
Mataku kucek kucek perlahan saat menangkap ruangan tempat ku tidur sungguh besar dan mewah.
Nampak beberapa wanita dengan pakaian aneh bagiku menyambut pagi ku dengan senyuman.
"Nona mari ikuti kami, "ujar seorang wanita dengan senyum ramah.
Tanpa banyak pikir aku mengikuti langkah nya hingga tiba diruang berbau aroma bunga.
Sekarang Aku diminta berbaring diatas tempat tidur , aku baru sadar ternyata aku sedang menjalani perawatan tubuh.
Pijatan lembut dari kaki hingga bagian belakang ku, dibalur juga dengan ramuan ramuan.
Entahlah aku tak mengerti.
Bukan hanya tubuh tetapi juga wajah dan rambut ku, aku sampai tertidur sangking enaknya dipijat lembut.
Aku terkejut saat tangan menyentuh pundak ku pelan dan dengan permintaan agar aku bangun.
aku membuka mataku.
Non ayo'kita ke ruang yang lain,"ujarnya sambil menatapku nampak jelas ia sangat penuh perhatian padaku.
"Oh' maaf aku ketiduran tadi, kilahku sambil
menunjukkan wajah menyesal.
"Tak apa "jawabnya santai.
Didalam kolam aku berendam dengan bunga bunga yang harumnya semerbak memenuhi ruang kedap udara ini.
"Non sudah cukup " Raja telah menunggu nona di bilik kamar nya, "ujar wanita yang nampaknya seperti ketua dari ke-empat wanita dibelakang nya.
__ADS_1
Hatiku tersentak saat ditegur oleh wanita ini,tanpa membantah aku naik dari kolam dan langsung dipakaikan gaun pesta.
Anehnya air kering begitu saja dari badanku.
Aku seperti tengah bermimpi sedang mandi dengan bunga bunga indah dan harum.
Langkahku diapit oleh dua orang wanita yang nampaknya seperti pelayan ku, hatiku berdebar kencang saat tiba di bilik yang tampaknya seperti taman.
Tetapi taman tersembunyi begitu indah seindah seorang pria didepanku ini.
Bunga bunga disusun begitu rupa bergelantungan di sekeliling tempat tidur.
Bunga juga bertebaran diatas tempat tidur, "apa ini mimpi ?" batinku bergumam.
Pangeran itu melangkah dengan gagahnya menuju kearah ku, ia menggendong ku dan menjatuhkan diri ku diatas tempat tidur.
Tanpa kuduga ia telah berada diatasku
ia begitu berhasrat untuk memadu cinta dengan sentuhan demi
Aneh aku seolah patuh pada nya, Entahlah !"
aku seakan tak percaya saat melihatnya, ia tersenyum kecil melihat kearah ku.
Aku terbangun dari tidurku.
pria ini masih dalam posisi memeluk ku erat, tangannya halus sekali.
"Kok bisa ?"
"aku berada di tempat ini," batinku berbicara.
__ADS_1
ini semua seperti khayalan belaka tanpa rekayasa.
Rasa lapar diperutku buatku menelan ludah saat panca indera penciuman ku mencium aroma makanan.
"Apakah kamu lapar?"tanyanya padaku.
pertanyaan apa ini?" apa aku ini bukan manusia hingga tak ada rasa lapar keluhku membatin.
" iya' soalnya kan aku abis di....
ucapan ku berhenti.
"Kamu kok takut takut Begitu bicara nya, "cetusnya dengan ucapan yang sangat lembut.
"Bicaralah !" tak perlu ada rahasia diantara kita, "ucapnya penuh penekanan pada ku.
"Aaaku..tak takut kok?"
"hanya sungkan saja.aku berdalih pura pura tak takut padanya.
"Aku bahagia karena adanya kamu,aku tak kesepian jadinya saat ini, "ucap nya sambil
tatapan matanya tertuju pada ku.
"Dimana Aku?"
dan siapa kamu sebenarnya ?"
dan kenapa aku harus disini?"
Buah pikiran tercetus begitu saja dari mulutku,
__ADS_1
ini semua karena ia yang duluan, beri aku peluang untuk berani berbicara.
"Belum saatnya kamu tahu, "ucapnya sambil melangkah menuju kearah meja makan yang tak jauh dari tempat aku dan dia berada sekarang ini.