
Tak terasa sebulan penuh sudah berlalu, emak dan Bapak ku memilih menjalani pengobatan dengan ritual seperti nenek moyang ku.
Pengobatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat adat Kalimantan yang bagi orangtuaku menjadi pilihan terakhirnya.
Setelah menerima gaji dari kantor sore ini aku berangkat menuju kearah kampung halaman orangtuaku.
Beruntung pak Hayden memberikan izin, jadi Aku bisa dikampung 3 harian lumayan lah untuk ku melepaskan rindu pada Emak dan Bapak ku.
Batinku bermonolog, mobil travel membawa ku dengan kecepatan tinggi,rasa pusing dan mau muntah jadi satu.
Aku tak sendirian ada beberapa orang yang juga kukenal mau kekampung, tiba tiba seorang ibu muntah disamping ku.
Rasa jijik membuatku menutupi bagian mulutku dengan jaket, beruntung aku selalu membawa balsam yang berguna di situasi seperti ini.
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya aku tiba, akupun mengetuk pintu rumah Om Suryo.
Pintu dibuka, Angel kamu kok' kesini ujar Om setengah kaget melihat kehadiran ku, yang datang tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Setelah membersihkan diri akupun berniat beristirahat,Emak dan bapak sudah tidur diruang tamu saat aku tiba tadi.
Emak menyelimuti seluruh tubuh ku, karena cuaca dini hari ini sangat dingin, Angel Bapak mu masih melakukan proses pengobatan terakhir.
Oh'begitu ?" aku kesini sebenarnya mau jemput Emak dan Bapak ucapku sambil menatap kearah Emakku tersenyum.
Sudah Emak duga maksud mu kesini ujar Emak sambil membelai rambut ku pelan, Angel kamu di ada uang? ucap Emak.
__ADS_1
Ada, Ini Emak ujarku sembari menyerahkan uang kepada Emak,kok banyak sekali ?"
Sekalian beli sembako buat om ujarku sambil tersenyum manis pada Emak.
Anak Emak emang baik puji Emak seraya mencubit pipiku pelan, Mak"sakit keluhku sambil memeluk Emakku.
Bapakku Tengah asyik mengobrol dengan Om ku ,setelah memasak sarapan dengan Tante aku lanjut kekamar mandi.
Setelah itu,aku mengajak Emak ke toko yang lumayan besar di tempat ini, toko tersebut tak terlalu jauh dari rumah.
Tiba di toko aku lekas membeli beras,gula, teh,dan lainnya.Emak nampak membeli sabun cuci piring.
Emak Gak beli kue kering, tanyaku sembari menatap kearah deretan kue kering di meja dekat kasir.
Angel panggilan dari seseorang yang nampak asing ditelinga ku.
sontak mataku tertuju pada suara yang memanggil nama ku.
Deni kamu ngapain disini?
tanyaku penasaran.
Menurut mu?
ngapain ujarnya balik bertanya kepada ku.
__ADS_1
ditanya kok balik bertanya ujarku dengan kesal.
Mau belanja kebutuhan ponakan ku lah?
jawabnya sambil mengambil susu dan popok yang berukuran besar.
Biar gak cepat kehabisan ujarnya sambil menatapku intens.
Kamu kapan balik? lusa jawabku singkat.
Kita barengan Gimana?
soalnya aku Gak ada teman jelas nya sambil keluar dari toko bersamaan dengan ku.
Bisa jadi soalnya aku Gak punya banyak teman yang mau ikutan milir sahutku seraya berjalan menuju kearah rumah Om Suryo.
Deni pria berambut putih dengan tinggi badan 165 dia karyawan magang dikantor ku dan Deni salah satunya.
Aku kenal Deni tak sengaja.saat itu cuaca panas tiba tiba hujan didepan kantor ia menawarkan tumpangan untuk ku.
Sejak saat itu, aku bisa dibilang temanan sama Deni, berhubung aku masih disini sepupu ku bernama Hendra meminta ku ikut ia memancing ikan.
Panas begini protes ku,
Daripada diem dirumah mending ikuti aku ajakan Hendra padaku'.
__ADS_1