Mengejar Cinta CEO Tampan.

Mengejar Cinta CEO Tampan.
Bab 13.pinjam uang.


__ADS_3

Tiba dikantor keringat membasahi keningku,


beberapa staf kantor melihatku berbagai ekspresi.


Akupun tak memedulikan tatapan mata mereka, langkah ku kupercepat menuju ruang kerja ku.


Angel kamu dipanggil pak Hayden keruangan nya cetus Mbak Dina menghampiri ku.mbak kira kira ada apa ya? ucapku pada Mbak Dina.


Mungkin soal berkas kemarin cetus Mbak Dina seraya meninggalkan ku.aduh..Gimana? keluhku seraya meletakkan tas ku di atas meja kerjaku.


Aku segera menuju kearah ruangan Boss,ku ketuk pintu tak ada sahutan, beberapa menit kemudian.


Masuk ujar suara didalam, akupun membuka pintu dan masuk kedalam.duduk perintahnya dengan nada datar.


Kamu sudah setahun bekerja di perusahaan ku tetapi hanya kamu yang tak bisa lebih baik cecarnya sambil menatap ku nyalang.


Dari mulai gaya berpakaian hingga dirimu tak ada menarik menarik sama sekali lanjutnya meluapkan rasa jengkelnya.


Kalo begini ,Gimana ada perusahaan yang mau bekerja sama dengan perusahaan ku?


ujarnya sambil melihat kearah wajah ku lebih dekat.


Hatiku berdebar kencang dan aku mencoba menetralisir debaran jantungku.


wajah tampan nya membuatku sempat hanyut terbawa arus pesonanya.


Kenapa diam? ujarnya sambil menatapku intens, tiba-tiba Pak" diluar ada pak Redza ujar Mbak Dina pada Boss.

__ADS_1


Redza masuk kedalam dan berkata" maaf.. Pak tak baik jika bapak menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja.


Manusia salah itu' hal yang wajar selama ia mau memperbaiki kualitas diri, kenapa?


Tidak,"tukasnya pada Boss ku.


Dia sekretaris ku sebagai sekretarisku dia harus bisa segalanya cetusnya sambil melirikku sekilas.


Aduh keluhku, "kok jadi ricuh Gini sungutku,Redza kita keluar yuk" ajak ku padanya, tak ingin rasanya ngeliat keduanya ribut soal Gadis seperti ku.


Redza menatapku sejenak kemudian ia pun keluar seraya menatap marah pada Boss ku.


tinggal lah aku sendirian bersama Boss ku.


Dia pun berjalan menuju kearah tempat duduknya, pak' ucapku berjeda.


ia melihatku sekilas tanpa mengubris sapaan ku.


cerocos nya menatapku dengan tajam.


Ada apa cetusnya?


dengan tatapan teduh.


Aku boleh pinjam uang ujar ku sedikit takut.


Buat apa? ujar nya"dan seberapa besar yang mau kamu pinjam ? kalo bisa 100juta ujarku sambil menunduk kan kepalaku.

__ADS_1


Buat ngelunasi hutang ujar ku, no rekening mu berapa? tanya Nya tanpa melihatku,


lupa pak" ujarku sambil tersenyum.


Hari telah sore.tetapi uang belum ada ditangan ku, Coba tadi aku bawa dompet atau HP gak begini keluhku sambil meletakkan daguku dimeja.


HP ku Berdering.


Nama yang tertera Emak.


kulekas menyambutnya.


Hallo Mak?ada apa"


Gimana ada uangnya?


Mak belum ada ntar ya' Mak ujarku lesu.


Sungguh miris gumamku seraya berdiri hendak mencari Selina sahabat ku,


tetapi tak ada di ruangannya nya.


Apa Selina udah pulang ya? Batinku bertanya.


akupun pulang kemeja kerja ku, dengan hatiku dongkol dan sedih.


Tiba di rumah Emak langsung memelukku dan berkata" tadi Boss mu datang ke sini bersama sahabat mu ?

__ADS_1


Apa? kesini, ujarku tak percaya, iya' kesini tegas Emak ku dengan tatapan bahagianya,, akupun turut bahagia melihat kebahagiaan Emakku.


Satu masalah selesai ujarku dalam hati sembari duduk menatap wajah ku dicermin,kok Selina diam diam tanpa memberitahu ku, gumamku sedikit kecewa.


__ADS_2