Mengejar Cinta CEO Tampan.

Mengejar Cinta CEO Tampan.
Bab 51.Diusir


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir ku menempati rumah ini,rumah yang menyimpan banyak momen berharga bagiku.


Rumah dimana aku dibesarkan sungguh hatiku sedih mengenang rumah ini akan diambil alih Bu Jenni.


Bu Jenni dan suaminya juga memang tak berhubungan baik dengan orang tua ku,Entah apa?"yang menjadi alasan Bu Jenni tega mengusir ku dari rumah ini.


Setahu ku, Bu Jenni hidupnya jauh lebih sejahtera dan senang daripada orangtuaku, terbukti rumah mereka bagus dan suami serta anak anaknya pun bekerja di kantor pemerintah.


"Ma... kita mau tinggal dimana?"


"mama ga" tahu sayang, timpalku menatap sendu pada Hana.


Mobil Gino memasuki halaman rumah ku. Hana sama aku aja" ucap Gino saat tiba didepan teras rumah ku.


Apa katamu?"Ucapku diselingi senyum tak suka,"apa hak mu meminta Hana sama kamu aja', imbuh ku sambil menatap wajah nya.


Tak peduli dengan ucapanku,ia bersikap lembut pada Hana, Hana mau kan sama Papa,om Gino ini sebenarnya papa Hana, "ujarnya pada Hana anakku.


Gino kamu sungguh keterlaluan,"Ucapku dengan emosi.


Angel sampai kapan kamu sembunyikan kebenaran ini dari Hana," tukas Mama murni sambil melangkah menuju kearah teras rumah ku.


Apa kamu tak berhati nurani,sebagai seorang ibu,saya sangat miris melihat Hana tanpa merasa kan sosok Papa untuk tumbuh kembang nya.

__ADS_1


Aku seakan dipojokkan dan disalahkan dalam hal hak asuh Hana, tetapi Bu" aku dan Gino tak ada status pernikahan.bagaimana bisa kalian berbuat hal jahat ini padaku.


Sambut ku dengan derai air mata,yang sejak tadi mengembun dipelupuk mataku, Hana anakku pun diajak masuk kedalam mobil Gino.


Jerit tangis Hana memilukan hati ku, aku dengan terpaksa membiarkan Hana ikut bersama Gino dengan alasan agar hidup Hana bahagia dan pendidikan nya terjamin.


Kuhapus airmata ku dan berjalan membawa koper dan juga tas ransel ku, sedangkan barang barang ku,kutitipkan dirumah pak RT sampai aku menemukan rumah kontrakan.


Tiba di toko kutaruh tas dan koper ku disamping kantor,dekat timbunan kardus kardus bekas.


Kubuat wajahku secerah mungkin agar tak ada yang ia tahu kesedihan ku, Angel... kok kamu sendirian hari ini?"


Dimana Gadis kecil yang menggemaskan itu' "tanyanya sambil menatap kearah ku.


"Apa?" kok bisa cetus nya,dengan tatapan yang menyelidik ku,"apa sebenarnya yang menjadi alasan mu?"berbuat seperti itu.


Aku hanya ingin Hana bahagia dan hidup berkecukupan serta masa depan nya terjamin, "cicitku pada Yogi yang disambut dengan senyum hangatnya.


Tak di kusangka hatimu begitu mulia dan buat hatiku tersentuh dengan pola pikir mu?"


tetapi pernahkah sekali terbersit dihatimu, seperti apa perasaan Hana.


Ku terdiam merenung ucapan Yogi barusan,

__ADS_1


aku salah kah?gumamku dalam hati sembari menatap kearah Yogi.


Ku kesampingkan masalah saat sepasang suami-istri memasuki toko"ku sambut dengan senyum ramah ku.


Usai berbelanja ibu ini menyerahkan belanjaan nya untuk ku hitung, Semuanya 500 Ribu Bu" Ucapku seraya tersenyum manis.


Iapun mulai menghitung uang didompet nya , "Mbak Gimana ya' uang nya kurang 100 ribuan, sesalnya sedih.


"Gak apa " Bu ?" bawa aja' biar nanti potong gajiku saja Ucapku diselingi senyum dibibirku.


Tapi nak" apa tak ngerepotin kamu?"


kan gajimu jadi sedikit timpal ibu ini, "betul nak"yang di sambut oleh suaminya.


"Aku ikhlas Bu," ujarnya menegaskan lagi perkataan ku barusan.


"baik lah kalo seperti itu,terima kasih tutur nya padaku.


"Sama sama Bu" ucapku sembari tersenyum.


tengah hari waktu nya makan di siang gumamku mengulas senyum kecil.


"Angel kita dipanggil makan , Ayuk ajakan teman kerja ku pada ku,dibilik atas meja nampak beberapa menu lezat buat air liurku hendak menetes dari mulut ku.

__ADS_1


.


__ADS_2