Mendadak Jadi Istri

Mendadak Jadi Istri
MJI 4


__ADS_3

15 menit kemudian pesanan mereka pun tiba diantar pelayan.


Viola langsung makan dengan lahap nya tidak peduli dengan sekitar, linda yg melihat itu hanya tersenyum dan berharap agar Rio dan selingkuhan nya itu segera pergi dari cafe tersebut sebelum Viola melihat nya.


'Kamu kenapa lin? kok makan nya kaya orang cemas gitu? ' tanya Viola yg merasa aneh dengan gerak gerik Linda


'ah tidak apa apa, aku hanya sedang berpikir saja '


'berpikir apa? '


'aku berpikir ingin menikah, bagaimana menurut mu?' jawab Linda asal asalan karna tidak tau harus menjawab apa


'uhuk.. uhuk.. kamu ngomong apa barusan??? nikah?? nikah sama siapa?? apa kmu sudah jadian dengan ardian?


'hehehe.. belum sih, tapi kalau aku jadian, aku ingin langsung nikah saja'


'aduh Linda, isi kepala km itu apa sih, gampang bgt bilang mau menikah, km pikir nikah itu gampang? '


'sepertinya menikah itu sesuatu yg indah untuk di jalani' jawab Linda lagi asal asalan, terserah lah asal kan Viola tidak menyadari keberadaan Rio disana.


Viola hanya menggeleng tidak paham dengan omongan Linda yg terdengar aneh itu.


Linda melirik ke meja tempat Rio dan selingkuhan nya tadi duduk. ternyata mereka sudah tidak di sana.


'hufhhhhhh... ' Linda membuang nafas lega


'kenapa? ' tanya Viola yg lagi lagi bingung dengan gerak gerik sahabat nya itu

__ADS_1


'apa nya yg kenapa?' Linda balik bertanya


'kenapa kau menarik nafas panjang seperti itu? '


'Oh tidak ada, aku hanya merasa udara nya cukup enak di untuk di hirup ' jawab Linda masih dengan asal asalan


'kau sangat aneh Linda, aku jadi curiga'


'curiga apa? sudahlah ayo pulang, ini sudah sore' ajak linda mengalihkan Viola bertanya lebih lanjut


'ya sudah ayo ' jwb Viola pasrah


setelah mengantar linda terlebih dahulu, Viola pun sampai dirumah nya, suasana sangat hening tidak seperti biasanya.


ayah ibu kemana ya* batin linda


Viola memanggil bi Isah yg sudah bekerja dirumah itu sejak Viola kecil.


'iya non, bibi di dapur' jwb bi isah setengah berteriak


Viola pun menghampiri bi isah dan menanyakan dimana orang tua nya, bi isah mnjawab tidak tau karna ibu dan ayah Viola pergi tidak meninggal kan pesan apa pun.


*sebenarnya apa permasalah mereka, kenapa mereka selalu bertengkar, apa mereka tidak melihat aku, aku masih butuh mereka tapi seolah aku tidak terlihat di hadapan mereka *batin Viola yg sedih memikir kan itu.


jam 21.00


Tring....

__ADS_1


suara ponsel linda berbunyi ada pesan yg masuk


Ferdi: Linda, apa kau sudah menerima ponselmu?


linda: sudah kak, maaf merepot kan sampai kakak harus mengantar ke kampus ku.


Ferdi: tak apa, kalau begitu tidur lah, ini sudah malam.


Linda: oke kak.


"astaga, bagaimana cara nya aku bertanya pada Linda, aku pensaran sekali dengan gadis itu, senyum nya selalu terbayang bayang, manis sekali" gumam ferdi


keesokan pagi nya...


Viola yg sudah bangun bergegas bersiap berangkat kuliah, ia keluar dari kamar dan hendak menuju ke mobil.


suasana rumah masih hening, tidak terdengar keributan seperti biasanya


Bi isah.. bi isah..


panggil Viola


'Iya non ada apa'


'ibu sama ayah ga pulang semalam bi? '


'Engga non, bi isah ga liat Tuan sama nyonya pulang dari tadi malam.

__ADS_1


__ADS_2