
Ketiga orang itu melihat ke arah seseorang yang datang. Orang itu berdiri tepat di hadapan mereka
"Kau? Kapan kamu datang?" Tanya Aarav
"Aku datang dua hari yang lalu" jawab pria itu
"Siapa gadis ini? Sepertinya aku melewatkan banyak hal disini" pria itu melihat ke arah Angel
Aarav menoleh ke arah Angel dan menggenggam tangan gadis itu.
"Dia kekasih ku, sekaligus calon istriku" jawab Aarav
"Menarik" Pria itu melihat Angel dari atas sampai bawah
"Kenalkan, aku Alvin. Aku sepupunya Aarav" Alvin menyodorkan tangannya untuk menyalami Angel
Angel menoleh ke arah Aarav untuk meminta persetujuan. Aarav menganggukkan kepalanya pada gadis itu
"Aku Angel" Angel membalas jabatan tangan pria itu
Alvin terus memandangi Angel sehingga membuat Angel merasa risih. Ia pun melepaskan jabatan tangannya dari pria itu
"Kalian sudah datang" Seru seseorang pria yang sedang berjalan ke arah mereka bersama istrinya
"Oh jadi ini gadis yang mau kenalkan sama mama dan papa?" Tanya Aksara
"Iya pa. Perkenalkan Ini Angel" ucap Aarav
Angel tersenyum dan membukukan sedikit badannya untuk menyapa kedua orang tua Aarav
"Perkenalkan om, tante. Nama saya Angel" sapa Angel penuh percaya diri
"Kamu berasal dari mana? Trus kamu bekerja dimana? Orang tua kamu, apa pekerjaan mereka" tanya Yuniar mengintogerasi
"Mama" Aksara menyenggol lengan istrinya
"Biarin aja pah. Kita kan harus tau asal usul gadis ini. Papa mau putra kita satu-satunya jatuh ke tangan orang yang salah" ucap Yuniar
__ADS_1
"Tidak apa-apa om. Maaf tante, saya memang bukan dari keluarga berada seperti kalian. Saya juga cuma seorang staf biasa di kantor Aarav. Tapi saya tulus dan sangat mencintai Aarav. Dan juga saya hanya seorang anak yatim, ayah saya sudah meninggal. Lalu ibu saya, beliau tinggal di kampung" ucap Angel tegas dan sopan
Aarav melihat ke arah gadis disampingnya itu
"Siapa yang mengajarinya seberani ini" batin Aarav melihat sudah tidak ada ke gugupan pada gadis itu
"Jadi kamu bekerja di kantor anak saya?" Tanya Yuniar memastikan lagi
"Sudah tidak apa-apa ma. Lihat, gadis ini begitu berani mengakui semuanya. Dia begitu jujur dan tidak takut menceritakan asal usulnya" ujar Aksara
"Tapi pa.."
"Sudah.. sudah.. ayo kita langsung kemeja makan saja. Kita makan dulu, setelah itu nanti kita baru ngobrol-ngobrol lagi" Ajak Aksara
Mereka pun berjalan menuju meja makan. Alvin yang masih berdiri terpaku sambil memandangi gadis yang tengah bergandengan tangan bersama sepupunya itu.
"Dia cantik juga" gumam Alvin
***
Nabila menghampiri kedua orang tuanya yang tengah duduk santai di ruang keluarga
Rosa dan Roni kaget dan menoleh ke arah putrinya
"Kamu ini kan perempuan. Kamu harus punya harga diri. Harusnya Aarav yang melamar kamu, bukannya kamu yang melamar dia" Seru Roni
"Papa kamu benar. Mama dan tante Yuniar memang berniat menjodohkan kalian berdua, tapi apa kamu sudah bisa merebut hatinya Aarav?" Tanya Rosa
"Aku udah coba ma buat merebut hatinya dia. Tapi dia sama sekali tidak pernah melihat ke arahku. Nabila tidak mau tau, pokoknya mama dan papa harus bantuin Nabila buat dappetin Aarav" Seru Nabila sambil berlalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya
"Nabila.. Nabila..." Panggil Rosa tapi Nabila tak menghiraukannya
"Lihat, mama terlalu memanjakan dia. Jadi dia seperti itu kan" ujar Roni
Rosa hanya tertunduk dan menghela nafas panjang
Nabila membanting pintu kamarnya dan menghamburkan diri ke atas ranjangnya.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara Ken. Harusnya semalam tidak terjadi apa-apa. besok aku harus tetap ke kantor, aku tidak mau Aarav jatuh ke tangan Angel" ucap Nabila
***
Selesai makan malam, ke empat orang itu berjalan menuju ke ruang keluarga.
Angel meraih tangan Aarav sehingga membuat Aarav berhenti dan menatap gadisnya itu
"Ada apa?" Tanya Aarav
"Aku mau ke toilet dulu" jawab Angel
"Toiletnya sebelah sana" tunjuk Aarav
Angel pamit pada pergi ke toilet kepada Aksara dan Yuniar
Selepas kepergian Angel ketiga orang itu kembali berjalan ke arah ruang keluarga dan duduk disana
"Aarav? Apa kamu yakin mau menikah dengan gadis itu?" Tanya Yuniar
"Ma. Aarav yakin dengan pilihan Aarav. Angel gadis yang baik dan Aarav Sangat mencintainya" jawab Aarav
"Tapi keluarganya tidak sebanding dengan keluarga kita" ucap Yuniar
"Itu tidak penting ma. Lagi pula nantinya Aarav yang akan menafkahi Angel, bukan sebaliknya" jawab Aarav
"Aarav benar ma. Tugas mama hanya tinggal kasih restu saja" ucap Aksara
"Kalian ini bapak dan anak, selalu saja kompak buat menyudutkan mama" ujar Yuniar
"Bukan begitu ma. Mama harus lebih dekat lagi dengan Angel biar mama lebih bisa mengenalnya lebih dekat. Kalau tidak di coba mama mana tau, jangan hanya melihat dari satu sisi saja" ujar Aksara
"Iya papa benar ma" ucap Aarav setuju
"Oya Aarav, untuk sementara Alvin akan tinggal disini. Dia rencananya mau melanjutkan kuliahnya disini. Sekalian temenin papa dan mama dirumah" ucap Aksara
"Tidak apa-apa pa. Lagi pula Aarav belum ada rencana untuk kembali kesini. Aarav akan tetap tinggal di apartemen karena jaraknya juga lebih dekat dengan kantor" ujar Aarav
__ADS_1
Sementara itu Angel yang baru keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ruang keluarga. Seseorang menarik tangannya dan mendorongnya masuk ke sebuah kamar.
Pria itu memepetkan tubuh gadis itu di tembok kamarnya dan menadahkan tangannya ke tembok agar gadis itu tidak bisa pergi. Ia tersenyum evil pada gadis didepannya itu