
Apa ada yang tertinggal, "cicit ku pada Hayden saat ia masuk kedalam rumah mengekoriku ,
kamu lupa ?"kamu masih Syah istriku,"ucapnya dengan entengnya.
Aku ingin melihat sejauh mana kamu bertahan hidup tanpa aku dan uangku,urainya terkesan peduli tetapi seperti nampak seperti sedang mengejek ku.
Ia lalu melihat kearah dapur ku dan berujar" "darimana beras dan sembako sedus ini ?" tanyanya padaku.
"Untuk apa kamu nanyain soal itu?"
"aku wajib tahu agar hidupmu tak buat orang lain susah," ujarnya buatku meradang marah.
" kita berdua sudah tak ada hubungan gertak ku seraya menatap kearah nya penuh amarah.
"sayang, ngapain kamu ?"mau maunya repot hidupnya bukankah kamu dengar sendiri ia mampu hidup tanpa mu timpal Tasya ikutan mencibir ku.
Hatiku masih geram dengan Hayden,meski ia sudah pergi beberapa saat yang lalu, anakku sempat menangis karena takut karena keributan tadi.
Akh' Tuhan !" Mengapa aku harus menelan pil pahit lagi setelah sekian bulan ia tak peduli padaku gumamku dalam hati,sembari menatap wajah ku dicermin.
Tok.. tok..tok..
Ketukan di pintu mengagetkan ku.
"ma...seru Hana?"
Aku bergegas menuju ke pintu rumah.
Kubuka kunci pintu dan menatap kearah wajah itu' yakh !" dia adalah Gino.
__ADS_1
"apa kabar ?"tukasnya padaku.
"Baik, "jawabku singkat.
aku lanjut duduk diruang tamu ,"apa aku tak diijinkan masuk,"cicitnya menatapku dari pintu.
"maaf ya"? aku lupa, masuk" ujar ku padanya.
ia tersenyum melihat tingkah ku yang tak berekspresi melihatnya.
Ia lalu berjalan menuju dapurku disana ia cukup lama , ngapain aja sih?"kok kelamaan didapur batinku bertanya pada diri sendiri.
Aku berjalan menuju kedapur begitu terkejut nya aku melihatnya sedang menyiapkan sayur untuk dimasak.
"Mood mu lagi buruk,benar kan?" ucapnya.
akupun menarik napas dalam-dalam seraya duduk di kursi.
"itu wajahmu seperti tak suka, melihat laki-laki tampan seperti ku bertandang ke rumah mu,lagi lagi aku bagai dibuat nya mati kutu.
"Kamu seumpama pakar ekspresi saja," ucapku sambil menatap kearah nya yang sibuk mengulek bumbu dicobek.
Oh'ya' " tetapi aku tak cocok jadi pakar ekspresi, aku merasa lebih cocok jadi ucapnya berjeda.
Aku mengernyitkan dahiku seraya berpikir "kenapa ia berubah,atau selama ini aku tak mengenal nya lebih dalam batinku berbicara.
"aku cocok jadi suami pengganti Hayden, seloroh nya menatapku tak berkedip.
"Mulai lagi,"ucapku memasang wajah cemberut iya' maaf ucapnya sambil mengambil wajan dan hendak memasak.
__ADS_1
Ia sibuk memasak dan aku beranjak menuju ruang tamu dimana?" Hana sedang bermain boneka dan masak masakan.
Permisi...ujar suara dipintu?
"aku melangkah ke arah pintu, disana nampak pria yang tak kukenal,cari siapa dan ada keperluan apa?"
"ucapku sekalian aja!"
Mbak kemarin,datang ketoko saya?"
mau cari pekerjaan bukan?"
"Kalau mau, silahkan datang besok,kebetulan toko bangunan saya lagi butuh penjaga kasir, "ujarnya serius.
Oh ya" toko Apa namanya?"
"maaf, lupa?" Ucapku diselingi tawa kecil.
Toko Admajaya ujarnya sambil tersenyum padaku.
"Oh' baik'lah!" aku mau, "Ucapku sangat senang dan bersemangat.kalau begitu saya tunggu jam 9: 00 pagi.Jawabnya sambil meninggalkan rumah ku.
"siapa dia? tanya Gino dari arah belakang ku, orang itu nawarin aku kerjaan,"Ucapku diselingi senyum bahagia.
"Mudahnya kamu percaya pada pria asing, sedangkan aku kamu tak percaya,"imbuhnya
dengan nada protes.
"Bukan begitu juga"! aku butuh kerja,aku tak mungkin harap belas kasihan mu terus terusan, "ujarku membela diri.
__ADS_1
" Gimana sama Hana?"kalo kamu kerja, menurut ku, "apa tidak sebaiknya,kamu cari tahu dulu, "apa betul pria itu, ada toko.
Terus terang?" aku tidak akan biarkan kamu jadi penjaja diri pada pria pemuas nafsu laki laki cerocos nya menatapku dengan tatapan teduh.