Mengejar Cinta Kupu-Kupu Malam

Mengejar Cinta Kupu-Kupu Malam
Bab. 58. Lamaran.


__ADS_3

Semua orang tampak sangat bahagia menyambut kelahiran putri Abra dan juga Bella. Wajah bayi mungil itu persis seperti papanya, dengan mata dan alis yang mirip seperti sang mama.


"Ya Tuhan, dia mirip sekali denganmu, Abra," seru Soni yang saat ini sedang melihat bayi itu dari gendongan mama Sintya.


"Benar. Wajahnya mirip sekali dengan Abra, tapi versi wanita," sambung mama Sintya sambil menimang-nimang sang cucu tercinta.


Abra dan Bella tersenyum lebar saat melihat keluarga mereka bermain dengan sang putri, tampak kebahagian terpancar di wajah semua orang tidak terkecuali papa Adnan juga.


"Tapi, siapa nama putri cantik kalian ini Abra, Bella?" tanya papa Adnan.


Bella lalu melihat ke arah Abra yang tersenyum saat mendengar pertanyaan dari laki-laki paruh baya itu, dia tahu jika suaminya sudah menyiapkan nama untuk putri mereka.


"Namanya Almeera Cheisya, yang memiliki makna seorang putri bangsawan yang cantik bak bidadari surga,"


"Wah, nama yang sangat bagus sekali," seru mereka semua saat mendengar nama yang Abra sebutkan untuk putrinya.


Semua orang terus bermain dengan Meera walaupun bayi kecil itu sedang terlelap. Wajahnya yang imut dan menggemaskan, serta kulit yang memerah membuat semua orang merasa gemas saat melihatnya.


Beberapa saat kemudian, Dokter kembali datang ke ruangan Bella untuk memeriksa kondisinya dan juga Meera. Semua orang tampak cemas saat melihatnya, dan berharap agar Bella dan juga bayi itu dalam keadaan baik-baik saja.


"Kondisi Anda sudah stabil, Nyonya. Besok Anda dan juga bayi Anda sudah bisa keluar dari rumah sakit."


Semua orang bernapas lega saat mendengar ucapan Dokter, terutama Bella dan juga Abra yang bersyukur karena keadaannya dan Meera baik-baik saja.


Niat hati ingin menjenguk papa Adnan dan memperbaiki hubungan yang sempat rusak, malah mendapat kebahagiaan lain yaitu dengan hadirnya malaikat kecil ke dunia.


Sepertinya Almeera tahu jika saat ini keluarganya sedang dalam kebahagiaan, itu sebabnya dia hadir dan semakin menambah rasa bahagia di hati semua orang.


Rita yang mendengar kabar kelahiran anak Bella dari Soni segera bergegas ke rumah sakit. Dengan membawa buket bunga dan juga perlangkapan bayi, dia melangkahkan kakinya untuk menemui keluarga itu.

__ADS_1


Kini semua orang sudah berkumpul di ruangan itu, tidak lupa Soni memperkenalkan Rita kepada papa Adnan walaupun wanita itu merasa gugup dan juga malu.


Apalagi saat Soni menceritakan identitas Rita, tentu membuat papa Adnan merasa terkejut dan tidak menyangka jika putranya berhubungan dengan putri dari keluarga itu.


"Apa Papa dulu pernah berniat untuk menjodohkan kami?" tanya Soni sambil melirik ke arah Rita yang sedang duduk di sampingnya.


Papa Adnan mengangguk. "Benar, tapi perjodohan itu batal karena Kiano mengatakan jika adiknya menolak untuk dijodohkan dan pergi dari rumah."


Rita menundukkan kepalanya dengan wajah memerah menahan malu. Sungguh dia sangat malu sekali dengan apa yang papa Adnan katakan, walaupun semua orang sudah tahu tentang masalah itu.


Soni dan yang lainnya tertawa saat melihat wajah Rita, apalagi Bella yang langsung mengejek temannya itu membuat Rita kian meradang.


"Jadi, kalian benar-benar sedang menjalin hubungan?" tanya papa Adnan, dia takut kejadian dengan Abra kembali terulang. Tentu dia tidak mau lagi terjadi masalah dalam keluarganya, dan tidak ingin mengekang atau pun mengatur masa depan kedua putranya lagi.


Soni menganggukkan kepalanya sambil merangkul bahu Rita. "Benar, Pa. Jika Papa dan Mama merestui, aku ingin segera menemui keluarga Rita untuk melamarnya."


Deg.


"Tentu saja papa dan mama pasti merestuinya, Soni. Katakan saja kapan kau akan melamarnya, biar papa yang akan bicara dengan orang tua Kiano."


Soni menganggukkan kepalanya. "Secepatnya, Pa."


Kebahagiaan mereka semakin bertambah saat mendengar niat baik Soni, sepertinya Tuhan benar-benar membalas segala rasa sakit dan penderitaan mereka dengan kebahagiaan yang berlipat ganda.


Bella langsung mengucapkan selamat pada Rita dan memeluknya dengan erat, sementara Rita sendiri masih diam dengan pikiran dan hati yang sedang kacau karena pernyataan Soni yang sangat mendadak dan membuanya syok.


Setelah berbincang-bincang, tidak terasa hari sudah sore. Mama Sintya membawa papa Adnan untuk kembali ke ruangan agar bisa istirahat, sementara Abra dan juga Bobi tetap berada di ruangan Bella untuk menemani wanita itu.


Soni sendiri baru saja pergi bersama dengan Rita, dan berniat ingin mengantar wanita itu pulang.

__ADS_1


"Kau tidak perlu mengantarku, Soni. Aku kan bawa mobil sendiri," ucap Rita. Lagi pula dia ingin menyendiri dulu dan mencoba untuk memikirkan apa yang laki-laki itu katakan tadi.


"Biar aku yang bawa mobilmu, dan mobilku tinggal saja di sini." Soni mengulurkan tangannya untuk meminta kunci mobil Rita, dan terpaksa wanita itu memberikannya.


Sepanjang perjalanan, tidak ada yang bersuara di dalam mobil. Rita larut dalam pikiran-pikiran yang memenuhi kepalanya, sementara Soni sendiri sibuk melirik ke arah wanita itu sambil menahan senyumnya.


"Loh, kita mau ke mana?"


Rita baru sadar jika mereka tidak melewati jalanan yang akan menuju rumahnya, dia lalu melihat ke arah Soni dengan penuh tanda tanya.


"Kita makan malam dulu, Rita. Aku sangat lapar sekali."


Rita menganggukkan kepalanya sambil ber-oh ria, dan tidak berselang lama sampailah mereka di tempat tujuan.


Soni membawa Rita ke sebuah restoran untuk makan malam, mereka segera masuk ke tempat itu dan menuju ruangan yang sudah disiapkan oleh sekretaris Rama.


Rita menghentikan langkahnya saat sudah berada di rooftop. Dia terkejut saat melihat segala macam hiasan yang sangat indah di depan matanya, pasalnya tempat itu sudah di penuhi dengan bunga dan puluhan lilin yang menerangi.


"A-apa semua ini?" Rita menoleh ke belakang untuk melihat ke arah Soni, sontak dia semakin terkejut saat melihat apa yang laki-laki itu lakukan padanya.


Soni sedang bersimpuh di hadapan Rita sambil memegang buket bunga di tangan kiri, dan tangan kanan yang memegang kotak beludru berwarna merah berisi sebuah cincin berlian.


"Rita, will you marry me?"




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2