
Waktu menunjukkan pukul 04:00 akupun membereskan meja kerja ku, berniat hendak pulang tetapi tiba-tiba,
tanpa kusadari kedua wanita tadi pagi udah memegangi kedua tanganku.
Lisna menarik tanganku membawa ku kesuatu tempat , mau kalian apakan aku?
ujarku menahan rasa sakit.
Diam saja, jangan banyak bicara.
Gertakan Ayu padaku.
Akupun didorong kedalam yang ternyata Gudang.
Meski matahari masih bersinar tetapi diruang ini tak terlihat begitu terang,kau tahu ini akibat kejujuran mu ucapnya seraya mengikat tangan dan kakiku.
Kenapa aku disekap di sini" bukankah kalian tak di beri sanksi oleh pak Boss ujarku seraya menangis.
Jangan menunjukkan kelemahan mu ,
kami ini tak mudah bersimpati pada orang seperti mu.
Kau lihat dirimu tak sepadan sama kami,jadi jangan coba-coba berani sama kami berdua,ini peringatan pertama dan terakhir untukmu
tukas Lisna padaku.
Tetapi aku tak ada keinginan untuk menjadi tandingan kalian ujarku sambil menatap kearah wajah mereka berdua.
Merekapun saling bertatapan dan memilih pergi meninggalkan ku.
Lisna tolong jangan kurung aku di sini ujarku dengan tangisan.
__ADS_1
Pintu pun ditutup rapat.
Akupun berdoa memohon agar ada orang yang nemuin aku digudang ini.
Namun hingga malam tidak ada seorang pun hanya suara suara tikus yang berlarian di sekeliling ku.
Karena lelah dan perut teramat lapar buatku sangat sulit tertidur.
Belum lagi Gudang ini Gelap gulita.
Dua hari sudah aku terkurung digudang ini rasa lapar dan haus begitu menyiksaku, aku merasa setengah mati.
penglihatan ku mulai menghitam dan akupun pingsan.
Sentuhan lembut dipipiku membuat ku terbangun.
Bapak .. bapak
ucapku dengan nada suara hampir tak terdengar.
Tiba-tiba pintu gudang dibuka dan wajah Selina
sahabatku muncul dengan panik bersama satpam yang berjumlah dua orang.
Angel.. Angel bantu angkat Pak" tukas Selina panik, aku sudah lemas dan memucat.
Angel kuat ya"maafkan ini semua salahku cicit nya sambil memegangi tangan ku.
Suara Bapak terdengar jauh sekali ,
seperti berjarak berkilo-kilo meter dari ku.
__ADS_1
Nak" sadar lah ini bapak mu dan Emak mu ada disini.
Perlahan-lahan aku membuka mataku,Terlihat ada Emak dan bapak ku,nampak ada sisa air mata dibawah kelopak mata Emakku.
Emak dan bapak,aku pikir aku takkan bisa melihat Bapak dan Emak lagi ujarku dengan air mata yang mengalir di pipiku.
Angel jangan bicara yang tidak tidak kakak mu sudah meninggalkan Emak dan bapak, masak kamu mau tinggalkan emak dan Bapak juga ujar Emak dengan sendu.
Angel kamu makan ya" biar Emak nyuapin Tutur Emak seraya mengambil piring yang terletak di meja disebelah ranjang tempat tidur ku.
Gimana rasanya enak? tanya Emak.
sangat enak Emak jawabku sambil tersenyum senang.
Disela-sela obrolan aku dan orangtuaku
Selina sahabat ku berkata" Angel Gimana?
keadaan mu, tukasnya dengan wajah tak enak hati padaku.
Sel...aku gak kenapa?
jangan seperti ini,ini salah ku sendiri bukan salahmu ujarku menghibur nya.
Setelah diperiksa Aku baru boleh
pulang besok, Emak ku menemanik,Emak nampak lelah dari rona wajah nya.
Emak tidak apa-apa,Sel...makan yang banyak ya" lihat karena tak makan kamu terlihat lebih kurus.
Apakah Angel mau tandingi Emak soal badan yang kurus ujar Emak dengan nada mengodaku.
__ADS_1
Bagus kurus Emak biar sewaktu waktu dikejar penjahat,aku larinya kencang dan tak tertangkap deh "! ucapku sambil menatap wajah Emakku.
Emak memeluk ku erat dan berkata" Emak bahagia melihat senyum di wajahmu, lain kali bicara bohong saja' biar tak dimakan oleh teman teman kantor mu nasihat Emakku.