
Pak Yogi telah pulang, beberapa waktu yang lama. hatiku gelisah dicekam oleh kekuatiran
akan sulitnya hidupku selanjutnya.
Ternyata aku mulai memiliki rasa pada Yogi, Bosku yang tampan nya beda tipis dengan Gino dan Hayden.
Dimataku keduanya sama sama menggores luka dihatiku, meskipun begitu aku tak ingin menjadi pendendam.
Biar lah Tuhan diatas sana membalasnya dengan caranya sendiri,tak adil memang tetapi
membalas bukan hal yang terbaik.
Tuhan lah yang berhak melakukan tindakan pembalasan menurutku, bukan sok rohani tapi itulah kenyataannya.
Ku pejamkan mataku dan mengusir pikiran apa pun yang memenuhi otakku.
Berlahan-lahan akupun bermimpi indah.
MENJADI seorang wanita tercantik dengan gaun pengantin yang mewah dengan aksen permata dan berlian.
Dengan mahkota di kepala ku bak permaisuri,
sungguh menakjubkan duduk di singgasana
tetapi anehnya pangeran nya atau pengantin prianya tak terlihat.
Akupun terbangun dari tidurku, kok bisa aku bermimpi pake baju pengantin tanpa mempelai pria dan apa artinya aku ditakdirkan untuk sendiri seumur hidupku.
Pikir ku sembari meminum air putih.
Akh' mimpi itu adalah bunga tidur tak akan terjadi didunia nyata.
Tetapi jika aku harus sendiri seumur hidupku bukankah itu berarti aku janda seumur hidup.
batinku bermonolog.
__ADS_1
Akh' tidaklah mending sekarang aku tidur daripada mikirin hal yang tak pasti terjadi
mumpung masih subuh.
Matahari menampakkan sinarnya" aku sudah memasukkan barang ku kedalam kardus dan tas kainku.
Akupun keluar dari kamar ku, mataku tertuju pada pintu ruangan khusus tempat aku dan temanku beristirahat sebelum mereka diberhentikan.
Nampak pak Yogi tengah tidur, akupun menyelimutinya dengan jaket kulit nya yang tergeletak di meja.
Tak kuduga ia bangun dan menatapku tajam,*maaf Pak"? aku Gak sopan desusku sembari berdiri menjauh dari dirinya.
Ia tersenyum kecil melihat ke kegugupan ku,
"tidak apa apa,aku sangat senang dengan perilaku mu barusan.
"Menikah lah dengan ku "Pintanya sambil berlutut di hadapan ku nampak ada cincin ditangan nya.
Ku termenung diam melihat kearah cincin ditangan nya dan menatap lekat kearah wajah nya.
"Tidak, Aku serius "ujarnya sambil menatapku intens, Angel sudah saatnya kamu menikah lupakan yang telah berlalu.
Batinku sembari tersenyum padanya,iapun berkata"aku berjanji tak akan pernah meninggalkan mu, "ucapnya sambil menatap penuh dengan keyakinan padaku.
"Aku mau,"Ucapku dengan senyum menyungging dibibirku, iapun berdiri dan menyematkan cincin ditangan ku.
Seminggu setelah itu.
Aku tengah duduk dirumah makan bersama Yogi suamiku, sesuatu terjadi pada Yogi ia tiba-tiba terjatuh dari kursi.
Aku kaget melihat kearah Nya dan berteriak tolong.. tolong suamiku tetapi tak seorangpun yang mau menolong ku.
Hingga seorang pria menghampiri ku"
ayo'kita di kerumah sakit Ujar pria itu dengan sigapnya memapah suamiku membawa kemobil.
__ADS_1
Tetapi Yogi tersadar dan berkata dengan suara pelan " jaga dirimu baik-baik dan aku mencintaimu, "tuturnya seraya menatap wajah ku.
"Tidak, Yogi "jangan pergi !" aku tak ingin sendirian decitku disertai tangisan pilu
sembari memegangi kepalanya.
Tiba dirumah sakit, suamiku langsung dibawa petugas menuju ruang UGD dan diperiksa dengan seksama tetapi tak ada tanda-tanda ia hidup.
" Tiba tiba aku berada bukan dirumah sakit tetapi ditempat yang lain,tepat yang asing bagiku.
Mulai sekarang ini kita akan selalu bersama "ujar pria berpakaian bak raja. mataku tertuju pada suara yang berbicara padaku.
"Kamu siapa dan dimana ini ?"
"ini taman di istana ku dan kamu wanita terpilih menjadi permaisuri ku," ujarnya sambil tersenyum padaku.
Taman luas dengan rumput hijau dan terdapat bunga bunga indah dengan berbagai macam jenis dan warna.
Sungguh menakjubkan pikirku tetapi tiba-tiba perutku berbunyi kriuk kriuk kriuk.
"apa itu' ucapnya sambil menatapku intens.
"Apa kamu adalah pria yang menolong ku tadi ?" "cicitku pada nya.
"Ternyata ingatan mu baik, pujinya.
"kita makan, "ujarnya tiba-tiba saja ada meja dan makanan yang lezat.
Hatiku tersentak ketika melihat makanan yang banyak diatas meja.
Bagaimana ini bisa terjadi ?"Ucapku.
"Jangan kaget ini adalah kuasa dari kata kata ku, bahkan pakaian mu dapat berubah tanpa
harus kamu berganti pakaian cecarnya kearahku.
__ADS_1