
Angel menangis sendirian di dalam kamarnya saat mengingat pertemuannya kembali dengan Aarav di kantor tadi. Ia tak menyangka akan bertemu dengan cara seperti itu. Seseorang yang selalu ia rindukan tetapi kini telah bersama wanita lain.
"Jadi.. dia gadis itu.. sekarang kamu benar-benar sudah bersamanya..", Isak Angel
Ia membuka liontin kalungnya dan melihat foto Aarav disana.
"Aku selalu merindukanmu... Apakah kita benar-benar sudah berakhir.. hiks.. hiks...", Isak Angel kembali
Sementara itu Aarav baru menginjakkan kaki di rumahnya. Yuniar yang melihatnya pun langsung menghampiri putranya itu.
"Aarav.. mama tadi yang nyuruh Nabila ke kantor kamu, tapi kenapa kamu malah menyuruh dia pergi??", Tanya Yuniar
"Ma.. apa kita harus membahas ini sekarang??", Tanya Aarav
"Kalian itu akan bertunangan.. jadi kamu harus mengajak Nabila untuk memilih cincin untuk kalian", Seru Yuniar
"Ma, kalau mama tiap hari hanya ingin meributkan hal seperti ini. Aarav lebih baik pergi dari rumah ini", Ucap Aarav
Aarav pun berbalik dan pergi menuju mobilnya kembali. saat ini pikirannya benar-benar kacau. ia tak sedang tak ingin berdebat dengan mamanya
"Aarav!! Kamu denger mama dulu.. ini semua demi kebaikan kamu.. Aarav!! Aarav!!", Seru Yuniar
Tapi Aarav tak menghiraukannya dan pergi melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah itu
Aksara yang mendengar teriakkan istrinya itu pun keluar dan menghampiri istrinya yang sedang berdiri di luar rumah. Ia pun melihat mobil putranya itu pergi meninggalkan rumah itu.
"Ma, papa kan sudah bilang. Mama jangan memaksakan kemauan mama pada Aarav. Lihat! Sekarang dia pergi kan!" Aksara tampak kecewa pada istrinya itu
"Mama hanya ingin yang terbaik buat Aarav pa", Isak Yuniar
"Mama itu egois.. Aarav lebih tau mana yang terbaik untuk dia", Ucap Aksara
Aksara pun kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dan meninggalkan istrinya itu sendiri didepan rumah.
***
Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Aarav memakirkan mobilnya di seberang rumah dimana Angel tinggal sekarang. Ia melihat ke rumah itu. Saat ini ia ingin sekali bersama gadis itu.
Sebuah motor datang dan berhenti di depan pagar rumah itu. Seorang pria turun dari motornya dan membuka pintu pagarnya, kemudian ia menaiki motornya kembali dan masuk kedalam rumah itu. Setelah ia memakirkan motornya di dalam ia kembali turun dan kembali ke arah pintu pagar untuk menutupnya kembali. Setelah pintu pagar itu kembali tertutup, ia pun kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah itu.
Aarav yang melihat pria itu masuk ke dalam rumah itu pun mulai merasa cemburu pada Angel dan pria itu
"Jadi kamu benar-benar sudah melupakan aku..", gumam Aarav kecewa
Ia pun menjalankan mobilnya meninggalkan rumah itu dan menuju sebuah apartemen.
Esoknya mereka berdua kembali bertemu didalam kantor. Angel yang sedang berjalan bersama dengan Naura, sementara Aarav berjalan dengan Devi dari arah berlawanan.
Namun mereka saling cuek dan tak bertegur Sapa, mereka berjalan saling melewati.
"Kenapa rasanya sakit sekali melihat dia cuek seperti ini" batin Angel
Naura menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah belakang
"Eh.. Ngel.. itu kan Direktur disini. Ya ampun ternyata benar-benar ganteng banget..", Ucap Naura sumringah
Angel yang hanya terdiam sambil melihat pria itu dari belakang.
"Angel kok kamu malah bengong sih?", Seru Naura
Angel pun kembali tersadar dari lamunannya
"Oh.. iya maaf..", Ucap Angel
"Sayang ya.. katanya dia sudah punya pacar dan sudah mau bertunangan...", Gumam Naura
Hati Angel kembali sakit mendengar ucapan dari Naura barusan. Ia sadar bahwa sekarang pria itu sudah menjadi milik orang lain.
Siangnya Nabila turun dari dalam mobil didepan kantor Aarav. Sementara Aarav sudah menunggu disana. Ia memang sengaja menyuruh supirnya untuk menjemput Nabila.
Nabila berjalan ke arah Aarav yang sudah menunggu di depan pintu kantornya
"Aku seneng akhirnya kamu yang ngajakin aku makan siang duluan", Ucap Nabila
"Ya sudah ayo kita langsung saja ke kantin", Ajak Aarav
"Kantin?? Maksud kamu kita makan siang di kantin? Kenapa tidak di tempat biasa saja?", Tanya Nabila
"Kita makan di kantin saja. Kamu belum pernah cobain makanan disana kan? Apa salahnya kita sekali-sekali makan disana?", Ucap Aarav
"Mmm.. ya udah deh.. kamu ngajak makan aja aku udah seneng..", Ucap Nabila
Mereka pun beranjak pergi menuju ke kantin.
Sesampainya di kantin semua mata tertuju pada mereka. Naura yang sedang duduk bersama Angel pun melihat ke arah mereka.
"Eh Ngel, lihat itu! Itu Pak Aarav dan pacarnya mau makan disini juga" seru Naura
Angel pun langsung melihat ke arah dua orang yang sedang berdiri itu. Kedua orang itu berjalan ke arah mereka
"Sepertinya mereka menuju kesini", Ucap Naura
__ADS_1
Angel yang masih tertegun melihat ke arah mereka tak menghiraukan ucapan Naura.
"Hei Angel..." Sapa Nabila yang sudah berdiri dihadapan mereka
Angel pun menoleh ke arah mereka
"Oh.. hei...", Sapa Angel
"Kita boleh gabung duduk disini gak?", Tanya Nabila
Angel pun gelagapan bingung untuk menjawab apa. Tidak mungkin kan ia menolak permintaan pacar dari atasannya itu. Ia tau Aarav pasti sengaja mengajak Nabila kesitu
"Oh.. boleh Bu, silahkan.. silahkan..", Seru Naura bersemangat
Nabila dan Aarav pun duduk. Nabila duduk di depan Naura sementara Aarav duduk didepan Angel.
"Jangan panggil ibu, panggil nama saja. Biar lebih akrab. Lagian yang bos kalian kan dia, bukan aku", Ucap Nabila menoleh ke arah Aarav yang duduk disebelahnya
Sementara itu Aarav yang hanya terdiam dan terus menatap ke arah gadis yang duduk didepannya itu. Gadis yang ditatap itu tak berani menatap balik, pastinya hatinya sedang bercampur aduk. Bagaimana sih rasanya duduk bersama mantan pacar dan kekasih barunya.
"Oya sayang, kamu mau makan apa?", Tanya Nabila pada Aarav
"Terserah kamu saja..", Jawab Aarav
Nabila pun memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka berdua.
"Oya kalian mau nambah gak? Gak apa-apa biar nanti kami yang traktir", Tanya Nabila
"Tidak perlu.. terimakasih... Lagi pula kami sudah selesai makan dan harus kembali bekerja", Ucap Angel
"Yah.. sebentar lagi Ngel.. masih lama ini jam istirahat nya", Seru Naura
"Iya nanti saja. Kami juga baru datang", Ujar Nabila
Tak lama pesanan makanan Nabila pun datang. Mereka pun menyantap makanan itu.
"Oya Angel kamu sudah punya pacar?" Tanya Nabila disela-sela makan
Angel yang sedang makan pun tersedak mendengar pertanyaan dari Nabila barusan
"Uhukkk.. uhukkkk..."
"Eh kamu gak apa-apa?", Naura menepuk-nepuk punggung Angel
"Iya gak apa-apa kok" jawab Angel
Nabila dan Aarav yang melihat ke arah Angel seperti menanti jawaban dari Angel
"Dia ini masih jomblo", Seru Naura
Angel pun kaget mendengar Seruan Naura barusan. Harusnya Naura jangan bilang seperti itu didepan mereka. Aarav pasti tau kalau Angel belum bisa ngelupain dia jadinya.
"Masa sih?? Kamu kan Cantik?? Masa gak punya pacar?", Tanya Nabila Penasaran
"Duuuhhh.. kenapa jadi ngomongin aku sih..." Batin Angel lagi
"Ohh.. aku... ", Ucap Angel gelagapan
"Tapi saya pernah lihat kamu berangkat kerja naik motor boncengan sama cowok, mungkin dia pacar kamu?", Tanya Aarav penasaran
"Oh kalau yang itu sepupunya", Jawab Naura lagi
"Naura!!! kenapa kamu harus memperjelas di depan dia!! ketauan kan kalau aku belum move on dari dia"Batin Angel
"Oohh... jadi sepupu.." Ucap Aarav
Dalam hatinya ia merasa senang karena gadis itu ternyata belum melupakannya
"Atau jangan-jangan ada seseorang yang belum bisa kamu lupakan", Sindir Aarav
Seketika Angel pun melihat ke pria didepannya itu.
"Kenapa jadi membicarakan tentang aku. Kenapa tidak kalian saja, bukankah kalian sudah mau bertunangan", Sindir Angel balik
Aarav menatap tajam ke arah gadis didepannya itu.
"Tentu saja, kenapa tidak" Jawab Aarav penuh penekanan
Ia ingin tau apakah gadis didepannya itu merasa cemburu atau tidak
"Kalau begitu selamat. Nabila selamat ya, pacar kamu ini pasti sangat mencintai kamu", Sindir Angel pada Aarav
Nabila pun tersenyum ke arah Angel
"Justru aku merasa kalau dia tidak pernah mencintai aku", Ucap Nabila melirik ke arah Aarav
Angel yang mendengar pernyataan Nabila pun merasa bersalah pada gadis itu. Ia tau Nabila sangat mencintai Aarav, tapi ia juga tau kalau Aarav masih mencintainya. Tapi ia tak ingin melukai hati gadis itu. Nabila sangat baik dan ramah padanya, ia tidak mau berada di tengah-tengah hubungan Nabila dan Aarav. Sekarang ia dan Aarav hanya bagian dari masa lalu.
"Sepertinya kami harus kembali bekerja, kami permisi dulu", ijin Angel
Ia pun langsung bangun dan pergi tanpa mendengar jawaban dari mereka terlebih dahulu. Ia sudah tidak tahan lagi berada disana. Hatinya merasa terluka melihat Aarav dan Nabila, dan ia juga tidak ingin melukai hati Nabila seperti ia melukai hati Vania sahabatnya dulu.
__ADS_1
Naura pun ikut bangun dan mengejar Angel. Sementara Aarav dan Nabila hanya melihat ke arah kepergian mereka.
"Aku harus kembali bekerja. Nanti akan ada supir yang mengantarkan kamu pulang didepan", Ucap Aarav
"Tapi..."
Belum selesai Nabila berbicara, Aarav sudah beranjak bangun dan berjalan pergi meninggalkannya.
Mata Nabila pun berkaca-kaca melihat ke arah kepergian Aarav
"Lagi-lagi selalu seperti ini..", gumam Nabila sedih
Sementara itu Naura masih mengejar-ngejar Angel
"Angel tunggu.. Angel...", Panggil Naura sambil terus memanggil temannya itu
Naura pun meraih tangan Angel, membuat gadis itu berhenti dan berbalik menghadapnya
"Eh.. kamu kok nangis?", Tanya Naura yang melihat Angel ternyata sedang menangis
Angel menghapus air matanya
"E.. enggak.. aku nggak apa-apa kok", bohong Angel
"Serius kamu gak apa-apa?", Tanya Naura menyelidik
Angel menganggukkan kepalanya
Tak lama Aarav pun datang, Angel melihat ke arah Aarav yang sedang berjalan ke arah mereka dari arah belakang Naura.
Aarav pun menghentikan langkahnya dan menatap ke arah gadis didepannya itu. Ia tau gadis itu pasti terluka hatinya, tak seharusnya ia membawa Nabila kemari. Tapi jika tidak begitu ia tak akan tau tentang gadis itu dan masih merasa cemburu pada gadis itu.
Angel membuang muka dan menarik tangan Naura pergi menaiki tangga meninggalkan tempat itu
Sorenya Angel meminta ijin pada Dito untuk menginap di kontrakan Naura. Awalnya Dito tak mengijinkannya karena khawatir, apalagi dia sudah berjanji pada mamanya Angel kalau dia akan menjaga Angel selama di Jakarta.
Tapi Angel terus memaksa jadi Dito meminta alamat kontrakan Naura dan nomor Naura kalau-kalau nanti ia mau menghubunginya.
Angel pun pulang berjalan kaki dengan Naura setelah mendapatkan ijin dari Dito tadi
"Makasih ya kamu udah ngijinin aku nginep di kontrakan kamu" ucap Angel
"Iya sama-sama", Jawab Naura
Mereka tidak sadar kalau ada mobil yang sedang mengikuti mereka.
Tiba-tiba seseorang berdiri di hadapan mereka dan membuat mereka menghentikan langkahnya
"Angel?? Kamu Angel kan??", Sapa seorang pria dihadapan mereka itu
"Ken?", Ucap Angel pada pria yang ternyata adalah Ken
"Kamu kenapa bisa ada disini?" Tanya Ken penasaran
"Aku kerja tidak jauh dari sini", Jawab Angel
"Kerja?? kerja dimana??" Tanya Ken lagi
"Disana.." tunjuk Angel
Angel menunjuk ke arah gedung tempatnya bekerja yang memang masih terlihat dari tempat ia berdiri sekarang
"itu kan kantornya Aarav. apa jangan-jangan..." Batin Ken
"Kamu tau siapa pemilik perusahaan itu??",
Tanya Ken menyelidik, ia harus memastikan apakah Aarav dan Angel sudah saling bertemu
"Tidak, aku enggak tau. Lagi pula aku cuma staff biasa disana" bohong Angel
Angel tau kalau Ken pasti ingin tau apakah ia sudah bertemu dengan Aarav atau belum
"Tapi..", lirih Naura
Angel memegang pergelangan tangan Naura dan menggeleng pelan pada gadis disampingnya itu. Naura pun mengerti dan diam kembali.
"Oya aku sampai lupa, gimana kabar kamu? Kamu sudah lama tinggal di Jakarta?", Tanya Ken
"Kabar aku baik. Aku baru beberapa bulan ini tinggal di Jakarta. Kamu sendiri? Sekarang tinggal di Jakarta?", Tanya Angel balik
"Iya, aku nerusin bisnis papa aku disini. Oya kalian mau kemana? Biar aku antar sekalian", Ajak Ken
"Nggak usah repot-repot. Lagi pula tempat tujuan kami juga sudah dekat kok", Jawab Angel
"Gak apa-apa, biar sekalian aku antar", Ucap Ken
"Makasih Ken, tapi kami jalan kaki saja. Ya sudah kami pergi dulu ya..", Pamit Angel
Angel pun menarik tangan Naura dan pergi meninggalkan Ken sendirian disana.
Ken hanya memandangi ke arah dua gadis itu
__ADS_1
"Aku harus mengikuti mereka. Aku harus tau Angel tinggal dimana. Kalau perlu, aku harus membuat Angel agar tidak pernah bertemu dengan Aarav lagi. Maaf Angel, tapi tempatmu bukan disini seharusnya", gumam Ken