
Sesuai dengan kesepakatan. pagi ini aku memandikan Hana,sesudah sarapan ?" aku bersiap-siap untuk berangkat ke toko Admajaya.
Mobil berhenti tepat didepan rumah ku, hore.. hore... Om Gino datang, "seru Hana dengan kegirangan.
"Pagi cantik?mau jalan kemana ?" tukasnya pada Hana yang didengar oleh telinga ku dari bilik kamarku.
"Mama...mana?" ucap Gino lagi,pada Hana anakku yang sedang memakan tempe goreng pemberian Gino barusan.
" dikamar Om, "ucap Hana sambil mengigit tempe goreng.
Akupun keluar setelah memakai baju kaos dan celana jeans,ia alihkan pandangan kearah ku saat aku keluar dari kamar.
"Angel... aku harap kamu tak keberatan, jika aku mengantarkan kamu ketoko yang nawarin kamu kerjaan itu' ucapnya sedikit kuatir.
"Gino... udahlah !" jangan berprasangka buruk, "ujarku kekuatiran mu tak beralasan, kamu sadar Gak"? sambung ku mencecar nya.
"Oke..."aku harus apa?"Biar kamu percaya padaku.
"cobalah untuk percaya meski sedikit saja' keluhnya lagi !" menatap ku dengan tatapan minta pengertian ku.
Aku pun terdiam mendengar perkataan nya,
"ada apa sama hatiku!",apa aku trauma ?"apa aku telah menutup hatiku untuk yang namanya pria batinku bermonolog.
__ADS_1
Sebuah mobil memasuki halaman rumah ku.
pikiran ku pun hilang seiring dengan datangnya mobil didepan rumah ku.
Sontak mataku tertuju pada mobil tersebut dan penasaran siapa yang datang ?" mataku tak lepas melihat kearah mobil itu'.
Mataku tak percaya jika yang datang adalah pria yang datang kerumahku kemarin.
yang aku lupa menanyakan siapa namanya.
"Selamat pagi?"sapanya kearah ku dan Gino.
"aku berinisiatif menjemput mu, karena kamu belum datang !"aku berpikir mungkin kamu kesasar "ujarnya memberi penjelasan.
"Ajakan untuk ikut dengan nya"?
rasa sungkan dan tak enak menjadi satu memasuki ruang hatiku.
"Angel...?"kamu dengar kan permintaan ku tadi, tegasnya lagi padaku.maaf.. biar saya yang mengantarkan dia ketoko Anda, tandas Gino pada pria yang tak kuketahui namanya. mengejutkan ku.
Mobil melaju meninggalkan rumah kediaman ku. 10 menit kemudian, aku tiba di toko besar terpampang jelas nama tokonya, "Toko Admajaya".
Sesudah Gino meninggalkan ku,ia langsung bertanya" pria itu suami Mbaknya ya' selidiknya, tetapi bagiku ini kesannya lebih mau tahu kehidupan pribadi ku.
__ADS_1
"Dia teman dekatku,"Ucapku diselingi senyum dibibirku.
"oh' baik'lah.. maaf jika aku bertindak seperti polisi mengintrogasi terduga penjahat, "ucapnya sambil tersenyum padaku.
"Ia lalu menjelaskan tugas dan pekerjaan ku ditoko Admajaya ini.
Hari pertama bekerja kesanku ia baik dan sopan meski umurnya terbilang muda.
Toko ini sangat luas dan besar.selain menjual sembako,toko ini juga menjual perabot rumah tangga.
Siang ini anakku nampak menguap beberapa kali,aku bersyukur Bosku tak membatasi ku membawa Hana anakku.
Malahan ia membeli tempat khusus untuk Hana bermain, di mana ia telah mengisi dengan berbagai mainan anak.
Bukan hanya itu'saja ia juga memberikan Hana makanan dan cemilan sehat khusus anak anak,
hatiku bahagia dengan perhatian nya pada Hana anakku.
Hana tertidur sendiri setelah meminum susu pemberian Bosku, Hana ayo' makan siang bersama ujarnya sambil menatapku.
Dibilik lain ada ruangan khusus untuk para pengerja untuk sekadar beristirahat siang ataupun sekedar untuk makan siang.
Total pengerja ditoko Admajaya ini ada 4 orang dua pria dan dua wanita, satu diantara adalah aku bertugas di bagian kasir.
__ADS_1