
Tak terasa bulan berganti bulan, hari ini hari terakhir ku periksa kandungan kepuskesmas Hayden masih tetap setia menemaniku.
Aku menatapnya ia terlihat murung dan seperti ada yang ia tengah pikirkan.
sayang... ucapku sambil tersenyum padanya.
Ia segera menoleh ke arahku, ada apa tanyanya sambil menatapku?"apa perutmu sakit cetusnya sambil meraba perut ku yang nampak membuncit.
"Tak sahutku menimpali pertanyaan nya.cerita padaku ujarku sambil tersenyum," jika aku Gak bisa menemani kamu bersalin, temanku boleh menemani kamu?
Memang nya kamu mau kemana?"
tanyaku menatapnya dengan tatapan tajam, "Akh Gak apa ucapnya sambil memeluk ku.
Seminggu kemudian
Siang ini aku tengah bersantai di depan rumah
bersama Hayden dan orangtua ku sambil memakan pisang goreng.
Emak aku ingin kekamar kecil ujarku
pergi lah !" hati hati timpal Emak padaku, akupun berjalan pelan menuju kekamar kecil.
Suamiku mengikutiku dari belakang
apa kamu baik baik saja desusnya menatap lekat kearah ku.
Aku temani didalam ujar nya dengan tatapan mata cemas melihat ku.
"Gak usah tolak ku halus.
Setelah dari kamar kecil perutku rasa tak nyaman rasa sakit mulai terasa makin lama semakin sakit.
Perutku sakit ujarku sambil menatap kearah nya, ayo " kita kerumah sakit ucapnya seraya memegangi tangan ku.
__ADS_1
"Gak ?"aku maunya bersalin dirumah bidan yang kita temui kemaren jawabku
"baik lah sahutnya"
sambil menenteng tas ditangan kirinya.
Setiba dirumah bidan, bidan nampak sumringah menyambut aku '
udah ada tanda-tanda mau lahiran?"
ujar Bu bidan padaku'.
" Sudah, jawabku"? singkat.
mari berbaring tukasnya padaku.
saya periksa dulu?"sambung nya.
Sesudah itu ibu bidan,,"berkata' mungkin nanti malam baru lahiran ucap bidan melihat kearah Hayden dan Aku.
Pulang dulu bisa atau disini nunggu pembukaan nya nambah,soalnya ini baru pembukaan 3 ujar ibu bidan.
Biar cepat kamu ditangani jika mau lahiran ucap nya sambil menatap penuh sayang.
Ia membelikan aku nasi berikut lauk pauk dan sayur ",ini dimakan "ujarnya sambil membuka nasi dan siap menyuapiku.
Perutku terasa sakit ?"aku Gak mau makan ujarku dengan meringgis sakit
" Harus makan biar ada tenaga "ujarnya seperti Emakku saja.
Emakku tiba tiba ada didepan pintu rumah Bu bidan ' masuk Emak ucapku sambil memegangi perutku yang makin tak tertahankan sakitnya.
Malam pukul 22:04 setelah berjuang bayi kupun lahir.suamiku melihat kearah ku dengan senyum yang bahagia.
Permisi terdengar suara diluar rumah, akupun memandang kearah suamiku dan kearah orangtuaku.
__ADS_1
Siapa yang datang Emak?"tanyaku pada Emak,"Ga tahu "ucap Emak yang sedang menggendong anakku.
"Biar aku aja yang lihat,tutur hayden suamiku ,mataku terkejut melihat Gino.
Gino ngapain? kamu kemari,
Apa "aku Gak boleh bertemu dengan anak kandung ku".
Gino kamu bicara apa? "bentak ku pada Gino
jadi kamu sudah mulai sadar diri? "
cercaku padanya.
Bukan Gak bisa tetapi nanti ucapku
datar pada Gino temanku.
Terbayang malam itu "
Gino menemuiku ia berkata " kalo kamu mau pulang, "
Buruan biar aku yang jagain dia ujar Gino padaku.
Tak kusangka kepergianku untuk pulang sebentar, dimanfaatkan Gino untuk melakukan sesuatu yang tak terpikirkan olehku.
Hayden siapa dia? "Kedatangan Emak sontak buatku terkejut.
temanku mak "?dia mau melihat anakku.
Oh ya "?kenapa tidak suruh masuk tanya Emak padaku.
Hatiku diliputi rasa curiga melihat pria yang bersama dengan hayden suamiku anakku
tak mirip hayden.
__ADS_1
Tetapi Akh " mungkin ini cuma pikiranku saja batinku bergumam.
hari ini aku pulang kerumah setelah dua hari dirumah bidan.