Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 30


__ADS_3

Sudah beberapa hari sejak Nabila masuk dan bekerja dikantor Aarav. Sejak saat itu pula, seperti ada jarak antara Angel dan Aarav


Rani berjalan ke arah kamar Angel, Kebetulan hari itu adalah hari Minggu. Rani merasa akhir-akhir ini Angel sering menyendiri dan lebih banyak diam. Ia pun menghampiri kamar gadis itu yang memang sejak pagi belum keluar dari kamarnya.


Tok.. tok.. tok


"Angel, mba boleh masuk?" Seru Rani dari balik pintu


"Iya masuk saja mba" Jawab Angel


Rani membuka pintu kamar gadis itu dan mendapati gadis itu sedang duduk bersila diatas ranjangnya. Ia menaruh bantal guling diatas pangkuannya.


Rani berjalan masuk menghampiri gadis itu dan duduk ditepi ranjangnya.


"Kamu sakit? Tadi kamu gak ikut sarapan, ada apa?" Tanya Rani cemas


"Aku gak apa-apa mba. Cuma lagi gak enak badan aja" Jawab Angel


"Bener gak apa-apa? Kalo ada apa-apa kamu cerita saja sama mba. Jangan diem aja" Ucap Rani


"Iya mba..." Jawab Angel


"Kalo boleh mba tebak. Ini pasti soal cowok kan? Kamu kan baru sebulan kerja tapi kamu sudah punya handphone, trus cincin itu dari siapa? Sebelumnya kamu gak pernah pakai itu kan?" Rani coba mengintogerasi


"Oh ini..." Angel melihat cincin di tangannya


"Bukannya mba mau ikut campur urusan pribadi kamu. Cuma kan mba sama mas Dito sudah janji sama mama kamu buat jagain kamu selama disini. Gak apa-apa kalau kamu punya pacar, tapi ada baiknya kamu kenalin ke mba sama mas Dito. Biar kita juga kenal sama pacar kamu itu. Apalagi kamu kan pendatang disini, mba cuma takut kalau kamu cuma dimainin doang sama cowok. Mba gak mau.." Jelas Rani panjang lebar


"Maafin Angel ya mba. Angel bukannya gak mau jujur sama mba dan mas Dito. Cuma Angel takut mba" Ucap Angel


"Takut kenapa? Kamu gak ngelakuin hal yang aneh-aneh kan sama pacar kamu?" Selidik Rani


"Enggak! Bukan begitu mba. Cuma.." potong Angel


"Cuma apa?" Rani semakin penasaran


"Cuma.. pacar Angel itu adalah mantan pacar Angel pas kuliah dulu" Ucap Angel


"Bagus dong kalau begitu.. jadi kalian udah saling kenal lama" Ucap Rani


"Masalahnya bukan itu, tapi.. sekarang dia adalah bos di tempat Angel kerja" Ucap Angel terbata-bata


"Apa???!!!" Seru Dito


Dito sudah berdiri diambang pintu. Ia tak sengaja lewat dan mendengar percakapan istrinya itu dengan Angel


Rani dan Angel pun menoleh ke arah pintu.


Dito berjalan ke arah mereka


"Bos? Maksud kamu bos siapa? Jangan bilang itu adalah Pak Aarav Alvaro?" Tanya Dito penasaran


Angel mengangguk pelan dan tidak berani menatap Dito


"Iya mas..." Lirih Angel


Dito mengusap wajahnya dengan kasar


"Ya ampun Angel, Dia itu Direktur di perusahaan kita. Putra dari Pak Aksara, pemilik perusahaan. Sementara kamu hanya seorang staf biasa. Lagi pula dia sudah mau bertunangan" Ucap Dito panik


"Aku tau mas.. tapi aku masih sangat mencintai nya" Ucap Angel tertunduk


Rani mengelus-elus bahu Angel


"Sudahlah mas, biarkan saja. Yang penting pria itu juga mencintai Angel. Jadi apa salahnya" Ucap Rani


"Mas tau, mas gak bisa melarang kamu untuk berhubungan dengan siapapun. Tapi bagaimana dengan calon tunangannya itu? Mas cuma takut kalau kamu cuma dimainin doang nantinya. Apalagi dengan status sosial kita" Ucap Dito


"Mas! Kamu jangan nakut-nakutin gitu dong" seru Rani mendelik ke arah Dito


"Mas bukannya nakut-nakutin. Mas cuma khawatir saja" Ucap Dito lemas


Tiba-tiba Miko datang ke kamar Angel


"Mama.. papa.. ada tamu.." Seru Dito sambil berlari ke arah mereka


"Tamu? Siapa sayang?" Tanya Rani


"Nggak tau ma, orangnya tinggi dan tampan" Jawab Dito


"Siapa ya??" Gumam Rani


"Sebentar, mba tinggal dulu ya?" Pamit Rani


"Iya mba" jawab Angel


Rani dan Dito pun beranjak keluar dari kamar Angel. Mereka menuju ruang tamu dan berjalan menuju pintu utama. Didepan rumah mereka sudah berdiri seorang pria yang memunggungi mereka dengan memakai jaket serta kaos putih didalamnya, serta celana jeans panjang


"Maaf anda siapa ya?"tanya Rani dari ambang pintu


Pria itu pun berbalik dan menghadap ke arah mereka


"Pak Aarav??" Seru Dito kaget


Aarav tersenyum manis ke arah sepasang suami istri didepannya itu.


"Maaf saya mengganggu. Apa saya boleh bertemu dengan Angel?" Ucap Aarav sopan


"Bo.. boleh pak, silahkan masuk.." Ucap Dito nampak gugup karena disambangi oleh bos nya


"Kalau di luar kantor panggil Aarav saja, tidak perlu terlalu formal" jelas Aarav


"Baik pak.. eh.. maksud saya Aarav" Ucap Dito


Mereka pun mempersilahkan Aarav masuk.


"Silahkan duduk dulu, kami akan memanggil Angel" Ucap Rani


Aarav pun duduk dikursi tamu, sementara Dito dan Rani bergegas masuk dan berjalan menuju kamar Angel kembali


"Angel.. ada Aarav didepan" Ucap Rani dari depan pintu kamar Angel


"Apa?" Seru Angel


Angel pun beranjak bangun dan berjalan menghampiri Rani dan Dito


"Mba serius?" Tanya Angel memastikan

__ADS_1


"Iya.." Rani mengangguk cepat


Angel pun meninggalkan Rani dan Dito dan berjalan menuju ruang tamu.


Angel melihat Aarav yang sedang duduk dikursi tamu, Aarav yang melihat kedatangan Angel pun bangun dari duduknya dan menghampiri gadis itu


Kini mereka saling berhadapan dan bertatapan intens


"Kenapa kamu menghindariku? Kamu juga tidak pernah mengangkat telefonku. Trus sekarang handphone kamu juga gak pernah aktif" Tanya Aarav mengintogerasi


"Bukankah sekarang sudah ada Nabila disana. Lagi pula aku lupa untuk mengecas handphone ku" Jawab Angel cuek sambil memalingkan mukanya


"Kamu cemburu?" Tanya Aarav


"Nggak..." Jawab Angel sewot


Aarav meraih wajah gadis itu dengan tangan kanannya sehingga membuat gadis itu kembali menatap ke arahnya


"Kamu tidak percaya padaku?" Tanya Aarav


Angel hanya terdiam dan menatap mata pria itu dengan sendu


"Sebagai permintaan maafku, bagaimana kalau kita jalan-jalan keluar?" Ajak Aarav


"Kenapa kamu harus meminta maaf?" Tanya Angel


"Karena sudah membuat kekasihku ini cemburu" Aarav mencubit hidung Angel


"Aduh sakit" Ucap Angel manja


"Jadi mau atau tidak?" Tanya Aarav


"Ya sudah, aku ganti baju dulu ya?" Jawab Angel


Aarav menganggukkan kepalanya


Angel pun bergegas pergi kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


Sementara itu Dito dan Rani yang tengah memperhatikan mereka sejak tadi dari balik dinding


"Ya ampun.. mereka so sweet banget ya mas??" Bisik Rani


Dito hanya manggut-manggut setuju.


Setelah selesai berganti baju, Angel menemui Aarav kembali. Aarav pun terpesona melihat kecantikan Angel. Gadis itu memang selalu terlihat cantik dimatanya



Angel dan Aarav pun pamit pada Dito dan Rani. Mereka juga mengajak Miko ikut bersama mereka.


Aarav mengajak mereka pergi ke sebuah pusat perbelanjaan


Miko nampak senang sekali dan bisa berlari-lari bebas seperti baru keluar dari dalam sangkarnya.


Angel dan Aarav pun berjalan dibelakang anak itu sambil bergandengan tangan


Miko menunjuk ke arah toko mainan. Mereka masuk ke dalam toko mainan anak


"Om Miko boleh beli mainan gak?" Pinta Miko


Miko nampak berjingkrak-jingkrak senang


"Horeee..." Teriak Miko senang


Miko pun mengambil banyak mainan yang ia sukai dan memasukkannya ke dalam keranjang belanjaan.


"Yang ini juga ya om?" Pinta Miko menunjuk ke arah mobil-mobilan yang pakai remot


"Iya ambil saja" Ucap Aarav


Angel menahan tangan Aarav sehingga membuatnya berhenti dan menatapnya


"Apa ini tidak terlalu berlebih-lebihan?" Tanya Angel


"Biarkan saja. Yang penting Miko senang" Jawab Aarav


"Tapi ini terlalu banyak, kamu cukup belikan dia satu mainan saja sudah cukup" protes Angel


Aarav mengusap-usap Rambut Angel


"Udah gak apa-apa. Tidak setiap hari ini. Kamu sendiri pengin apa?" Tanya Aarav


Angel menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis


"Nggak ada. Berdiri disampingmu saja sudah membuat ku merasa sangat senang" Ucap Angel


Aarav mencubit gemas pipi kekasihnya itu.


Setelah selesai memilih mainan dan membayarnya. Mereka kembali berkeliling mall itu. Sebelumnya Aarav sudah menyuruh supir yang sengaja ia ajak bersamanya untuk membawakan barang-barang belanjaan itu ke mobilnya.


"Om Miko lapar" rengek Miko


" Ya sudah kita pergi makan dulu ya" Aarav mengusap-usap rambut anak itu


Angel tersenyum geli melihat sikap Aarav ke Miko


"Kenapa?" Tanya Aarav mengangkat kedua alisnya


"Tidak.. hanya saja kau terlihat seperti papa sungguhan" Ucap Angel


Aarav mendekatkan wajahnya ke arah gadis itu


"Kalau begitu kau sudah siap untuk jadi mamanya?" Goda Aarav


Angel pun tersipu malu dengan ucapan Aarav


"Aku akan mengenalkanmu pada orang tuaku. Setelah itu kita akan pergi menemui keluarga mu" Ucap Aarav


Angel menatap mata kekasihnya itu dengan sendu. Ia tidak menyangka jika kekasihnya itu benar-benar bersungguh-sungguh dengannya.


"Tapi, apa orang tuamu akan menerima ku?" Tanya Angel khawatir


"Mereka akan menerima atau tidak, yang terpenting aku sudah menerima mu. Dan hatiku sudah memilih mu" Jelas Aarav


"Ya sudah ayo, kasian Miko sudah lapar" Ajak Aarav


Mereka pun berjalan menuju food court yang kebetulan berada di lantai satu.

__ADS_1


Sesampainya dilantai satu Mereka berpapasan dengan Ken disana


Aarav dan Ken saling menatap tajam. Angel yang mulai panik pun menoleh ke arah kekasihnya yang berdiri disampingnya. Aarav semakin mempererat genggaman tangannya untuk menenangkan gadis disampingnya itu. Ia pun menoleh ke arah Angel


"Kamu sama Miko masuk dulu dan pesan makanan" perintah Aarav


Angel mengangguk mengerti. Aarav pun melepaskan tangan kekasihnya itu.


Angel mengajak Miko pergi dari situ, meninggalkan dua pria itu.


Kedua pria itu masih saling menatap tajam


"Jangan pernah mencampuri urusan pribadiku! Kau urus saja urusanmu sendiri" Tegas Aarav


Ken hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Aarav padanya


Aarav pun pergi menyusul Angel dan Miko, ia meninggalkan Ken yang masih berdiri mematung disana sendirian


"Aku hanya tidak mau Nabila sedih dan pergi lagi jika melihat kebersamaan kalian berdua. Aku mencintai Nabila, dan aku ingin dia bahagia walaupun bukan dengan aku" Batin Ken


Setelah puas berjalan-jalan seharian Aarav kembalimengantarkan Angel dan Miko pulang kerumahnya.


Mereka Duduk di kursi belakang karena Aarav membawa supirnya bersamanya.


Miko yang sudah kelelahan pun tidur di pangkuan Aarav


"Bagaimana kalau Ken memberi tau Nabila?" Tanya Angel memecah keheningan


"Apa yang harus di takutkan? Bukankah lebih baik kalau Nabila tau" Jawab Aarav


Aarav memegang tangan kekasihnya yang duduk disebelahnya itu


"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja" Ucap Aarav menenangkan


Tak berselang lama mereka pun sampai didepan rumah Dito


Aarav turun sambil menggendong Miko yang sudah tertidur pulas. Rani dan Dito yang mendengar suara mobil Aarav dari dalam pun berjalan menuju keluar dan membukakan pintu


"Maaf pulangnya kemaleman" Ucap Aarav saat sudah berdiri didepan pintu rumah itu


"iya tidak apa-apa" Jawab Rani


"Maaf merepotkan" Ucap Dito yang melihat Aarav menggendong Miko yang tengah tertidur


Dito pun mengambil Miko dari gendongan Aarav


"iya tidak apa-apa" Jawab Aarav


"Permisi saya Mau membawa Miko ke kamarnya dulu" Pamit Dito


Supir Aarav pun sudah menurunkan barang-barang belanjaan mereka.


Aarav memberikan barang-barang belanjaan itu pada Rani


"ini mainan Miko" Ucap Aarav


"Ya ampun jadi merepotkan. terimakasih banyak" Ucap Rani


"sama-sama" Jawab Aarav


"Mari silahkan masuk dulu" Ajak Rani


"Tidak perlu, saya langsung pulang saja. soalnya besok saya harus berangkat kekantor" Ucap Aarav


"Oh ya sudah. Kalau begitu mba permisi masuk dulu" Pamit Rani


Rani masuk ke dalam rumah dan sengaja meninggalkan kedua pasangan itu didepan rumahnya.


"Aku pulang ya?" Pamit Aarav pada Angel


"Iya.." Angel mengangguk pelan


"Nyalakan handphone mu, nanti aku akan menelfon mu" Aarav mencubit pipi gadis itu gemas


Angel memegangi pipinya


"ihh sakit.." Ucap Angel manja


"Oya, ini buat kamu" Aarav menyerahkan sebuah paper bag


"Apa ini? Aku tidak melihat kamu membeli sesuatu untuk ku tadi" Tanya Angel penasaran


"Aku lihat kamu menyukainya. jadi aku membelinya. kamu buka saja nanti didalam"Jawab Aarav


"Ya sudah kamu masuk sana " Perintah Aarav


"Kamu saja yang pergi dulu. aku kan cuma tinggal masuk doang" Ucap Angel


"Tapi akan lebih aman kalau kamu sudah masuk ke dalam" Jawab Aarav


"iya.. iya..." Angel memanyunkan bibirnya


Aarav tersenyum melihat ekspresi kekasihnya itu. ia pun mencium kening Angel sehingga membuat mata Angel mendelik karena ulahnya.


Aarav melepaskan ciumannya dari kening gadis itu dan kembali menatap wajah gadis itu yang sedang tersipu malu.


"Ingat, besok jangan sampai terlambat masuk kantor. Atau besok aku jemput saja untuk memastikan agar kamu tidak terlambat" Tawar Aarav


"Tidak perlu, tenang saja.. aku tidak akan terlambat" Jawab Angel


"Biar aku menjemputmu saja. Untuk memastikan agar kamu aman" Pinta Aarav


"Jangan sekarang. seluruh kantor bisa gempar kalau melihat kita bersama" Jawab Angel


"Baiklah, sekarang masuklah" Perintah Aarav


Angel hanya terdiam dan menatap kekasihnya itu


"Kenapa malah diem? Sana masuk" Perintah Aarav lagi


Angel mencium pipi Aarav sekilas dan berhambur masuk ke dalam rumah. ia menutup pintu rumah itu dan menyenderkan dirinya dibalik pintu sambil memegangi dadanya


"Kenapa rasanya masih deg-degan saja kalau di dekat dia" gumam Angel


Sementara itu di depan pintu Aarav masih berdiri dan memegangi pipinya sambil senyum-senyum.


Ia tak menyadari kalau ada yang sedang mengawasi mereka dari jauh sejak tadi

__ADS_1


__ADS_2