
Pagi ini cuaca cerah mentari menyinari bumi tak malu-malu ? cahayanya menyilaukan mataku.
Pria ini suami yang tak kukenal beberapa waktu yang lama,berubah menjadi Hayden suamiku dua tahun lalu,ku tatap muka nya dengan perasaan bahagia.
Tanpa kuduga ia membuka matanya perlahan lanjut menatapku, dan berkata" apa sudah pagi?"iya' jawabku sambil tersenyum padanya.
Ia menarikku kedalam pelukannya,aku tak menolaknya justru aku menikmati hangatnya pelukannya.
"Aku mau buat sarapan pagi tukasku padanya sambil melepaskan tangannya dari tubuh ku,
Aku belum puas menikmati yang semalam ujarnya sambil menatapku.
"Apa belum puas?
tanyaku sambil menatap wajah tampannya,yang terlihat memelas padaku.
"Nanti malam aja' ! Tutur ku sambil mengelus dada nya,tetapi aku maunya sekarang sahutnya sambil menatapku intens.
Tok...tok..tok...
Angel...Angel...seru Emakku.
"apa kamu masih tidur?
"Udah bangun Mak"?
sahutku sambil berpakaian.
"Gara gara kamu, "Ucapku sembari mengacak rambutnya pelan.
__ADS_1
Tetapi sepertinya kamu begitu menikmati nya selorohnya membuatku mendadak tersipu malu.
Aku membuka pintu kamar dan menuju kearah dapur,aku mendapati Bapak dan Emak tengah sarapan pagi bersama Hana anakku.
Emak menatapku dengan tatapan yang menyelidik, begitupun Bapak juga demikian melihat kearah ku.
Ma..sarapan ? Hana memecah keheningan pagi ini , "ayo.. buruan sarapan kamu terlihat lelah tukas Emak buatku grogi tingkat 5.
Tak lama aku duduk sarapan, Hayden keluar dari kamar sambil menguap lebar.
"Tumben nih" bangun nya kesiangan ujar bapak pada suamiku.
Itu' pak !" sulit tidur semalam tukas suamiku seraya menatap kearah ku,
"Gak apa, sahut bapakku datar pada Hayden.
Hayden telah bersiap dengan setelan kemeja biru dan bawahan hitam khas pekerja kantoran.
ku menatap kearah nya.
"Ada apa?" tanyanya.
"Itu kok ada bekas merah dileher mu"? ucapku
tak tahu, "ini... ucapnya" sambil melihat nya dengan cermin.
"Ini perbuatanmu padaku" semalam cecarnya buatku rasa Grogi bercampur rasa bersalah menyelusup kedalam hatiku.
"Tapi aku menyukainya ujarnya sambil memeluk ku erat.
__ADS_1
Hatiku bahagia mendengar jawaban dari mulutnya.
Sesudah memandikan Hana, ku lanjutkan dengan melakukan pekerjaan rumah.
sedangkan orangtuaku bercocok tanam sayur disamping rumah.
Setahun terakhir ini dilakukan orangtuaku yang katanya agar mengurangi beli sayur ditukang sayur, masuk akal memang menurutku.
Hana ikut bersama Emak membersihkan rumput rumput liar yang tumbuh di sekitar pohon cabe dan tomat.
Meski ia banyak mainnya daripada bantu bantu Emakku, aku mencoba untuk membantu pagi ini.
"Bu...Sari Bu...sari panggil" Bu Sarmi pada Emakku,aku gegas mengikuti Emak menuju ke arah halaman depan rumah ku.
"Ini Bu Sari ?"ayam kampung ku hilang. "kata Bu Ani tadi sore ayam kampungku kesini makanya aku kesini".
Adakah liat ayamku?"
"Gak ada ni" Bu "?Seharian kemarin Gak ada ayam ibu kesini, jawab Emakku.
"Kalo begitu aku nyari disana, "tukas Bu Sarmi sembari pamit dan melangkah cepat kearah sebelah rumah ku.
"Emak, bukankah ?"Bu Sarmi ayamnya sudah dijadikan soto dan kare ayam,itu hari cicit ku pada Emakku.
"Apa itu benar?" tanya Emak kagetnya.
tetapi mungkin ia sudah beli lagi untuk dikembangbiakkan," timpal Emak lagi padaku.
"Mungkin saja,"kan Bu Sarmi doyan pelihara ayam kampung, aku menimpali ucapan Emak barusan.
__ADS_1