
Seperti biasa aku bersiap-siap untuk berangkat bekerja setelah sarapan bersama, aku mengajak Hana berjalan menuju ketempat kerjaku.
"Mama...Om Gino datang, "Gimana?" kalo liat kita tak di lumah,"ucap Hana. buatku menghentikan langkah ku.
"Tak apa, kan ?"Om Gino bisa nyusul kita, "ucapku agar Hana tak bertanya-tanya lagi.
langkah ku kupercepat biar lebih cepat tiba ditoko.
Sebuah mobil berjalan lambat,"pagi Hana?"
naik mobil yuk" ajak nya pada anakku.
Hatiku mendadak kesal pada, Siapa lagi?
dialah Gino.
"Mau Om.."ucap Hana cepat, Hana capek keluhnya pada Gino.
wajah ku menjadi malu, demi menghindar dari Gino Hana jadi korban egoku.
Aku duduk dibelakang sedangkan Hana duduk di kursi depan bersama Gino, Hana dan Gino saling bertatapan dengan senyum.
Hana...ikut Om aja' mau?"
tanyanya pada Hana.
Hana mau tetapi Mama... anakku tak melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
"Apa aku egois, batinku bergumam lirih.
Hana pun bersama ku turun saat tiba di toko.
"aku mengucapkan terima kasih dan masuk kedalam toko.
Hana pun masuk ke dalam tempat khusus untuk Hana bermain, akupun mulai berdiri di depan kasir untuk melayani pembayara.
Seperti halnya kemarin Hana sesudah meminum susunya ia tidur siang sendiri. Bosku tersenyum melihat kearah Hana yang tertidur pulas sambil memeluk boneka Teddy bear.
"Angel..apa?" kamu ada terbersit keinginan buat mencari sosok ayah buat Hana, "cicitnya nya menatapku tak berkedip seolah ingin tahu isi hatiku.
"Maaf..jika pertanyaan ku menyinggung perasaan mu",aku hanya merasa iba pada Hana, "jelas nya sambil tersenyum tipis kearahku.
"Tak apa, "ucapku sambil tersenyum kecil. bagaimana mungkin hal itu tak pernah terbersit dalam benak ku.
Sosok Gino hampir mendekati syarat itu, tetapi Entah mengapa aku masih ragu dengan hatiku sendiri.
"Siang nanti, Gimana?kalo kamu menemaniku makan, "ujarnya dengan raut muka sedikit bersemangat.
"Aduh.. Gak enak pada yang lain," tolak ku halus,ia lalu pamit dan berkata" ya sudah, lanjutkan pekerjaan mu," ucapnya seraya tersenyum padaku.
Sorenya aku kembali dijemput oleh Gino, Hana nampak makin lengket dengan Gino pria berkemeja yang selalu buatku terpukau dengan tatapan dan penampilannya.
"Hana kerumah nenek mau," ucapnya saat mobil nya meninggalkan tempat kerjaku.
"mau Om ?"sahut Hana cepat dan senang sekali.
__ADS_1
Aku masih sibuk dengan pikiran ku sendiri,
kehidupan seperti apa ini?"
lirihku dalam hati.
Aku begitu terkejut aku telah tiba di rumah Mama nya Gino,tak ada komunikasi antara aku dan Gino.
Oh' sudah sampai ya' tanyaku pada Gino?
ia tersenyum melihat tingkah ku yang melamun.
Ini kedua kalinya.aku memasuki rumah kediaman Mama nya Gino yang bernama
Murni.
Wanita yang tatapan matanya teduh dan tenang itu, nampak memberikan kue kering dan basah pada Hana.
Sebenarnya,niat ku tadi mau pulang saja, untuk membersihkan diri dan berbaring sekadar beristirahat.
Aku terkejut saat Gino duduk didekat ku, wangi parfum dari tubuhnya membuat aku bergumam sendiri. wanginya Batinku berkomentar.
Angel...ada apa?"
"kok dari tadi kamu kayak mikirin sesuatu,aku berharap itu adalah aku?", bukan pria yang meninggalkan luka di dihatimu, "ucapnya saat aku tengah didapur.
Aku di sini karena perintah Gino agar aku membuatkan dia kopi tadi, jika tak aku malu sekadar untuk minum atau di apapun dirumah ini.
__ADS_1