Mengejar Cinta CEO Tampan.

Mengejar Cinta CEO Tampan.
Bab 57.Bunga Ajaib.


__ADS_3

Selang beberapa waktu ,aku duduk dipinggir danau.danau ini berwarna biru begitu indah saat terkena sinar matahari.


Tak jauh dari tempatku duduk. dua orang penjaga sedang berjaga-jaga.


pandangan ku mengintari kesekitar taman.


Saat tengah sibuk melihat ,sebuah kupu kupu besar hinggap di pundak ku, replek aku hendak memegang nya.


Tetapi kupu kupu itu terbang dengan cepat


aku bergegas lari mengikuti arahnya hingga aku berada di hutan.


Hutan dengan pepohonan yang tinggi.


Rasa takut menghantui pikiran ku,


aku tersesat gumamku seraya menatap kearah sekitar tempat ku berpijak.


Dalam ketakutan aku terus berjalan hingga tiba di sebuah rumah yang mirip dengan rumah kediaman ku dulu.


Hatiku terus menuntun aku untuk berjalan menuju kearah pintu rumah didepan mata ku ini.


Dengan hati berdebar-debar ku ketok pintu pintu pun terbuka dan alangkah terkejutnya aku, melihat kearah sosok pria bermuka sangar dan buruk.


Ia menatapku dengan tatapan nyalang dan berkata" siapa kamu ?" ujarnya dengan ketus pada ku.


"Ma..ma..aaf ? Tuan timpal ku sembari mundur dua langkah kebelakang dengan ucapan penuh ketakutan.


"Segera masuk, "ujar seorang wanita berambut putih nan panjang kearahku, yang berada dibelakang pria sangar tadi.

__ADS_1


Dengan langkah pelan ku ikuti langkah nenek berambut panjang ini dengan seribu tanya.


ruang gelap rumah ini membuatku hampir terjatuh.


Tetap fokus kedepan,jangan sekali-kali melihat kebelakang jika itu kamu lakukan kamu akan menjadi santapan binatang buas, ujar nenek dengan penuh penekanan pada ku.


Semakin ku melangkah cahaya demi cahaya terang benderang menerangi langkahku.


hatiku tak percaya jika aku telah berada disebuah halaman berumput hijau.


Didepan ku berdiri istana.


Bak istana dongeng yang pernah kulihat dilayar kaca bertema kerajaan.begitu banyak orang dan penjaga dengan pedang dipinggang.


Nenek berambut panjang menyentuh pundak ku.Sontak mataku tertuju pada nya.


Ikuti langkah ku, "ujarnya sambil menatapku.


"Apa"?"tak masuk akal batinku berbicara.


jika begini ceritanya aku tidak bisa pulang, jerit ku dalam hati sembari menatap kearah kesekeliling ku.


Kamu bisa pulang jika kamu dapat mengembalikan wajah Raja Molosang kembali seperti semula, tatapan matanya begitu dalam.


"Seperti semula?"


"bagaimana mungkin?"aku bisa, "ujarku pada nenek. aku bukan Dewa. batinku kembali mengeluh.


Ditengah hutan ada bunga.bunga itu akan mekar pada siang hari tepat jam 12.

__ADS_1


Hanya orang yang berhati tulus yang bisa memetik bunga itu.


Bunga itu dijuluki bunga ajaib.bunga pengabul permintaan bagi orang yang bisa memetik bunga itu.


Akh' masak ada sich?" bunga ajaib macam itu' batinku bermonolog.


Apakah kamu bisa mendapatkan bunga itu?"


aku akan mencobanya, nek"?


jika Tuhan berkehendak maka raja akan kembali menjadi manusia, "ujarku pada nenek.


Nenek akan mengantar kamu kesana,tetapi tidak bisa terlalu dekat karena nenek bisa menjadi Monster.


Meski tak percaya aku tak ingin banyak bicara mengingat keadaan ku sebagai pendatang di ditempat ini.


Sesudah makan aku dan nenek berjalan menuju kearah tengah hutan.


Dari kejauhan bunga itu begitu indah, nampak ada cahaya ditengahnya dan cahaya itu seperti wajah seorang bidadari.


Nenek hanya bisa disini menemani dan kamu musti kesana dan mengambil bunga itu.


ingat !"


Sesudah bunga itu kamu petik segera masukkan ke dalam kendi ini.


"ujar nenek dengan raut muka menjadi bengis.


Wajah baik dan agak ramah itu begitu nampak seperti nenek sihir yang bertongkat dan

__ADS_1


mengerikan.


__ADS_2