Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 13 : Putus


__ADS_3

Arini kini berada didalam kamar anaknya. Ia menatap lekat ke arah putrinya itu yang terus menangis


"Katakan Angel, apa yang sudah kamu lakukan??", Tanya Arini


Angel yang tengah berdiri disamping ranjang bersama mamanya bersimpuh dikaki mamanya sambil menangis terisak


"Mama tau pasti kamu menutupi sesuatu dari mama.. Aku ini mama kamu. Mama tau pasti kamu sudah melakukan Kesalahan. Katakan sama mama Angel! Katakan!!!", Seru Arini


"Maafin Angel ma... Angel telah melakukan Dosa besar.. hiks.. hiks.. ", Tangis Angel


Mata Arini pun mulai berkaca-kaca, ia seakan mengerti dengan apa yang di maksud putrinya. Ia memegang kedua bahu putrinya dan menyuruhnya berdiri. Ia menatap lekat wajah putrinya itu.


"Katakan pada mama, siapa laki-laki itu??", Tanya Arini penuh penekanan


Angel tidak berani menatap mata mamanya. Hanya air matanya yang terus keluar membasahi pipinya itu


"Tatap mata mama Angel.. katakan siapa laki-laki yang sudah menodai kamu itu??", Tanya Arini lagi dengan penuh kesabaran


Perlahan Angel menatap mata mamanya itu.


"Angel tidak melakukan apa-apa ma.. Angel di jebak.. ", tangis Angel


"Di jebak?? Siapa yang sudah jebak kamu???", Arini mengguncang pundak Angel


"Angel tidak tau ma.. Kemarin Angel menemui Bu Siska untuk interview tapi tiba-tiba Angel tidak sadarkan diri. Angel tidak tau apa yang terjadi setelah itu. Saat Angel membuka mata Angel, Angel sudah berada satu ranjang bersama Dani, teman sekampus Angel..", Tangis Angel


Air mata Arini pun terjatuh membasahi pipinya. Ia seakan tak percaya atas musibah yang di alami putrinya.


"Sekarang coba kamu telefon Bu Siska itu, dia pasti tau apa yang terjadi kemarin", pinta Arini


Angel mengangguk mengerti. Ia mengambil hp nya diatas meja sebelah ranjangnya dan mulai melakukan panggilan pada nomor yang baru di kenalnya kemarin. Angel mencoba menelfonnya beberapa kali tapi Nomor itu sudah tidak aktif


"Nomornya tidak aktif ma..", ucap Angel


Arini pun nampak lemas. Ia terduduk di tepi ranjang putrinya.


Angel ikut duduk disampingnya, ia memegang kedua tangan mamanya itu


"Maafin Angel ya ma.. Angel sudah ngecewain mama..", Isak Angel


Arini melihat ke arah putrinya itu. Tangannya mengelus pipi Angel dan mencoba untuk tersenyum pada putrinya.


Angel berhambur kepelukan mamanya dan menangis terisak. Arini mencoba menguatkan diri dan menenangkan putrinya.


***


Karin dan Yoga saling melempar pandangan. Mereka saling memberikan kode mata menunjuk ke arah Aarav yang sedang duduk termenung di kelasnya. Mereka pun menghampiri ke arah Aarav dan berdiri disamping Aarav yang sedang duduk.


"Ehhemmm...."


Yoga mencoba menyapa Aarav tapi Aarav tetap tidak bergeming. Mereka berdua pun mulai khawatir


"Rav.. elu gak apa-apa kan??", Tanya Karin pelan


Aarav tetap terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Karin.


"Elu berantem sama Angel??", Tanya Karin lagi


Mendengar nama Angel, Aarav pun melihat ke arah Karin dan Yoga yang tengah berdiri disampingnya


"Gue ngerasa ada yang sedang di tutupin sama Angel. Tadi pagi gue datang ke rumahnya tapi dia gak mau ketemu sama gue", Ucap Aarav


"Mungkin dia lagi PMS kali Rav.. biasa cewek kan kalau lagi datang bulan suka gitu, marah gak jelas..", Ucap Karin coba menenangkan

__ADS_1


"Tapi kamu PMS gak PMS sama aja yang, suka marah-marah gak jelas..", ledek Yoga


"Iihhh.. apaan sih Yang..."


Karin mencubit perut Yoga hingga membuat Yoga meringis kesakitan


"Aww.. sakit Yang..", Ucap Yoga manja


Aarav hanya terdiam mendengar candaan dari kedua temannya itu.


Dari arah pintu terlihat Ken yang sedang berjalan masuk dan menuju ke arah mereka.


Mata mereka bertiga pun langsung tertuju pada Ken. Ken menghentikan langkahnya dan berdiri tak jauh dari tempat Aarav duduk.


Ken tersenyum sinis ke arah Aarav


"Harusnya elu bisa jaga cewek lu.., kemaren gue lihat dia keluar dari dalam hotel..", Ucap Ken dengan nada mengejek


Aarav yang mendengar ucapan Ken tadi langsung beranjak bangun dari duduknya dan menghampiri Ken. Ia menatap tajam ke arah Ken


"Jaga mulutmu... Angel itu cewek baik-baik", ucap Aarav


Ken tersenyum sinis


"Oya??, Buktinya kemarin gue lihat dia keluar dari hotel sendirian..", Ucap Ken


Aarav pun mulai tersulut emosi mendengar ucapan Ken itu. Ia menarik baju Ken, ia mulai mengepalkan tangannya. beruntung Karin dan Yoga berusaha menahannya.


"Jangan Rav..", tahan Yoga sambil memegangi tangan Aarav


"Kenapa?? Elu mau pukul gue??", Ucap Ken


"Mending elu tanya aja langsung sama cewek elu...", Tambahnya


***


Malamnya Aarav tidak bisa tidur dan terus memikirkan apa yang dikatakan Ken tadi di kelas. Ia sudah beberapa kali mencoba menghubungi Angel lagi tapi hp Angel tidak aktif.


Ia sangat merindukan gadisnya itu. Tapi ia juga ingin menanyakan perihal kebenaran apa yang dikatakan Ken tadi siang.


Ia ingin mengunjungi rumah gadis itu tapi ia takut gadis itu belum mau menemuinya. Ia pun merebahkan diri diatas ranjangnya dan berusaha untuk tidur.


Esoknya Aarav sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Ia berniat menjemput Angel tapi ia mengurungkan niatnya. Ia pikir nanti saja pulangnya ia akan kerumah gadis itu lagi dan kali ini ia harus bertemu dengan kekasihnya itu.


Aarav melajukan motornya menuju kampus. Sesampainya dikampus ia bertemu dengan Karin dan Yoga di depan, akhirnya mereka berjalan bareng menuju kelasnya.


Sesampainya di dalam kelas Aarav berjalan menuju kursinya. Ia melihat amplop coklat di atas mejanya. Dengan ragu-ragu ia mengambil amplop itu. Karin dan Yoga yang melihatnya pun ikut penasaran dengan isi amplop itu. Tidak ada nama pengirimnya, hanya tertulis untuk Aarav


Perlahan Aarav membuka amplop itu dan ia mendapati beberapa lembar foto. Ia terperanjat kaget melihat foto-foto itu. Karin dan Yoga yang ikut melihatnya pun ikutan kaget tak percaya. Isinya adalah foto-foto Angel bersama seorang pria di sebuah kamar. Aarav benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya itu. Kali ini ia benar-benar harus menemui gadis itu untuk mendengar penjelasan darinya.


Aarav berbalik dan berjalan keluar dari kelas dengan memegang foto-foto itu.


Saat sampai di halaman kampus dari arah berlawanan ia melihat gadis yang ingin ia temui sedang berjalan ke arahnya. Gadis itu belum menyadari keberadaannya karena ia berjalan sambil tertunduk.


Aarav pun berjalan menuju ke arah gadis itu sambil terus menatapnya. Setelah jarak mereka hanya berkisar dua meter, Aarav menghentikan langkahnya.


Gadis itu mulai menyadari ada seseorang yang sedang berdiri dihadapannya. Ia pun menghentikan langkahnya dan mulai mengangkat wajahnya. Ia terperanjat kaget melihat Aarav sudah berdiri dihadapannya saat ini. Ia memalingkan mukanya saat Aarav berjalan mendekatinya.


Jantung nya kini berdegup kencang, ia seperti belum siap bertemu dengan pemuda itu. Tapi sampai kapan ia harus bersembunyi terus darinya.


Aarav kini berdiri tepat di hadapannya.


Karin dan Yoga yang sedari tadi berjalan mengikuti Aarav pun berhenti tak jauh dari mereka. Mereka melihat kearah Angel dan Aarav yang saling berdiri berhadapan

__ADS_1


Aarav menatap lekat wajah gadis itu. Tapi gadis itu tak berani untuk menatapnya. Mata Angel tertuju ke arah foto yang di pegang tangan kanan Aarav, ia pun memejamkan matanya sebentar. Ia sadar Saat ini ia harus memberikan penjelasan untuk kekasihnya itu, tapi ia tak bisa menyangkal jika memang dia yang berada di foto itu.


Aarav mengangkat tangannya dan menunjukkan foto yang berada ditangannya saat ini


"Katakan padaku kalau ini bukan kamu..", Ucap Aarav meminta penjelasan


Angel hanya terdiam


"Tatap mataku Angel.. lihat aku.." Pinta Aarav


Angel mengangkat wajahnya dan coba menatap wajah yang sangat ia rindukan itu. Mata mereka pun saling bertemu. Angel mencoba menutupi ketakutannya saat ini


"Katakan kalau semua ini tidak benar..", Ucap Aarav


Angel menatap lekat mata itu, ia tidak bisa berbohong kalau yang ada di foto itu memang benar dirinya. Tapi ia tak bisa membuktikan apapun untuk saat ini. Ia tau, Aarav pasti akan sangat kecewa padanya


"Kita putus saja", Ucap Angel penuh penekanan


Ia mencoba menahan air matanya untuk tidak keluar dihadapan kekasihnya itu.


Aarav tidak percaya dengan kata-kata yang keluar dari bibir gadis itu. Ia memegang kedua lengan gadis itu dan menatap matanya dalam-dalam, ia mencoba mencari penjelasan disana


"Kenapa Angel??", Tanya Aarav tanpa melepaskan tangannya dari lengan gadis itu


Angel coba menguatkan dirinya


"Karena aku tidak pernah mencintai kamu..", Ucapnya


"ya benar.. akulah yang ada di foto-foto itu", tambahnya


Angel melepaskan kedua tangan pemuda itu Dari lengannya.


"Jangan pernah temui aku lagi" ucap Angel


Angel pun berlari pergi meninggalkan Aarav.


Aarav masih tertegun tak percaya mendengar pengakuan Angel barusan. Ia meremas foto-foto di tangannya itu


Karin dan Yoga yang melihatnya pun tak berani mendekati Aarav. Mereka tau saat ini Aarav pasti sangat marah dan kecewa. Selama ini mereka tak pernah melihat temannya itu benar-benar jatuh cinta pada seorang gadis seperti sekarang ini. Bahkan Aarav pun selama ini selalu bersikap dingin pada gadis-gadis yang mengejarnya. Dan ia pun nyaris tidak pernah marah seperti tadi ia marah pada Ken


Vania yang melihat dari jauh tersenyum bahagia melihat tontonan di depannya tadi.


Sementara Angel berlari ke arah kamar mandi. Ia pun masuk ke salah satu WC dan menutup pintunya. Ia sudah tak kuasa lagi untuk menahan tangisnya


"Maafkan aku.. maafff...", Tangis Angel


Setelah beberapa saat, Angel keluar dari kamar mandi. ia sudah merapikan dirinya lagi dan menghapus air matanya. ia berjalan melangkah menuju kelasnya. ia melihat Dani yang tengah berjalan jauh di depannya. ia pun berlari dan mengejar Dani. kali ini ia harus mendapatkan penjelasan dari Dani tentang apa yang terjadi antara ia dan dirinya hari itu di kamar hotel. Dengan begitu ia bisa memberi penjelasan pada Aarav nantinya.


Angel menarik lengan Dani sehingga Dani berbalik dan menghadapnya. Penampilan Dani sekarang benar-benar berbeda. Dani yang sekarang, terlihat lebih keren. Sekarang ia tak mengenakan kacamatanya lagi, ia merubah penampilannya total.


Angel menarik tangan Dani dan membawanya ke tempat yang lebih sepi.


"Dan.. tolong bilang sama aku kalau yang terjadi di kamar hotel kemarin itu hanya rekayasa. kita gak ngelakuin apa-apa kan??", Angel mencoba meminta penjelasan


Dani menatap gadis itu dan mengusap rambutnya


"kamu ngomong apa sih sayang.. kamu sendiri yang ngajakin aku ke hotel kan kemarin. kita ngelakuinnya atas dasar suka sama suka", Ucap Dani


"Dani!!!", Teriak Angel tak percaya dengan ucapan Dani


Tiba-tiba Dani menarik lengan Angel dan memeluk gadis itu. Angel coba memberontak tapi Dani menahannya dengan kuat.


Sementara dari jauh Aarav sedang melihat kearah mereka dengan tatapan penuh kekecewaan.

__ADS_1


\*\*\*


__ADS_2