Mengejar Cinta CEO Tampan.

Mengejar Cinta CEO Tampan.
Bab 46.Pertemuan


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu aku menampik kecurigaan Gino pada Prayogi Bosku, selama 6 bulan ini terbukti tak ada yang dikuatirkan pria yang bernama Gino itu benar adanya.


Angel...tuh" cowok ganteng mu jemput, "tukas Ririn teman kerjaku sambil menatap ke depan toko.


"ya'..Gino terlalu berlebihan menurutku,sejak pertama bekerja hingga 6 bulan ini pulang ataupun pergi, ia tak pernah telat menjemput ku.


"hai..."ucapnya disertai senyuman yang selalu ia tunjukkan tiap kali menjemput ku '


"Akh' kamu pake acara nyapa segala protesku padanya yang disambut dengan senyum hangatnya.


Sebelum pulang,kita mampir ke rumahku ya"?


"ucapnya memohon padaku.


sebenarnya bukan kali ini saja, ia mengajak ku kerumahnya tetapi sudah beberapa kali malahan.


Rasa tak enak merasuki hatiku, tetapi kalo ia mengenalkan aku pada orangtuanya, "Gimana, keluhku membatin.


"Angel...mau ya' bujuk nya sembari menatap ku dalam, mata itu terlihat menghiba padaku.


baik lah...!"demi Gino anggap saja,sebagai balas Budi, ia sudah baik padaku,aku berbicara pada diriku sendiri.


"Ayo'.."ucapku ?"kemana tanyanya, sambil menatap wajah ku dengan tatapan tak mengerti.


"Lantas kemana? "ucapku,ketempat kediaman mu lah "ucapku sembari berjalan menuju kearah mobilnya.


*Bilang dong" dari tadi, kalo mau imbuhnya seraya tersenyum bahagia, terima kasih ucapnya sambil memegang tangan ku.

__ADS_1


"Om.... no...no..."ujar Hana dari kursi belakang,aku baru sadar ternyata Hana melihat Gino memegang tangan ku.


Oh' "Ga boleh ya" sambut Gino sambil melihat kearah kaca mobil melihat Hana yang wajahnya menatap marah pada Gino.


" Om Gino boleh jadi Papa Hana kan?"


Hana terdiam. terlihat ia memegang dagunya berpikir, lagak nya seperti orang dewasa. batinku berbicara.


"Boleh Om, "ucap Hana.buatku diam tanpa bicara , kamu dengar sendiri, Hana mau jika aku jadi papa nya.


"Imbuh Gino sambil melirikku sekilas.


Aku tiba di rumah sederhana namun cukup nyaman didepan nya ada taman dan pohon buah.


Berbagai jenis bunga ditata sedemikian rupa sehingga seperti taman bunga tampaknya,


"Mari masuk, "ujarnya ramah padaku.


dan gadis kecil ini siapa, namanya?" tanya Ibu ini pada Hana anakku.


Ma... didalam aja ngobrol nya, "ujar Gino pelan. yang ternyata adalah Mama nya.


Angel ini Mama ku , cantik puji Mama nya padaku,aku tersenyum tipis mendengar pujian nya.


Dan Gadis kecil ini ?"


Hana ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Hana mau tinggal di disini bersama nenek, "ucap Hana melihat kearah Gino,aku dan terakhir tatapan matanya tertuju pada Mama nya Gino.


Hana terdiam. hingga Gino datang dengan baju kaos biru dan celana pendek.duduk didekat Hana.


Kalo Hana mau tinggal disini tetapi harus sama Mama imbuhnya seraya tersenyum manis pada Mama nya Gino.


Oh' benarkah demikian?" tukas Mama Gino sumringah,raut wajahnya terlihat senang mendengar penuturan Hana anakku.


Hari telah senja akan malam. Mama Gino seakan-akan tak rela aku pulang.


Obrolan ringan sambil memasak makan malam begitu menyenangkan, apalagi dengan gurauan Gino yang buat suasana jadi lebih santai.


Kamipun menikmati hidangan makan malam,Gino sudah saatnya menikah dan berkeluarga,


"mama kesepian," katanya tatapan mata Gino tertuju kearah ku.


Seketika tangan Mama nya memegang tangan ku, Angel mama berharap kamu mau jadi pendamping hidup Gino.


"Gino memiliki segalanya, "cetusnya padaku.


"kamu tak perlu lagi bekerja seperti ini, kasihan Hana," ujarnya menatap iba pada Hana yang asyik menonton kartun kesukaannya.


Mama juga minta maaf atas kejadian itu dua tahun silam kalo Mama tak salah,Mama tak percaya Gino berbuat seperti itu padamu.


hening sejenak


"Apa Gino cerita soal itu' aku membatin.

__ADS_1


Tentu kamu kaget. Gino cerita semuanya sama Mama,dari situ Mama tahu Hana adalah cucu Mama,"ucapnya seraya meneteskan air mata.


__ADS_2