
Hari ini acara nikahan yang direncanakan oleh orangtuaku dan Bu Sarmi, rumahku telah didekorasi sedemikian rupa.
Aku telah didandani tukang rias pengantin setengah jam yang lalu, baju pengantin ku terlihat pas ditubuhku.
Wajah ku pun terlihat cantik .Emak melihat kearah ku dan berkata" duh duh duh..cantik banget anak Emak.
Puji Emak seraya memeluk ku erat,
mari kita keruang tamu Pak pendeta sudah menunggu.
Imbuh Emak padaku.
Akupun duduk dikursi panjang disana sudah ada Hayden dengan jas hitamnya nampak Gagah dimataku.
Ia berbisik ditelinga ku " kamu cantik banget ucapnya sambil menatapku intens, akupun bergumam sendiri.
Gombal batinku proses pernikahan berjalan lancar, sekarang cincin telah melingkar di jari manis tangan ku.
Bagai mimpi bagiku , para undangan telah memenuhi kursi kursi kosong didepan rumahku
hanya warga sekitar dan sahabat dekat keluarga kedua belah pihak yang diundang.
Mataku tertuju pada sepasang suami istri yang datang hendak menyalami ku
Selina batinku berbicara,ia tak semodis dahulu bahkan sangat sederhana.
" Ada apa ? "
batinku bertanya, apa Deni pelit hingga Selina tak bisa shopping dan perawatan atau ia ingin orang lain tahu bahwa menikah memang harus berhemat.
__ADS_1
Angel selamat y" tukas Selina cipika-cipiki dipipiku , ia juga tak memakai parfum seperti dulu yang selalu tercium aroma parfumnya olehku.
Akupun bersalaman dengan Deni ia tersenyum kecil melihat kearah ku.
ia tak berubah seperti beberapa bulan yang lalu aneh bagiku.
Acara pun usai aku berganti pakaian ku dikamar , kado bermacam bentuk nampak tertata disebelah pintu kamar ku.
Rasa lelah karena berdiri dan duduk buatku memilih berbaring sekadar untuk merenggangkan pinggang ku.
Baru saja menutup mata ku, pintu dibuka oleh Hayden , aku pura pura tidur mau tahu ia mau apa masuk kedalam kamar ku.
Ia membawa makanan dan buah-buahan yang sudah siap disantap langsung,
bangunlah ucapnya seraya menatap kearah ku.
Ia tersenyum kecil melihat ku dan berkata" makanlah,
lihatlah dirimu keliatan tak makan sebulan sungutnya.
"Aku seperti ini karena salahmu" desusku padanya, aku tak bisa lagi menahan diri untuk tidak marah padanya.
"ini semua salahmu ?"
ucapku dengan nada suara tinggi coba waktu itu kamu langsung antar aku pulang pernikahan ini takkan pernah terjadi.
Silahkan kamu meluapkan emosi mu, jika itu bisa buat kamu tak stress dan tak lagi dendam pada ku.
"Aku khilaf waktu itu,jadi aku mohon maafkan perbuatan bodoh ku ujarnya sambil bersimpuh di kakiku.
__ADS_1
Hayden kamu "apa apaan bersikap begitu Ucapku sedikit ketus.
Mungkin dengan bersimpuh dihadapan mu, kamu akan memaafkan salahku cicitnya sambil menatapku sendu.
Akupun diam membisu mencoba untuk berpikir jernih,tak ada gunanya juga aku terus memendam rasa marah dan benci pada Hayden.
Lagipula ia sekarang sudah jadi suamiku,
papa dari anak dalam kandungan ku,
batinku berdialog.
Hayden masih pada posisi nya seperti tadi, akupun turun dari tempat tidur ku dan memintanya untuk berdiri.
Aku akan terus begini hingga kamu mengatakan kalo kamu mau maafin salahku cicitnya sambil menundukkan kepalanya.
Kamu lebay tahu ucapku dengan tertawa kecil mendengar penuturan dari mulutnya,
ya... ya...ya.. aku mau maafin kamu
ucapku sambil tersenyum padanya.
Apa benar kamu maafin aku?" tatapnya dengan mata sedikit merah kearah ku.
kalo kamu terus begitu aku tarik lagi kata maaf ku buat kamu.
cecar ku emosi.
Iapun segera berdiri dan menarik tubuhku kedalam pelukannya.
__ADS_1