Mendadak Jadi Istri

Mendadak Jadi Istri
MJI 5


__ADS_3

Viola pun berangkat ke kampus setelah berpamitan pada Bi isah.


Didalam mobil Viola berusaha menghubungi Ibu dan ayah nya, tapi tidak ada respon sama sekali. nomor ponsel kedua nya aktif tapi mereka enggan mengangkat panggilan dari Viola.


*keterlaluan mereka, kenapa aku di acuhkan seperti ini? apa yg sebenarnya terjadi, ibu.. ayah.. aku rindu kehangatan keluarga kita, mengapa kini kita seperti orang asing yg tidak saling peduli* gumam Viola yg frustasi memikir kan itu..


setelah di kampus, Viola bergegas masuk kelas tapi Linda belum terlihat disana.


Viola pun mengirim kan pesan pada Linda


Viola: kamu dimana lin? tumben blm sampe kampus.


Linda: maaf lin, aku titip absen hari ini ya.


Viola: loh ada apa? tumben sekali kamu titip absen.


Linda: aku sedang tidak enak badan Vi, tlong ya.


Viola: Ya, baiklah. semoga km cepat pulih


seusai kuliah Viola berniat mengunjungi Linda dirumah nya, dan dia mampir di toko buah untuk membeli parsel.


di tengah jalan dia hampir saja bertabrakan dengan mobil lain yg mengendarai dengan kecepatan tinggi.


Tinnnnn... tinnnn.....


Viola meng klakson mobil yg berada tepat di depan nya itu, tapi pengemudi nya tampak acuh tidak memperdulikan Viola yg sudah memaki kesal di dalam mobilnya.


Viola pun semakin geram, dia langsung menginjak gas mobil nya dengan kecepatan penuh agar bisa mengejar si pengemudi yg tidak tau aturan itu, setelah mobil mereka sejajar, Viola membuka sebelah kaca mobil nya dan berteriak pada si pengemudi untuk menepi, Viola ingin memaki dan memberi pelajaran pada orang tersebut.

__ADS_1


akhirnya pengemudi ugal ugalan itu pun terpaksa berhenti dan keluar dari mobil.


deg.. deg.. deg..


jantung Viola mulai tak beraturan saat melihat siapa yg keluar dari dalam mobil.


'maaf nona Viola, saya sedang terburu-buru, bisakah sekarang nona memberi saya jalan?' ujar Ferdi yg memang sedang terburu-buru itu.


'Iya silahkan tuan, tapi tolong menyetir lah dengan hati hati, cara tuan seperti tadi dapat membahaya kan diri tuan sendiri dan juga orang lain'


'Baiklah nona aku permisi dulu'


mobil ferdi pun melaju meninggalkan Viola.


*Kenapa aku gugup sekali bertemu dengan gadis itu, rasanya jantung ku ingin copot melihat senyum manis nya, ohh sungguh tatapan nya sangat hangat* Ferdi berbicara sendiri di dalam mobil nya.


*Apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertama, seperti yg Linda kata kan, mengapa ada perasaan nyaman saat aku bertemu dengan tuan Ferdi* batin Viola yang masih sambil mengemudi kan mobil nya menuju rumah Linda.


Ting tong...


Viola menekan bel rumah Linda, seorang wanita paruh baya pun membuka kan pintu.


'Eh Viola...tumben kesini nak, ayo masuk dulu' Ujar mama Linda memepersilah kan tamu nya itu masuk.


'Iya tante, trimaksih.. ' sambil tersenyum masuk ke dalam rumah.


'Sebentar ya tante bangun kan dulu Linda nya, dia lagi tidur karna sedang tidak enak badan'


'Oh kalau begitu biar Viola sendiri saja yg ke kamar nya Linda, apa boleh tante?'

__ADS_1


'boleh dong sayang, kamu masih ingat kan kamar nya Linda di sebelah mana? '


'Masih tante, kalau gitu Viola permisi Ya'


ujar Viola langsung menuju kamar Linda.


tok. tok. tok.


'Lin, Linda... Linda.... ini aku Lin, boleh aku masuk? '


'Masuk saja, pintu nya tidak terkunci' jwb Linda dari dalam kamar


krekk....


pintu pun terbuka, Viola yg melihat sahabat nya tergolek lemas di ranjang itu pun merasa bermasalah karna sempat berfikir Linda menitip absen karna pura pura sakit.


'apa kau hanya mau berdiri di situ saja? ' tanya Linda yg melihat sahabat nya mematung di depan pintu.


'ehh i.. iya, apa kau sudah membaik?? kau sakit apa??


'aku hanya tidak enak badan saja, apa kau membawakan buah untuk ku?' ujar Linda melihat sebuah parsel di tangan Viola


'iya, ini untuk mu' jwb Viola menyerahkan parsel tersebut.


'terimakasih, sini duduk lah di samping ku.. kenapa hanya berdiri disitu, aku tidak menular kok'


Hahahaha....


Viola pun tergelak mendengar omongan Linda.

__ADS_1


__ADS_2