Mendadak Jadi Istri

Mendadak Jadi Istri
Belah Duren


__ADS_3

Mata indah Adnan seakan-akan menenggelamkan Sabila ke dasar benua kenyamanan. Wanita itu seperti terhipnotis oleh pesona suaminya. Sabila lagi-lagi mengangguk seperti sapi yang dicocok hidungnya menurut saja dengan apa yang diperintahkan oleh pemiliknya.


"Apakah kamu yakin kalau saat ini ingin memberikannya padaku malam ini?" ucap Adnan bertanya pada Sabila memastikan semuanya. Biar bagaimanapun Adnan tidak ingin memaksakan kehendaknya sendiri dan nanti jika Sabila menyadari apa yang telah dilakukannya akan menyesal walaupun mereka suami istri Adnan tidak pernah mau memaksakan apapun itu.


"Apakah akan terasa sakit?" ucap Sabila tiba-tiba.


Adnan yang mendengar pertanyaan Sabila pun ingin tertawa dan menjedodkan kepalanya ke tembok. Yang Adnan bayangkan adalah ucapan manis nan manja yang keluar dari mulut Sabila, mengatakan kalau dia mengijinkan Adnan untuk memiliki seutuhnya. Tapi diluar dugaan Sabila malah menanyakan hal yang menggelikan.


"Aku akan membuatmu tidak merasakan sakit, Sabila!" ucap Adnan berusaha meyakinkan istrinya itu. Sebelumnya Adnan mengira kalau Sabila sudah berpengalaman tentang hal semacam ini melihat bagaimana dulu tingkah dan cara berpakaian istrinya tapi di luar nalar ternyata Sabila benar-benar masih awam perihal semacam ini.


"Kamu janji tidak akan membuatku merasa sakit?" ucap Sabila menatap Adnan penuh harap.


"Tentu!" ucap Adnan.


Sabila pun menganggukkan kepalanya menanggapi jawaban dari Adnan.


"Apakah kamu benar-benar sudah mengijinkan aku untuk memilikimu seutuhnya?" Tanya Adnan sekali lagi.


"Ya," jawab Sabila menundukkan kepalanya, wanita ini tidak berani menatap wajah suaminya karena merasa malu. Sabila yakin saat ini wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus.

__ADS_1


Adnan tersenyum bahagia mendengar jawaban Sabila yang penuh keyakinan itu. Apa yang selama ini dia nantikan akhirnya tiba juga, dimana Sabila memberikan haknya dengan suka rela tanpa paksaan itu artinya kini telah tumbuh benih cinta diantara mereka.


"Ayo kita sholat sunah dua rakaat dulu sebelum kita melakukannya!" ucap Adnan sambil tersenyum bahagia.


Adnan menggenggam tangan Sabila mengajaknya untuk mengambil wudhu sebelum melakukan sholat sunah.


Mereka pun dengan khusuk melakukan sholat sunah sebelum menjalankan kewajiban sebagai suami istri yang sebenarnya. Adnan dengan khusuk berdoa memohon keberkahan untuk pernikahannya dengan Sabila, memohon dianugerahi keturunan yang sholih, sholihah.


Adnan pun berdoa semoga dia dan Sabila menjadi jodoh dunia akhirat.


Sabila mendengar doa yang dipanjatkan oleh Adnan tanpa dia sadari air matanya menetes membasahi pipinya, dia tidak pernah menyangka kalau Adnan begitu mencintainya, pria sesempurna Adnan rela menjadikan Sabila seorang gadis urakan, suka berpakaian kurang bahan, bahkan seorang anak yang terbuang dan tidak diakui oleh orang tuanya sendiri untuk dijadikan istri bahkan Adnan sabar menunggu sampai Sabila bersedia memberikan haknya tanpa memaksa. Sabila merasa sangat beruntung memiliki Adnan sebagai suami, pria yang tetap bersedia menikah dengannya walaupun saat itu wali Sabila tidak bersedia datang untuk menjadi walinya.


"Kenapa menangis? Apakah kamu berubah pikiran?" tanya Adnan lembut.


Sabila pun menggelengkan kepalanya, apapun yang terjadi Sabila sudah niat untuk menjalankan kewajibannya malam ini, dia tidak mau karena kesalahannya dia harus kehilangan Adnan, Sabila tahu diluaran sana banyak wanita yang menginginkan Adnan sebagai suaminya.


"Lalu kenapa menangis?" Tanya Adnan lagi.


Sabila pun berhambur ke dalam pelukan Adnan.

__ADS_1


"Terima kasih sudah mau menerima diriku yang penuh kekurangan ini untuk menjadi istrimu, terima kasih kamu telah sabar menghadapi semua tingkahku!" ucap Sabila disisa tangisnya.


"Aku mencintaimu, Sabila! Saat pertama kali bertemu aku sudah mulai jatuh hati padamu," ucap Adnan mengakui semuanya.


"Terima kasih atas cintamu Adnan," ucap Sabila. Wanita itu pun mengecup bibir Adnan sekilas.


Adnan yang mendapat perlakuan seperti itu pun mengeram. Pria itu segera mengangkat tubuh Sabila membawanya ke tempat tidur.


Adnan melepaskan mukena yang masih menempel pada tubuh Sabila menaruhnya di atas sofa yang ada di samping tempat tidur.


"Apakah boleh sekarang?" Tanya Adnan. Pria itu menatap Sabila dengan tatapan mata penuh cinta.


Sabila pun mengangguk, wajahnya memerah bak kepiting rebus, Adnan merasa sangat bahagia baginya saat ini Sabila adalah wanita tercantik di dunia. Adnan pun mulai mencumbu wanitanya, perlahan membuat istrinya itu melayang hingga akhirnya mereka sama-sama melepaskan apa yang selama ini mereka jaga. Adnan dan Sabila mengarungi indahnya dunia pernikahan, merengkuh madu cinta pernikahan, melalui malam panjang penuh cinta.


'Semoga ini semua menjadi awal kebahagiaan kita, Sabila! Kita akan selalu bersama saling menguatkan satu sama lain dalam menghadapi kerikil-kerikil tajam yang menghadang jalan kita,' ucap Adnan dalam hati.


Pria itu menatap istri tercinta yang saat ini terlelap kerena kelelahan setelah mereka melakukan kewajiban sebagai suami istri. Adnan mengecup kening Sabila penuh cinta. Setelah puas menatap wajah cantik Sabila Adnan pun berbaring di samping Sabila dan memeluknya erat, seakan-akan dia tidak ingin melepaskan wanita yang saat ini ada dalam dekapannya.


"Aku mencintaimu, Sabila," ucap Adnan berbisik di telinga Sabila sebelum akhirnya pria itu menyusul istrinya ke dalam alam mimpi.

__ADS_1


*****Tamat*****


__ADS_2