
Emak mana bapak?" tanyaku saat pagi ini ku tak lihat sosok bapak, biasanya bapak duduk didapur menemani Emak.
Bapakmu Emak suruh tidur lagi katanya kepalanya sakit imbuh Emak sambil mengaduk teh .
Emak aku mau kerja ikut teman keibukota
hari ini , kok dadakan protes Emakku menatap kearah kakak ku.
Aku lupa bilang sama Emak, ujarnya santai.
kakak bohong ya' goda ku pada kakak ku,
jangan sok tahu ujar kak Arjuna melotot kearah ku.
Bapak mu sakit sebaiknya tunda dulu keberangkatan mu ,tukas Emak sendu.
Meski Bapak sakit Aku tetap berangkat ya" Mak ucap kakak ku memelas.
Arjuna sejak kapan kamu berani membantah kata kata Emak, selama ini Emak selalu memberikan apa mau kamu.
Begini balasan kamu sama Emak dan Bapak mu ujar Emak dengan nada tinggi bahkan mungkin didengar oleh tetangga ku.
Aku pun memegangi tangan Emakku dan berkata" kak Emak benar tunda dulu lagian bapak dan Emak butuh kakak aku turut menimpali kata kata Emak.
Tanpa bicara sepatah kata kakak ku keluar dari rumah, Arjuna tunggu ucapan Emak sambil melangkah cepat menyusul kakakku.
Selangkah lagi kamu melangkah maka pintu rumah ini tertutup untuk mu ucapan Emak bagai ancaman terhadap kakakku.
Tetapi sayang kakak ku tetap pergi tanpa pamit pada Emak, Mak ucap ku" sambil kupeluk tubuh Emak yang kurasa kurus tak seperti setahun yang lalu.
Selina menjemput ku.
akupun berusaha bersikap seolah-olah semuanya baik baik saja.
__ADS_1
Angel Gimana?
Boss kita ganteng kan?
cetusnya padaku.
Kamu Bener 100% sahutku dengan wajah yang kubuat sebahagia mungkin.
apakah Boss baik padamu? cecarnya kearahku.
Baik ucapku.
syukurlah kalau begitu,jujur aku merasa Boss kita tuh" Agak susah suka dengan wanita.
Akh' masak sich ujarku tak percaya.
Iya' soalnya teman-teman ku, udah berbagai macam cara menarik perhatian nya tak mempan ucap Selina.
Berarti aku juga tak mungkin Aku jelek begini gaya berpakaian model tahun 80han lagi keluhku.
cibiran terdengar ditelinga ku.
lho "! rok panjang lebar itu' yang kemaren kayak Nya seru seorang wanita rambut nya pirang dan seksi.
Selina kamu kok mau maunya temanan sama Gadis berpakaian udik gitu?"
ujar dia yang menghina ku kemaren.
Angel lebih baik dari kalian ia bukan penjilat kayak situ situ tunjuk nya kepada dua orang Gadis berpakaian rapi dan agak seksi.
Selina kamu tuh' Gak takut sama kita, tinggal satu kata saja' dari kita kamu bisa tak kerja lagi disini, cerocos gadis pirang warna kuning.
Oh'ya ujar Selina dengan lagak sok berani.
__ADS_1
Selina udah gak usah diladeni ya"
pintaku memohon.
Ada apa ini ?
saling beradu bicara pun terhenti mataku tertuju pada suara yang sangat keras.
Ternyata Boss perusahaan yang tengah berbicara, kalian berempat menghadap keruangan saya ujarnya dengan nada datar.
Tanpa kusadari kami menjadi pusat perhatian karyawan dikantor ini,sungguh malu rasanya apalagi tidak satu dua orang tetapi banyak orang.
Kami masuk keruangan Boss dengan hati cemas, Gimana tidak takut kami seakan hendak diadili karena perbuatan kedua wanita jahat ini.
Boss nampak menatap kearah aku dan Selina Angel bisa jelaskan apa yang kalian ributkan,
dan membuat ricuh.
Aku menatap kearah Selina sahabat ku, kenapa harus aku? bukankah ini bukanlah salah ku decitku dalam hatiku.
Akupun cerita yang sebenarnya meskipun aku tahu aku akan menjadi musuh utama dua wanita cantik dan sombong ini.
Lisna dan Ayu kembali bekerja dan jangan buat masalah lagi imbuh Boss dengan tatapan mata
menahan emosi.
Jadi kita tak di sanksi ini Pak"?
seloroh kedua nya.
untuk kali ini, tidak tukas Boss Hayden.
Terima kasih pak?
__ADS_1
ujar keduanya bersamaan.
Kalian semua silahkan keluar ujarnya pada kami semua, akupun keluar dari ruangan Boss menuju kemeja kerja ku.