Mendadak Jadi Istri

Mendadak Jadi Istri
MJI 7


__ADS_3

Tuhan, ku mohon selamat kan dia, maafkan aku Viola,.. aku tidak akan mengampuni diriku jika terjadi sesuatu pada mu- Kata Ferdi dalam hati.


1 jam telah berlalu, dokter pun keluar dari pintu dan Ferdi langsung berhambur menghampiri dokter.


'Bagaimana keadaan nya dok, apa dia baik baik saja? ' tanya Ferdi cemas


'Apa tuan pihak keluarga nya?'


'sa.. saya calon suami nya dok.


'baiklah, pasien dalam kondisi stabil, luka nya tidak terlalu parah, hanya dia shock dan saya memberi obat penenang. mungkin dia akan tertidur sampai 8 jam kedepan.


'apa saya boleh melihat nya dok? '


'Untuk saat ini belum bisa tuan, saya harus memantau kondisi pasien, bila sudah di dalam kamar perawatan baru anda boleh melihat nya. saya permisi tuan'


'baiklah dokter, terimaksih'


Ferdi pun kembali terduduk di depan IGD dan menunggu sampai Viola sadar. pikiran nya melayang memikirkan kondisi Viola andai saja dia tidak tertolong.


8 jam berlalu, kondisi Viola semakin stabil dan sudah di pindah ke dalam ruang perawatan, tapi dia masih belum tersadar.


Ferdi masuk dan duduk di samping ranjang menatap Viola.


'saat seperti ini pun kau masih terlihat cantik Viola' gumam Ferdi sambil mengelus kening Viola yg masih terlelap.

__ADS_1


dia tidak lepas memandangi Viola, hingga Viola mengerjap kan mata nya dan mulai sadar.


'Aku dimana' mencoba untuk duduk tapi tenaga nya tidak cukup kuat


'berbaring lah, kau di rumah sakit sekarang' jwb ferdi


'bagaimana aku bisa disini, apa yg terjadi dan mengapa tuan pun ada disini?' tanya Viola beruntun.


'Apa kau tidak mengingat kejadian tadi Viola? '


'Aku tidak ingat, terakhir kali yg aku ingat saat aku hendak menyebrang jalan lalu sebuah mobil seperti nya menabrak ku'


'Viola, istirahat lah dlu. kau baru sadar'


'Apa tuan yg menolong saya? '


'lalu dimana penabrak itu tuan? apa tuan melihat kejadian nya'


'Viola, maaf kan aku.. aku lah penabrak itu, aku tidak sengaja menabrak mu, maaf kan aku Viola' ujar Ferdi tulus dan berharap Viola tidak membenci nya.


'tuan, bukan kah saya tempo hari sudah meningkatkan, berhati hati lah mengendarai mobil, apa tuan tidak ingat? saya yg mengingatkan justru saya yg menjadi korban sendiri ' kesal Viola pada pria yg di hadapan nya itu.


'Tolong maafkan aku, aku betul betul tidak sengaja apa lagi berniat mencelakai mu'


'Iya tak apa, tolong ambil kan aku air, aku haus'

__ADS_1


Ferdi pun berdiri mengambil segelas air yg memang sudah di siap kan di atas meja. kemudian membantu Viola untuk minum.


'Kau tidak marah Viola? '


'marah untuk apa?


'karna aku kau jadi terbaring disini'


'aku kan sudah bilang tak apa'


'kalau gitu aku akan menghubungi keluarga mu, bisa kah kau buka ponsel mu, tadi aku ingin mencari nya sendiri tapi ponsel mu terkunci'


'jangan.. tak usah menghubungi mereka'


'tapi kenapa?'


'kalau aku bilang jangan ya jangan, bila tuan keberatan menjaga ku sampai pulih, pergilah.. aku bisa mengurus diri ku sendiri'


'oke oke, aku tidak akan menghubungi siapa pun dan aku tidak akan pergi kemana mana, aku pasti disini menjaga mu' ujar Ferdi cepat takut Viola marah pada nya.


'Kepala ku terasa sakit, bisa tolong panggilkan dokter '


Ferdi pun berdiri dan semakin mendekat ke arah Viola


'Apa tuan tidak dengar, aku minta tlong panggil kan dokter'

__ADS_1


'sedang ku lakukan, lihat lah tombol ini, ini berfungsi untuk memanggil dokter' sambil tangan nya menekan bel itu.


Ya ampunnn, memalukan sekali, kenapa aku tidak sadar kalau ini ruangan VIP. -gumam Viola


__ADS_2