Mengejar Cinta CEO Tampan.

Mengejar Cinta CEO Tampan.
Bab 40.Kesedihan terdalam.


__ADS_3

Pagi ini hatiku menjadi ketar ketir begitu tahu Hayden tak bisa membantu begitu pun Bu Sarmi Entah dimana.


Hayden suamiku beralasan bahwa ia tidak bisa membantu karena ada saksi dan bukti yang tak terbantahkan.


Wajahku mendadak pias mengingat Hayden yang kupikir bisa membantu tetapi ia seolah menyerah begitu saja.


Seminggu kemudian, Emakku nampak kurang sehat wajahnya nampak memucat yah" semenjak bapakku masuk kedalam penjara, Emakku ku tak berselera makan.


Sesudah memasakkan bubur, aku lekas membawa bubur menuju kekamar Emakku,


"Mak... makanlah!"walaupun sedikit ujarku sambil menatap wajah Emakku.


"Angel... kayak apa, bapakmu disana?"


bapakmu bilang sama Emak bapakmu sakit nya kambuh lagi.


"Emak.. untuk saat ini kita hanya bisa berdoa agar Tuhan memberikan kesehatan kepada bapak tukasku seraya memeluk Emakku.


Sesudah mengucapkan doa kepada Tuhan,aku meminta Emakku beristirahat dan Gak usah banyak pikiran.


Siang ini Hayden suamiku datang dengan wajah bahagia senyum menyertai langkah nya


memasuki rumah ku.


"Ada apa ni?"tanyaku sambil menatap wajah nya heran.dengarkan ceritaku ujarnya sambil meminta ku duduk dihadapan nya.


Aku beroleh keuntungan besar dan aku berencana untuk merayakan hari pernikahan kita dipulau ujar suamiku dengan nada bahagia.


Kalo aku pergi siapa yang ngurus emak batinku bermonolog,aku tak bisa tinggalkan Emak sendirian Batinku berkomentar lagi.

__ADS_1


Sesaat kualih pandangan ku kearah kamar


Emakku dan pergi ke dalam kamarnya,Mak..


panggil ku Emak diam tak bergerak.


"Mak.. ucapku mulai panik, tetapi Emak tak merespon panggilan ku.


"sayang... kesini cepat pekikku dengan nada yang ketakutan.


Suamiku pun datang dan memegangi tangan Emakku dan berkata" sayang ... Emak mu sudah tiada ucapnya buatku terduduk lemah.


Mobil ambulan datang dengan gerak cepat mereka membawa Emakku masuk kedalam mobil ambulan.


Aku dan Hana ikut kedalam mobil ambulan, situasi ini sungguh mencekam mengingat Emakku tak sadarkan diri.


Jujur aku binggung menjelaskan keadaan Emakku pada dokter jaga saat ini,yang aku tahu Emak tak ada riwayat penyakit serius.


Alarm pengukur kesadaran berbunyi perawat segera memanggil dokter, setelah dilakukan tindakan penyelamatan garis pengukur kesadaran bertanda lurus.


Maaf "Bu, ibu anda tak terselamatkan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi Tuhan berkehendak lain tukas Bu dokter sendu.


Teet..teeet... teeet


Hpku bergetar ku lihat nomor tak dikenal


akupun menyambut.


Hallo.. benar ini keluarga dari pak Sarman

__ADS_1


ujar pria didalam telpon


"Iya.. Pak" ada apa ya"Bapak sarman meninggal Bu ?" apa ujarku terduduk lesu dilantai rumah sakit.


Hatiku sedih tak percaya jika orangtuaku meninggal dihari ini secara bersamaan


Kutatap sedih kuburan Emak dan bapakku


yang telah disatukan menjadi satu tempat.


"Emak, bapak Ucapku sembari menangis


ditanah basah tempat peristirahatan terakhir


orangtuaku.


Sayang... ayo 'kita pulang?"ujar suamiku.


ma.. nenek kenapa masuk ke tanah tukas Hana buatku tersentak .


"ku jelaskan pada Hana dengan kata-kata yang sederhana agar ia mengerti.


suamiku turut berujar" Hana..meski nenek dan kakek sudah tiada tetapi nenek dan kakek ada di sini


ujar suamiku seraya meletakkan tangannya didadanya.


Hana pun tersenyum meski wajahnya terlihat sedih , ia nampak mengerti Ucapan papanya.


dan ia berkata" ma.. sekarang kita tak boleh sedih lagi,kan nenek dan kakek disorga.

__ADS_1


__ADS_2