
3hari setelah Emak memberikan testpack itu Emak menanyaiku, Angel Gimana hasil Nya?
selidik Emak sambil menatap lekat kearah ku.
Aduh keluhku dalam hati, Aku takut mencobanya, apa aku bilang aja ya"?kalo belum aku buka,tetapi Gimana kalo emak marah besar batinku bermonolog.
Angel apa kamu dengar?"cicit Emak kearahku.
Belum Mak ?" ucapku pelan bahkan seperti berbisik.
Angel lebih cepat lebih baik !" Kalo kamu takut kamu Gak akan tahu apa kamu hamil atau tidak jelas Emak panjang lebar padaku.
Aku pun berdiam diri cukup lama,
Setelah itu, akupun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Emak telah selesai dengan pekerjaan nya didapur, saat berpakaian, beberapa pakaianku tak muat di badanku.
Malam pun tiba , semenjak Aku rasa berbeda ditubuhku, aku jarang diruang tamu kebanyakan diam didalam kamarku.
Pintu dibuka Emak, boleh Emak masuk?
pinta Emak padaku.
boleh Mak.. ?" ucapku.
Besok mau Gak mau kamu harus tes kehamilan,kalo tidak Emak terpaksa bawa kamu kepuskesmas imbuh Emak ku.
Aku tak tahu harus jawab apa?"
hal ini benar benar buatku pusing tujuh keliling.
__ADS_1
andaikan waktu itu aku menolak permintaan Emak tentunya ini takkan terjadi.
Aku tak menduga ini semuanya akan jadi seperti ini.
tetapi Aku Gak mungkin menyesali diri ini sudah jalan hidup yang harus aku jalani.
Pagi ini Aku mencobanya,dengan hati bercampur aduk aku pun menunggu hasilnya Setelah menunggu dua garis merah muncul di benda pipih dan tipis ini.
Airmata ku mengucur deras membasahi pipiku Tuhan sekarang apa yang harus aku lakukan
Aku hamil.
Ketukan di pintu mengagetkan ku.
Angel kamu didalam?
akupun keluar dengan wajah penuh airmata.
Emak aku hamil imbuh ku sambil terduduk didekat kaki Emak ku.
Tangisku pecah dikaki Emak, Emak pun terduduk serta memeluk ku dengan tangisan cukup lama.
Angel apa pria itu bernama Hayden tukas Emak sendu sambil menatapku dengan tatapan kasih sayang.
Iya' Emak ?" aku tidak pernah bersama pria lain decit ku, Emak akan membicarakan hal ini pada Bu Sarmi karena ia keluarga terdekat Hayden.
Emak aku Gak mau?
Angel kamu tak mungkin bisa mengurus anak mu tanpa seorang suami decit Emakku seraya menatap wajah ku.
Udah kamu masuk kedalam kamar dan beristirahat, wajah mu nampak pucat. kamu mau makan apa?"
__ADS_1
Aku tak mau makan ucapku menguatkan kakiku untuk berdiri melangkah menuju kearah pintu kamar ku,
Kasihan cabang bayi didalam perut mu,ia butuh nutrisi yang cukup celotehan Emak padaku.
Emak kayak bidan saja, batinku berkomentar.
Jika kamu tidak menginginkan anak itu' Emak dan Bapak mau ujar bapak yang tiba-tiba muncul dari ruang tamu.
Akupun dituntun Emak kekamar ku.
akupun berbaring di tempat tidur ku
dan tertidur.
Siang ini suara Emak dan bapak ku
tengah mengobrol serius,
kuperjelas pendengaran ku, ingin tahu dengan siapa orangtuaku berbicara.
Aku pun bangun dan duduk ditempat tidurku. ku, ingin mendengarkan pembicaraan mereka,Gimana Bu ?
bisa secepatnya ujar Emakku.
Bisa kuusahakan, kebetulan orang tua Hayden akan mengunjungi Hayden Minggu ini sambut Bu Sarmi.
Kalo begitu Minggu ini, Bu" acaranya,
Kita buat sederhana saja' yang penting mereka berdua Syah menjadi suami istri imbuh Emak ku pada Bu Sarmi.
Gimana Pak?ucap Bu Sarmi pada bapak ku.
__ADS_1
Kalo Bapak sangat setuju dengan penuturan dari istriku ucap bapakku.