
Hari telah berganti. aku sudah bersiap-siap sesudah bersih bersih dan sarapan pagi,
aku menikmati sarapan dalam diam tanpa bicara.
Hana terlihat cantik dengan gaun pemberian Bu murni bukan hanya satu tetapi banyak, akupun tak ingin berkomentar soal apapun pagi ini juga gaun itu'.
Entahlah aku merasa marah dan benci pada Gino saat ini, satu yang ada di pikiran ku, hanya pulang dan pulang.
Mobil Gino telah dipanaskan, akupun berjalan menuju kearah mobilnya bersama Hana anakku.
Setiba dirumah kediaman ku,aku langsung membaringkan tubuhku ditempat tidur, tanpa ingin melakukan sesuatu termasuk bekerja.
Hana bermain didepan tv ,kukunci pintu agar Hana tak keluar dari rumah.
Hpku berdering berulangkali didalam tas ku,
ku lihat Bosku yang menghubungi ku
akupun menekan tombol diam.
Tak ingin bertemu ataupun mengobrol dengan bos ku itu, rengekan Hana memasuki kamarku.
ma..ma... susu 'ujarnya sambil menatapku.
Dengan pelan aku menuju ke dapur untuk membuat kan Hana susu, didepan rumah suara mobil berhenti.
Tok... tok... tok...
ma...ada olang"? tukas Hana menatapku.
buka Gak ya'tanyaku pada hatiku sendiri.
Setelah berganti pakaian dengan pakaian daster aku berjalan menuju kearah pintu depan.
__ADS_1
aku tersenyum tipis kearah Bosku yang tiba-tiba mengunjungi ku.
"Apa kamu sakit?"
Tatapan matanya tertuju pada ku
akh' aku hanya ingin dirumah saja hari ini,
"ujarku pelan.
Apakah anda yang kamu sembunyikan dariku "ujarnya menatapku tanpa ekspresi tetapi nampak sekali ia memintaku ku untuk jujur saja.
Kututupi baguan leher ku yang baru aku sadari bahwa ia terus melihat kearah area tersebut,
ia semakin mendekati wajahnya kearahku tanpa berkedip.
Apa yang terjadi sama kamu celoteh nya lagi padaku?"jangan katakan kalo pria itu telah melakukan tindakan tak terpuji padamu,"cecarnya kearahku tajam.
Akupun tak bisa menahan gejolak dihatiku, akupun menangis didadanya,"luapkan emosimu dengan menangis agar hatimu merasa lega,"nasihat nya sambil memeluk ku.
ia tersenyum kecil dan berkata"
jaket ku lembab karena air mata mu.
Urainya dengan senyum bergurau padaku.
iapun menatapku intens dan berkata"
"apa aku boleh, mengecup bibir mu semenit saja'ujarnya sambil melihat kearah ku.
Kamu apa apaan sih !"?
Aku bercanda ujarnya sambil mengodaku.
__ADS_1
ehem... ehem...
oh' pantes kamu Gak mau kerja,rupa rupanya itu penyebab nya.
Sekali lagi kamu bahas soal itu"
aku tak mau bertemu dengan kamu lagi, "ucapan bernada ancaman aku tunjukkan padanya.
Agar ia tahu aku marah bahkan kesal.
tetapi Enak kan?"
"aku aja penasaran Gimana rasanya itu godanya lagi.
Nikah sana, biar kamu tak penasaran,"cecarku tak bisa menahan emosi yang berada diubun ubun kepalaku.
Aku bukan pria bejat semacam itu, Belanya ?"
"aku nikahin dulu kamu, baru aku ngelakuin hal itu cicitnya tegas.
"Gimana kalo aku, buatkan kamu jamu?"
biar tenaga mu kembali Full , gak usah aja' timpalku sambil berbaring di sofa ruang tamu.
"Aku tak suka ditolak,bentak nya tetapi tak terlihat emosi didalam kata katanya, yang ia utarakan padaku.
Bau jahe begitu menyegarkan, Wah' aku tak tahu kamu suka buat jamu sederhana seperti ini," ucapku memujinya.
Ini semua kulakukan demi kamu, "ujarnya sambil menatap wajah ku sangat dekat
bahkan napasnya mengenai wajah ku.
Dimataku kau begitu sempurna ,aku tak peduli dengan dirimu yang dinodai oleh laki laki lain,
__ADS_1
asal hatimu dan raga mu miliki ku seorang "ucapannya menggetarkan hati ku.
"