Mengejar Cinta CEO Tampan.

Mengejar Cinta CEO Tampan.
Bab 41.Pria tak berhati nurani.


__ADS_3

Rumah ku terasa sepi dan dingin bayangan Emak selalu ada di setiap sudut rumahku,


Hana telah tidur satu jam yang lalu.


Suamiku sedang sibuk dengan pekerjaannya,


"sayang.. ujar suamiku memecah keheningan malam ini.


"ada apa?"aku menyahut rengekan nya,


"aku lelah, ujarnya sambil meletakkan daguku dipundak ku.


Aku membaringkan tubuhku didekatnya,


mencoba untuk tidur melupakan semua beban dan kesedihan hari ini.


Sesudah buat sarapan, Hayden berkata,"


"Sayang...kita jalan jalan ke pulau mau?" tanyanya padaku.


"Gaklah...hari ini,aku tak ingin kemana mana


Ucapku sambil membersihkan meja makan


dan mau mencuci piring bekas sarapan barusan.


"Angel "kok kamu jadi begini?"


selalu maunya dirumah semprotnya padaku,


coba kamu perhatikan, orang-orang bahkan keluarga dikantorku selalu berlibur diakhir pekan.

__ADS_1


Aku pun ingin membahagiakan kamu dan Hana,aku ingin orang-orang tahu kalo aku bukan suami tak berduit cerocos nya menatapku dengan tatapan tajam.


Aku terhenyak mendengar kata kata nya, yang bagiku terlalu memaksakan kehendaknya kepada ku.


"Baik lah !jika niat ku tak disambut baik oleh mu"aku liburan dengan teman teman kantorku saja', daripada mengajak mu yang egois ujarnya sambil berlalu pergi meninggalkan ku.


Dukaku semakin pilu Hayden buat hatiku rasa sakit ,apa ia aku egois?"akupun berlari mengejarnya sebelum ia tiba di pintu depan.


"Sayang.. tunggu seruku nyaring tetapi ia menatapku sekilas dan pergi dengan tatapan marah besar kearahku tanpa bicara sepatah katapun.


Ma... Hana mau jalan kesamping rumah, merumput ujar nya sambil tersenyum.


Aku pun mengikuti langkah nya menuju kearah samping rumah.


Rumput liar membuat tanaman cabe dan tomat yang ditanami sepeninggal Emak tak terlihat,


terkenang masa saat bercocok tanam dan membersihkan rumput bersama Emakku.


Hana melihatku dan menghapus air mata dipipiku.


"Ma... tersenyum lah?"


kita merumput ujarnya seraya tersenyum manis padaku.


Setengah jam kemudian rumput liar sudah habis kubersihkan, barulah pohon tomat dan cabe terlihat.


3hari sudah Hayden tak pulang ke rumah,hatiku menjadi kuatir, ada apa gerangan?"


"apa, sedemikian marahnya hingga tak mau pulang batinku bermonolog.


"Ma... Hana lapar?

__ADS_1


ku berjalan menuju dapur, begitu terkejutnya aku melihat beras habis.


Kemarin banyak kok" habis gumamku lirih.


Akupun mencari uang pemberian suamiku didompet tak ada.


"Apa ada tuyul ujarku menerka nerka ?"


tetapi selama ini tak pernah begini batinku berdialog.


Ma...perut Hana sakit sungutnya sambil memegang perutnya, buatku binggung.


oh ya" kan ada simpanan uang dilaci dekat tempat tidur Batinku berkomentar.


Aku lekas menuju kearah kamar dan membuka laci dan meraba kedalam laci


Kosong belaka, dimana uang itu? ucapku dalam hati sembari menatap kearah Hana anakku.


"Ma...Hana Gak tahan lagi keluhnya


sambil menatap penuh harap aku akan memberikan ia makan.


Akupun pergi ke warung yang tak jauh dari rumah ku,tutup !kok"tutup gumamku kecewa.


akupun terus berjalan hingga tiba diujung jalan, sama sekali tidak ada warung atau toko yang buka.


"Apa ini perbuatan Hayden batinku menuding suamiku walaupun sangat Tidak mungkin ini ide dan ulahnya.


Tiba tiba mobil suamiku berada di depanku,ia keluar dengan wanita yang terbilang sangat belia menurutku.


"Angel... Gimana?"apa ini yang kamu inginkan cicitnya menatapku dengan nada ejekan dan seperti menertawai ku.

__ADS_1


Makanya" dikasih hati jangan sekali kali minta jantung decitnya sambil kembali masuk kedalam mobilnya.


__ADS_2