Mendadak Jadi Istri

Mendadak Jadi Istri
MJI 8


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat, seorang dokter dan perawat datang ke ruangan itu memeriksa Viola.


'Dok, keadaan saya gimana? tnya viola


'Anda tidak perlu khawatir nyonya, kondisi anda semakin membaik, tolong obat nya segera di minum supaya anda cepat pulih'


'Ohh.. baik lah dok, kira kira kapan saya boleh pulang?'


'Nyonya, walau pun kondisi anda membaik, saya masih harus memantau, mungkin 2 atau 3 hari lagi nyonya bisa di izinkan pulang'


'Oh begitu yaa, Terima kasih dok'


'Kalau begitu saya permisi'


kemudian dokter dn perawat pun keluar dari ruangan Viola.


Ferdi yg sedari tadi hanya duduk dan mendengar pun bangkit dari sofa dan mendekat ke ranjang Viola.


'Makan lah dulu, setelah itu minum obat dan istirahat' ujar Ferdi sambil mengambil nampan yg sudah tersedia di atas nakas.


'Aku bisa makan sendiri' ujar Viola cuek saat melihat Ferdi hendak menyuapi nya


'Buka mulut mu'


'Aku sudah bilang aku bisa makan sendiri'


'Kau mau ku suapi dengan tanganku atau mulutku?'


'A.. apa maksud mu? '

__ADS_1


'Kau pasti mengerti maksud ku, cepat lah buka mulut mu '


Viola pun akhirnya pasrah karna mengerti maksud dari Ferdi yang terlihat seperti ingin mencium nya.


krkk krkk krkk


Ferdi yg sedang menyuapi Viola wajah nya memerah menahan malu karna perut nya berbunyi di saat yg tidak tepat.


'Pasti tuan belum makan, ayo makan lah ini juga '


'tidak, aku tidak suka bubur'


'kalau tuan tidak mau, aku juga tidak akan melanjut kan makan ku'


'Ini bubur mu Viola, kau harus habis kan, aku bisa memesan makanan setelah ini'


'Aku sudah bilang tidak berarti tidak'


'Ayo lahh hanya beberapa suap saja.., atau kau mau aku suapi dengan mulutku? ~tanya Viola menggoda dan membalas perkataan Ferdi yg tadi.


Ferdi sadar sedang di balas, dan itu membuat Ferdi berniat menggoda Viola lagi..


'Baiklah ini.. buka mulutmu lalu suapi aku dari mulut mu'


'Ahhh apa kau sudah tidak waras'


'Apa? kau yang menawari, apa kau lupa ingatan? '


'aku hanya bercanda tauuu!!

__ADS_1


'tapi aku serius' jawab Ferdi sambil tersenyum lebar


'letakan saja bubur itu di meja kalau anda tidak mau, aku sudah tidak berselera untuk makan'


'ishh kau ini, baik lah aku makan. lihat ini ' Ferdi akhir nya pasrah dan memakan bubur yg sama.


'gitu dong dari tadi'


'Ayo aaaaa, kau harus makan lagi'


'hmm iya iya


setelah mereka selesai makan, Ferdi mengambil obat dan memberikan nya pada Viola, tidak lama dari itu Viola pun tertidur karna memang ada efek kantuk dari obat yg di minum.


Ferdi duduk kembali di sofa, mengambil handphone dari saku dan menghubungi ken untuk menanyakan soal kedua orang yg sedang di selidiki.. ya itu orang tua dari Viola sendiri. tapi Ferdi belum mengetahui nya


'Halo ken, bagaimana?


".......... *


'Apa kau yakin atau itu baru dugaan mu saja?


".......... *


'baik lah, tolong kau datang ke rumah sakit sekarang, jelaskan semua nya nanti disini,


bawakan juga aku baju ganti dan makanan'


setelah selesai menghubungi ken, Ferdi pun merebahkan diri nya di sofa sambil menunggu Ken datang, dia melihat sekilas ke arah Viola yg sudah terlelap

__ADS_1


__ADS_2