
Sebulan berlalu begitu cepat.siang ini aku didatangi seorang pria ia melihat lihat rumahku sambil bertanya tentang orangtuaku.
Mbak kalo malam rame tak disekitar sini? tukasnya, tanpa berpikir panjang ku jawab sesuai dengan keadaannya.
Kalo malam hari sich sepi tetapi ada beberapa orang yang berjaga jaga dipos kamling ujarku sambil menatapnya dengan senyum ramah.
Malam ini aku sendirian.Emak dan Bapak pergi ke rumah tetangga yang mengadakan acara syukuran rumah baru.
Akupun mengunci pintu dan jendela dan masuk kedalam kamar ku, karena rasa ngantuk akupun tertidur pulas di dalam kamar ku.
Tubuhku digoyang goyang kan dan suara Emak memanggil manggil namaku Angel bangun ucapan Emak berulangkali.
Emak ucapku. Angel pintu kamu tak dikunci kh?" cecar Emak menatapku tajam,dikunci Mak"? jawab ku.
Angel rumah kita dibobol maling, televisi dan elektronik didapur hilang ujar emak dengan nada suara sendu.
Akupun berdiri lalu bergegas menuju kearah ruang tamu dan lanjut kedapur, semuanya Gak ada.akupun terduduk lemas di lantai dapur.
Emak ternyata bukan hanya rumah kita saja tetapi rumah Bu Yuna dan beberapa tetangga nya juga dibobol maling tukas Bapak yang baru memasuki rumah.
Wajahku mendadak pias mengingat dua orang asing yang siang tadi kerumah, kenapa aku begitu bodoh tak curiga sedikitpun pada pria itu.
Tetapi penyesalan ku tak ada gunanya lagi,
__ADS_1
akupun bergumam lirih.
Bener ulasan buku rohani yang Aku baca.
Kumpulkan harta mu disorga,disorga tak ada ngegat dan karat dan tak ada pencuri disana,
simpanan bersifat kekal batinku.
Pak maafkan aku ,ini disebabkan karena salahku cicit ku pada Bapak,bapak melihat ku dan berkata' tak ada sesuatu terjadi tanpa seijin Tuhan.
Mungkin ini teguran buat kita agar mengumpulkan harta disorga bukan didunia yang penuh kejahatan dan fana ini tukas Bapak dengan bijaknya.
Pagi ini Aku memasak dengan kayu bakar,kayu yang aku ambil dari hutan kecil dibelakang rumah.
Emak tengah memotong sayuran , Angel apa kamu Gak mancing ikan dikolam mbok Hani
tukas Emak mengejutkan ku.
Apa Emak sama bapak mau makan ikan ujarku sambil menatap kearah Emak ku yang sedang mengiris bawang merah.
Iya'kan udah sebulan berlalu semenjak kamu diberhentikan kerja,kita tak lagi makan lauk ikan keluh Emak padaku.
Rasa bersalah menyelusup kedalam hatiku, aku merasa tak berguna bagi orang-tuaku , akupun mengambil kail pancing dan pergi ke kolam mbok Hani.
__ADS_1
Mbok Hani adalah Sepupu jauh Emakku, rumah nya berjarak hanya 50 m dari rumah ku. Mbok kesawah kalo sepagi ini.
Akupun sudah menaruh umpan di mata kail pancingan sembari menunggu aku bersenandung kecil.
Tiba-tiba saja pancinganku ditarik ikan
dengan susah payah akhirnya aku berhasil menarik pancingan ku.
Ikan nila besar ternyata yang tersangkut dimata kail pancingan ku,senyum menyungging dibibirku.
Akupun memutuskan pulang ke rumah ku
ditengah jalan aku diklakson berulangkali oleh pengemudi mobil.
Tanpa menoleh,Aku mempercepat langkah ku
hingga tiba di rumah ku.
tak ku duga mobil tersebut berhenti tepat didepan rumah ku.
Emak didepan ada orang di tolong bilang saja aku tak ingin ditemui tukas ku pada Emak, emangnya itu' siapa?"tanya Emak.
Gak kenal sih" ucapku tetapi apabila menanyaiku bilang aja yang aku bilang tadi ujar ku pada Emak sambil menuju kearah dapur.
__ADS_1