola pun pergi ke kamar nya meninggalkan ayah Viola di ruang tamu yg masih dengan emosi membara.