
Saat sedang duduk didepan rumah, seorang pria muda berjas hitam berdiri didepan rumah ku, senyum menyungging dibibirnya.
"apa kabar?" imbuhnya seraya tersenyum padaku" aku menatapnya cukup lama mengingat siapa dia dan berkata" anda siapa?"ucapku sopan.
Sebegitu mudahnya kamu ngelupain aku selorohnya membuatku semakin penasaran siapa pria ini.
Ia pun memberikan aku plastik yang isinya makanan yang sempat buatku menelan ludah karena lapar karena tercium bau makanan yang pernah kumakan.
"Ma...pekik Hana anakku !"
"maaf.. aku masuk dulu ?!" terima kasih buat makanan nya, ucapanku seraya tersenyum dan berlanjut masuk kedalam rumah.
"nak..bangun kamu pasti lapar?"
anakku langsung bangun dan memakan makanan pemberian pria itu dengan lahapnya.
Hatiku bersyukur ada pria baik itu, kalo tidak aku dan anakku akan mati secara perlahan lahan karena lapar.
Sementara itu
Mas Hayden kenapa ?"
kamu begitu tega berbuat seperti itu, padahal ia istrimu.bukankah, kamu dulu begitu mencintai nya hingga kamu tak peduliin aku, "ujar Tasya dengan nada protes.
__ADS_1
Oh' maaf, banget sayang Ucapku sambil menggenggam tangan nya penuh kasih,
itu dulu,sekarang aku mencintaimu ujarku sambil menatapnya dengan tatapan cinta
karena kamu banyak uang desusku dalam hati,
bisa dibilang aku pura pura cinta kamu ujarku sambil tersenyum miring.
Ma...apa?"ini dikasih om Gino, tiba-tiba Hana membuatku tersentak dengan kata kata nya, Apa?" om ada kesini,"ucapnya dengan tatapan mata penuh tanya padaku.
Hana beranjak pergi ke arah pintu dan aku segera mengikutinya, ia tersenyum melihat sosok Gino dan berkata"
"Om.. kemana dan kenapa?
baru datang sekarang,"ucap ku anakku dengan sendu.
Anakku terus menerus berbicara dan disambut dengan senyum dan tawa menghiasi wajah tampan nya.
"Sekarang Hana pejam mata dulu,"ujarnya pada anakku, yang disambut antusias oleh Hana anakku.
Sebuah mobil memasuki halaman rumah,mobil yang bisa dinaiki?" sekarang buka matanya,pinta Gino pada Hana anakku.
"Wah' mobil ujar Hana dengan teriakan dengan rona bahagianya,ini buat Hana Om?"tanyanya pada Gino.
__ADS_1
"Iya..buat Hana timpal Gino dengan senyum dibibir nya,ma kasih Om? "ucap Hana sambil berlari masuk kedalam mobil.
"Gino...Apa itu", Gak kemahalan decitku sembari menatap kearah Gino,
ia mendekatiku dan berbisik ditelinga ku,
"aku bekerja demi Hana, Hana lah penyemangat hidup ku.
Melihatnya bahagia itu kebahagiaan ku, "ujarnya sambil menatapku intens,apa?"
kamu tak menginginkan hal yang sama ucapnya seraya menatap wajah ku.
Tatapannya berbeda kali ini, mendadak wajahku menghangat dan hatiku berdebar saat mataku dan matanya bertatapan satu sama lain.
Tanpa kuduga ia mengambil beberapa plastik dari mobilnya, dari beras dan sembako.akupun tak percaya dengan apa yang terjadi sekarang.
Sekarang didapur ada banyak persediaan makanan berikut berkarung karung beras, darimana Gino tahu aku kesulitan untuk mendapatkan makanan batinku bermonolog.
Ma .. Hana hari ini, seneng banget bisa naik mobil dan Ga lapar lagi ujarnya sambil memakan roti kering ditanganya.
"Iya'.. berterima kasih kepada Tuhan juga ucapku sambil tersenyum pada Hana anakku,
ma...Hana pas mau bobo udah berdoa biar Hana bangun ada makanan.
__ADS_1
"Ehh..benaran ada?"ucapnya senang.
terima kasih Tuhan gumamku mengulas senyum kecil.