Mengejar Cinta Kupu-Kupu Malam

Mengejar Cinta Kupu-Kupu Malam
Bab. 59. Kembali Pulang Ke Rumah.


__ADS_3

Rita menutup mulutnya dengan tidak percaya. Air matanya mengalir deras dengan apa yang Soni lakukan saat ini, dan dia menatap laki-laki itu dengan sendu.


Soni sendiri sedang menunggu jawaban dari Rita. Dadanya berdegup kencang karena merasa gugup dan juga takut ditolak. Karena jika sampai Rita menolaknya, maka dia pasti akan merasa malu seumur hidup.


"Yes. I will, Soni."


Soni tercengang saat mendengar jawaban dari Rita, sontak dia langsung berdiri dan menatap wanita itu dengan tajam.


"Kau, kau benar-benar ingin menikah denganku?" tanya Soni dengan tidak percaya.


Tanpa menjawab pertanyaan Soni, Rita langsung mengambil cincin yang ada di tangan laki-laki itu dan memakaikannya di jari manisnya. Dia lalu berjinjit dan mengecup bibir Soni yang terpaku menatapnya.


"Apa jawabanku masih kurang jelas?"


Soni menggelengkan kepalanya lalu memeluk tubuh Rita dengan erat. Dia benar-benar merasa sangat bahagia karena wanita itu menerima lamarannya, dan bersedia untuk menikah dengannya.


"Terima kasih. Terima kasih banyak, Rita. Sungguh aku merasa sangat bahagia sekali."


Rita juga memeluk Soni dengan tidak kalah erat. Dia menganggukkan kepalanya dengan terisak karena juga merasa bahagia.


Setelah momen haru itu selesai, mereka lalu segera menikmati makan malam yang sudah tersaji di atas meja. Suasana terasa sangat hangat dan dipenuhi dengan kebahagiaan, membuat senyum lebar terlihat jelas diwajah mereka berdua.


Selesai menikmati makan malam, Soni segera mengantar Rita pulang sekaligus ingin bertemu dengan keluarga sang calon istri. Dia ingin cepat-cepat melamar Rita dihadapan semua keluarga, dan segera menjadikan wanita itu sebagai istrinya.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di rumah keluarga Rita. Terlihat kedua orang tuanya sedang duduk di ruang keluarga, beserta kakak dan juga kakak iparnya.


"Selamat malam Tuan, Nyonya," ucap Soni saat masuk ke dalam ruangan itu. Dia kembali merasa gugup, apalagi ini kali pertama dia bertemu dengan kedua orang tua Rita.


"Selamat malam juga, Soni. Silahkan duduk."


Orang tua Rita menyambut kedatangan Soni dengan ramah, apalagi Kiano yang memang sudab akrab dengannya.

__ADS_1


Soni mulai basa-basi bertanya kabar tentang mereka semua, juga tentang perusahaan yang sedang dia bangun bekerja sama dengan Kiano.


Rita sendiri duduk di samping sang kakak ipar yang sejak tadi menggodanya, apalagi saat melihat sebuah cincin melingkar dijari manisnya membuat istri Kiano itu semakin tersenyum lebar.


Setelah cukup bertanya ini-itu, Soni langsung saja mengatakan maksud kedatangannya yaitu ingin meminta restu untuk hubungannya dengan Rita. Dia juga meminta izin karena ingin melamar gadis itu.


"Kami sudah tau tentang hubungan kalian, Soni. Baru saja ayahmu menelepon, dan tentu saja kami sangat senang mendengarnya. Padahal dulu gadis bandel itu sampai kabur karena tidak mau dijodohkan denganmu, tapi sekarang malah mau menikah denganmu juga."


Raymond tertawa dengan apa yang putrinya lakukan, begitu juga dengan istri dan juga putranya yang mengejek tingkah Rita.


"Kan aku tidak tau, Pa!"


Rita melakukan pembelaan. Memangnya dia tahu, jika akhirnya akan jadi seperti ini?


"Sudah-sudah. Jangan menggoda putrimu terus, suamiku. Nanti dia pergi dari rumah lagi loh," ucap mamanya Rita.


"Ah Mama sama aja."


Rita semakin cemberut membuat yang lain semakin tertawa, begitu juga dengan Soni yang merasa senang dengan reaksi yang keluarga wanita itu berikan padanya.


Soni mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada mereka semua, dia lalu pamit pulang karena ingin memberitahu keluarganya tentang semua itu.


Setelahnya Soni kembali ke rumah sakit untuk menemui kedua orang tuanya, dan tentu saja semua orang sangat bahagia dengan kabar baik yang dia sampaikan.


"Baiklah, Soni. Lusa kita akan datang ke rumah Rita dan melamarnya untukmu," ucap papa Adnan membuat Soni tersenyum lebar. Dia akan mulai mempersiapkan semuanya besok hari.


*


*


*

__ADS_1


Keesokan harinya, baik papa Adnan dan juga Bella sama-sama keluar dari rumah sakit setelah melakukan pemeriksaan.


Sesuai dengan keinginan papa Adnan, mereka semua pulang ke rumah mewah keluarganya. Semua pelayan menyambut kedatangan mereka dengan penuh suka cita, tampak rumah itu sangat cantik dengan hiasan bunga-bunga dan tulisan selamat datang baby Almeera Cheisya.


Tangis haru menyelimuti hati semua orang. Mereka merasa bahagia karena bisa kembali berkumpul di rumah itu, terutama mama Sintya dan juga papa Adnan.


Setelahnya mereka pergi ke kamar masing-masing yang tentu saja sudah disiapkan oleh para pelayan, termasuk Bobi yang ikut bersama dengan mereka.


"Wah, kamarnya bagus sekali, suamiku," ucap Bella saat masuk ke dalam kamar Abra, terlihat sudah ada boks bayi juga yang terletak di samping ranjang.


Abra tersenyum bahagia karena bisa mengajak istri dan anaknya masuk ke dalam kamarnya. "Ini kamar kita, istriku. Maaf karena baru bisa membawamu masuk ke dalam tempat ini."


Bella meletakkan Meera di atas ranjang lalu melihat ke arah Abra yang menatapnya sendu.


"Yang sudah terjadi biarlah berlalu, Sayang. Saat ini semua orang sudah merasa bahagia, dan kita semua mendapat banyak sekali pelajaran dari apa yang terjadi."


Abra menganggukkan kepalanya. "Kau benar, Sayang. Mungkin kita tidak akan merasakan kebahagiaan yang sangat besar seperti ini, jika tidak melewati berbagai macam cobaan dan juga masalah. Aku benar-benar beruntung memiliki istri sepertimu."


Bella memeluk tubuh Abra dengan erat. "Aku yang sangat beruntung bisa mengenal laki-laki sepertimu, Abra. Kau menarikku dari dunia hitam yang sangat kotor dan menjijikkan, kau bahkan membantu semua pengobatan adikku. Lalu kau juga mencintaiku, dan menerima ku apa adanya sebagai istrimu. Sungguh aku sangat bersyukur sekali, Suamiku."


Abra juga memeluk tubuh Bella dengan erat. Tetesen air mata membasahi wajah mereka dengan suasana haru dan kebahagiaan yang menyeruak di dalam dada, serta rasa syukur yang teramat besar.


"Semoga keluarga kita selalu diberikan kebahagiaan oleh Tuhan."





Tbc.

__ADS_1


Mampir juga ke karya baruku ya 😍



__ADS_2