
Hari ini aku memulai lagi mencari pekerjaan
meski hatiku sedikit dongkol mengingat sebulan yang lalu tak ada orang yang mau menerima ku bekerja.
Tetapi demi orang tua ku aku melupakan penolakan demi penolakan yang Aku dengar dari orang-orang.
Langkah ku santai sambil bersikap optimis bisa mendapat pekerjaan baru hari ini, apa pun kerjaan demi orang tuaku, batinku berbicara.
Akupun singgah di toko kecil untuk membeli sebotol minuman dingin, aku meminum air mineral hingga bersisa setengah botol.
Diujung jalan terlihat olehku Selina tengah berjalan bersama Deni mereka berdua begitu dekat dimataku.
Layaknya orang yang berpacaran,tanpa ingin mengetahui lebih jauh hubungan antara Selina Dan Deni akupun berjalan menuju arah yang berlawanan.
Sesaat hatiku terasa sakit tetapi akupun berujar pada diriku sendiri " Angel kamu tak pacaran dengan Deni untuk apa kamu cemburu.
Sedikit rasa suka itu ada dihatiku.mungkin karena sering bertemu benih cinta itu tumbuh begitu saja dihatiku.
Waktu menunjukkan jam 10:00 tetapi belum ada pekerjaan yang baru yang aku dapatkan
sedihnya batinku.
Pulang aja deh !"gumamku lesu seraya membuang botol minuman tadi ketempat sampah.
Aku pun menunggu taksi dipinggir jalan,
Sudah setengah jam tetapi taksi tak lewat lewat.
Akupun mendekat kepada seorang Bapak
__ADS_1
" permisi pak ?" apa taksi kota sering lewat jalan ini ujarku.
Jarang sekali ada " kalo mau ngojek saja taksi tuh lama Mbak nunggu nya ujar sang bapak kearahku dengan senyum.
Sementara itu
Gino menurut mu,apa aku kelewatan salah memutuskan hubungan kerja dengan Angel Gadis berpakaian udik itu' meski ia tak udik lagi.
Lo nanya pendapat ku?"
tumben banget biasanya Gak pernah ujarnya dengan nada mengejek ku.
Ayolah" Gino !" Entah kenapa aku merasa tak Enak hati udah berhentiin dia dari kantor ku.
ujarku dengan nada sedih.
ini seperti nya?
Tukas Gino teman ku, berjeda.
jangan jangan kamu jatuh cinta pada Angel
tukas Gino dengan mimik muka mengejekku seperti tadi.
Udahlah kamu itu' selalu asal kalo ngomong sambut ku dengan ketus.
Oh' ya' Baik ?"
Itulah pendapat ku.
__ADS_1
Jangan tanya tanya lagi ujarnya marah padaku sembari berjalan menuju kearah pintu keluar ruangan ku
Aku mengacak rambutku dengan kasar
ada apa dengan ku?"
Gadis itu memang berbeda tetapi apa Aku berani untuk tampil didepan nya
batinku.
Ojek yang kunaiki berhenti tepat didepan rumah ku, Emak sedang berbicara dengan seorang pemuda tetapi tak asing dimataku.
Angel ini nak Hayden bawain kamu mie ayam tukas Emakku seraya menatap kearah ku,
Kutatap kearahnya dan berkata" terima kasih banyak buat mienya.
Dan langsung masuk kedalam rumah, maaf nak ?" Angel pasti lelah abis mencari pekerjaan tukas Emak pada Hayden.
Apa aku salah sangka ia nampak tak senang melihat kearah ku,apa ia emang tak suka padaku.
Setelah berganti pakaian aku segera kedapur
rasa lapar begitu menyiksaku, kubuka tudung saji menu sederhana tetapi terlihat enak batinku berbicara.
Menu sederhana ini membuat perutku terasa kenyang, aku masih tak terima dengan apa yang ia lakukan padaku.
Diberhentikan tanpa alasan yang jelas,
akupun tak begitu peduli lagi dengan perasaan ku pada Hayden , yang aku pikirkan justru bagaimana cara agar aku bisa mendapat pekerjaan.
__ADS_1