
Hari hariku kulalui bersama dengan Hana, semenjak hari itu'aku keluar dari rumah ku putuskan hubungan dengan Hayden sepihak.
Ia tetap biasa biasa saja memperlakukan ku,
jujur hatiku selalu berdesis tak percaya jika ia berbuat baik kepada ku.
Bagiku ia pintar bersandiwara didepan orangtuaku, Entahlah mungkin aku telanjur sakit hati karena perbuatannya hari itu' atau Rasa cintaku telah mati, aku membatin.
Siang ini aku memutuskan bersantai dirumah Bu Sarmi, di depan rumah kulihat seorang wanita tengah hamil ia begitu kesulitan membawa barang belanjaan nya.
Tiba-tiba motor berhenti tepat di dekatnya, *sayang... udah aku bilang tadi, biar Abang aja yang belanja' Tutur pria dengan nada lembutnya.
Bang...aku Gak tega bangunin Abang,kan"Abang baru pulang kerja jadi aku mutusin untuk pergi belanja jawab si wanita tak kalah manisnya.
Terbayang olehku perlakuan Hayden ketika aku mengandung Hana ,ia begitu perhatian membuatku bagai Ratu dihatinya tetapi itu'
dulu Batinku bergumam sendiri.
Angel... Hayden bilang kamu tak peduliin dia kenapa?" tukas Bu Sarmi."duh..Kok Hayden pake acara ngadu ngadu ke Bu Sarmi batinku bermonolog.
"Aku musti jawab apa?"
tetapi aku emang Gak terlalu peduliin dia,dia udah makan apa belum?"dia mandi atau tidak,
dan pokok nya aku sakit hati ia dekat dengan wanita lain.
Angel... Panggil Bu Sarmi padaku"
__ADS_1
ooh' itu pasti pikiran nya saja' Bu" aku berdalih,aku tak ingin Bu Sarmi tahu yang sebenarnya meskipun mungkin ia tahu sendiri nantinya.
Oh'ya...?" kamu belum berencana nambah momongan Tutur Bu Sarmi padaku"
iya' dulu aku sempat keguguran karena terjatuh.andai waktu itu aku hati hati itu pasti takkan terjadi batinku.
"Belum Bu" jawabku singkat!
"Lo kok"? ditunda kan" itu lihat Hana keliatan banget mau punya temen main ujar Bu Sarmi melihat kearah Hana dan Adek temannya.
Hana Tengah bermain dengan Bella dan Adik nya, mumpung masih muda timpal Bu Sarmi lagi kearahku.
"Bu Gimana mungkin?" berencana untuk nambah anak, rumah tangga ku aja' ada wanita lain Batinku berkomentar.
Sudah beberapa bulan aku menghindari dari Hayden.setiap kali aku melihat nya,bayangan ia tengah bercumbu mesra dengan Tasya begitu membekas dihatiku.
Ia mencari sendiri pakaian dilemari ,
setelah berpakaian ia berkata"
Kamu Gak keberatan kan?"kalo aku tidur di sini ujarnya sambil menatapku intens.
"Apa bosan tidur sendiri?"
batinku berbicara.
Badanku sakit aku mau diurut sama kamu celoteh nya lagi.
__ADS_1
Tatapan matanya tertuju pada bagian dadaku yang terbuka,perlahan kututupi bagian dadaku dengan selimut.
Kamu istriku dan masih Syah, tidak ada wanita lain selain kamu Tutur nya menatapku dengan pandangan yang lebih intens.
Perlahan aku hendak berdiri tetapi tangannya memegang tangan ku, "jangan terus menerus menjauhiku,aku sangat tersiksa karena itu" ujarnya sambil menatapku sendu.
Batinku berdesis"kamu omong kosong belaka, kulihat kamu bercumbu mesra dan sangat menikmatinya.
"Angel.. bicara jangan diam saja cecarnya
kearahku, ia mendekatiku, aku terus mundur hingga aku menempel di dinding.
Wajah tampan itu sejenak membuatku semakin tersipu sipu dengan tatapan matanya yang teduh dan hangat.
Aku begitu terkejut dengan sikapnya yang
tak permisi padaku"
Malam ini aku meminta hak ku ujarnya sambil tersenyum menatap wajah ku.
Sentuhan lembut dipipiku membuat hatiku berdebar kencang napasku seakan berhenti ditenggorokanku.
Malam ini seakan-akan menjadi saksi aku memadu kasih dengan Hayden, sungguh hatiku melunak dengan rutinitas yang tak biasa semacam ini.
Hatiku menolak keinginannya tetapi tubuh ku
menginginkannya,tak singkron batinku bergumam antara bahagia dan marah pada diriku sendiri.
__ADS_1