
Di sebuah taman nampak seorang gadis dan seorang pria tengah duduk di bangku taman itu.
"Aku tidak tau kenapa tiba-tiba dia bilang seperti itu. Aku tau dia tidak pernah mencintai ku. Tapi aku berharap suatu saat hatinya akan terbuka untukku.. aku tidak bisa tanpa dia. Mungkin aku egois, tapi aku benar-benar ingin memilikinya.." Jelas Gadis itu
Pria di sebelahnya pun membelai rambut gadis itu.
"Mungkin Aarav sedang banyak kerjaan jadi dia tak sengaja berkata seperti itu. Kamu tenang saja, Aarav pasti hanya akan menjadi milikmu seorang", Ucap pria itu coba menenangkan
Gadis itu memegang tangan pria itu dengan kedua tangannya
"Terimakasih Ken. Kamu selalu ada buat aku. Kamu selalu nyemangatin aku. Terimakasih" Ucap Nabila
"Iya sama-sama Nabila", jawab Ken
Ken memandangi wajah gadis didepannya itu yang sedang tersenyum padanya
"Aarav pasti sudah mengetahui keberadaan Angel" batin Ken
Nabila menyenderkan kepalanya di bahu Ken
***
Siangnya setelah jam makan siang selesai Aarav menyuruh Devi untuk memanggilkan Angel keruangannya.
Devi mengetuk pintu ruangan Bosnya itu
"Iya masuk" Ucap Aarav
Devi pun membuka pintu ruangan itu
"Permisi pak.. Ini Angel sudah disini" Ucap Devi
"Suruh Dia masuk. Dan kamu bisa kembali bekerja" Ucap Aarav tanpa beranjak dari tempat duduknya
"Baik pak" Jawab Devi
Devi pun berbalik dan menghadap Angel yang sedang berdiri di belakangnya sejak tadi
"Pak Aarav menyuruh kamu masuk"Ucap Devi
Angel pun melangkahkan kakinya masuk. Setelah Angel masuk, Devi menutup pintu ruangan itu lagi.
"Ngapain ya Pak Aarav manggil gadis itu?" Gumam Devi
"Ah.. sudahlah.. lebih baik aku kembali kerja" tambahnya
Ia pun beranjak pergi kembali ke meja kerjanya
Sementara itu Angel yang masih berdiri terpaku menatap ke arah Aarav yang sedang duduk disofa sambil memainkan laptopnya yang berada di atas meja.
Aarav mengangkat kepalanya dan melihat ke arah gadis yang sedang terpaku melihatnya.
"Kenapa diam saja disitu? Kemarilah.." Perintah Aarav
Angel pun melangkah kan kakinya menuju ke Arah Aarav. Ia berdiri di depan pria itu
"Ada apa kau memanggilku?" Tanya Angel
"Duduk lah.." Aarav menepuk-nepuk sofa sebelahnya
Angel pun mendekat namun ia nampak ragu-ragu untuk duduk disana.
Aarav pun meraih tangan gadis itu dan menuntunnya untuk duduk disebelahnya.
Aarav menatap mata Angel yang kini sudah duduk disebelahnya
"Kau cukup duduk manis dan temani aku disini" Ucap Aarav
Aarav membelai rambut gadisnya itu. Kemudian ia kembali menghadap laptopnya.
"Jadi kamu menyuruh ku kemari hanya untuk duduk? Kalau begitu aku lebih baik balik kerja saja" Gerutu Angel
Angel pun beranjak bangun dan hendak pergi namun lagi-lagi Aarav menarik tangannya sehingga membuatnya terjatuh di pangkuan pria itu. Tangan nya memegangi bahu pria itu. Mata mereka pun saling bertemu
"Bagaimana kalau duduk disini? Apa masih mau pergi?" Goda Aarav
"Apa yang kau lakukan? Bagaimana kalau ada yang melihat kita?" Panik Angel
"Tenang saja. Disini aman.." Ucap Aarav
"Tapi aku harus kembali bekerja" Ujar Angel
"Tapi aku masih ingin berduaan denganmu" Ucap Aarav
Mereka pun saling terdiam dan bertatapan. Kali ini Angel lebih agresif, ia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir kekasihnya itu lebih dulu. Aarav pun membalas ciuman gadis itu.
Setelah beberapa saat mereka saling melepaskan ciumannya dan kembali bertatapan.
"Mungkin ini tidak romantis, tapi menikahlah denganku" Ucap Aarav
Angel terperanjat kaget mendengar ucapan Aarav barusan
__ADS_1
"Apa ini? Apa kau sedang melamarku?" Tanya Angel tak percaya
"Ya" Jawab Aarav
Aarav memperlihatkan sebuah cincin ditangannya yang sejak tadi ia genggam. Ia sengaja pergi membeli cincin itu saat jam makan siang tadi
Ia pun menyematkan cincin itu di jari manis Angel
Angel melihat tangan kirinya itu kini sudah di pasangi cincin. Matanya pun berkaca-kaca dan ia kembali menatap pria itu. Ia yang masih duduk di pangkuan pria itu pun memeluk pria itu dan mulai terisak.
Aarav mengusap-usap punggung gadisnya itu.
"Sekarang kamu milikku. Jangan pernah pergi lagi dariku" tegas Aarav
Angel yang masih memeluk pria itu pun menganggukkan kepalanya.
***
Dito berlari menghampiri Naura yang masih berdiri didepan kantor sambil memegangi tas Angel.
"Ra, Angel mana?" Tanya Dito
"Mampus! Jawab apa aku ya.. Begini nih kalo udah bucin, sampai lupa waktu" Batin Naura
Naura yang sudah mengetahui hubungan Angel dan Aarav karena tadi saat di kantin Angel sudah menceritakan semuanya padanya. Tapi Angel melarangnya untuk memberi tau siapapun untuk saat ini, termasuk Dito sepupunya.
"Eh ditanya kok malah diem aja" Seru Dito
"Eh iya-iya mas maaf" Ucap Naura terbuyar dari lamunannya
"Jadi Angel dimana??" Tanya Dito lagi
"Angel tadi masih ada sedikit kerjaan mas. Katanya mas disuruh pulang aja dulu. Nanti dia pulang sendiri aja katanya" Bohong Naura
Dito melihat tas Angel yang di pegang Naura
"Trus kenapa tas nya ada sama kamu?" Tanya Dito menginterogasi
"Oh ini, aku bawain dulu tas nya. Aku sekalian mau nunggu Angel soalnya aku mau minta tolong Angel nemenin aku nanti sebentar belanja ke supermarket Deket sini kok. Gak apa-apa kan mas?" Bohong Naura lagi
Dito nampak berfikir sejenak
"Ya sudah gak apa-apa, tapi nanti Angel pulangnya suruh jangan kemaleman ya? Trus suruh naik taxi aja biar lebih aman pulangnya" Ucap Dito
"Iya.. iya.. mas.." Jawab Naura
"Ya sudah saya pulang dulu ya?" Pamit Dito
Dito pun pergi meninggalkan Naura sendiri
"Huufftt.. aman.. aman..." Naura mengelus-elus dadanya
Sementara itu di ruangannya, Aarav menutup laptopnya dan melihat kesampingnya. Disana Angel masih tertidur dengan pulas sambil duduk disofa. Aarav pun tersenyum manis melihat kekasihnya itu yang masih tertidur. Ia membelai pipi gadis itu sehingga membuat gadis itu perlahan membuka matanya.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Aarav
"Apa aku tertidur? Jam berapa ini?" Tanya Angel yang masih setengah sadar
Aarav melihat ke jam tangannya
"Ini baru jam 5 lewat" Jawab Aarav
"Apa!!! Jam 5 lewat??? Kenapa kau tak membangunkan aku?" Seru Angel
"Tidurmu begitu pulas, mana tega aku membangunkanmu" Jawab Aarav
"Aku harus turun ke bawah. Mas Dito pasti nungguin aku di bawah" Ucap Angel
"Aku akan mengantarmu pulang" Ucap Aarav
"Aku belum bilang apa-apa sama mas Dito tadi. Aku turun dulu, takut dia mengkhawatirkan aku" Jawab Angel
"Baiklah.." Ucap Aarav
Angel pun beranjak bangun dan pergi keluar dari ruangan Aarav.
Angel kembali ke ruangan kerjanya tapi sudah nampak sepi. Ia juga tak melihat tas nya di meja kerjanya. Ia pun kembali bergegas turun ke bawah dan keluar dari gedung itu. Ia celingak celinguk dan melihat Naura yang sedang berdiri di pojokan sambil memegangi tasnya. Angel pun berlari menghampiri Naura
Naura pun melihat ke arah Angel yang sedang berlari ke arahnya
Angel nampak ngos-ngosan
"Naura maaf..." Ucap Angel
"Ya ampun Angel.. aku sampai kesemutan tau nungguin kamu dari tadi" Seru Naura
"Iya.. iya.. maaf..." Jawab Angel merasa bersalah
"Oya mas Dito mana?" Tanya Angel
"Mas Dito sudah pulang dari tadi" Jawab Naura
"Sudah pulang? Trus dia nanyain aku gak?" Seru Angel
__ADS_1
"Ya jelas lah nanyain" Jawab Naura
"Trus kamu jawab apa?" Tanya Angel
"Ya aku bilang saja kalau kamu lagi berduaan sama pak Aarav" Ledek Naura
"Serius???" Ucap Angel panik
Naura tertawa puas melihat ekspresi temannya itu
"Hahaaa... Tapi bohong..." Ledek Naura
"Ihhh.. Naura!! Bikin takut aja" Seru Angel
"Habis kamu dipanggil keruangan pak Aarav lama banget, ngapain aja sih?" Tanya Naura
Angel tersenyum mengingat kejadian tadi diruangan Aarav
"Hhmmm.. kalian nggak macam-macam kan?" Ledek Naura
"Ya enggaklah.." Jawab Angel
Naura melihat cincin dijari manis Angel dan meraih tangan temannya itu
"Eh ini, sepertinya aku baru melihatnya. Jangan bilang kalau pak Aarav tadi melamar kamu?" Tanya Naura penasaran
Angel mengangguk senang
"Ya ampun so sweet banget sih" Seru Naura
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tak jauh dari mereka. Seorang pria turun dari mobil itu dan berjalan ke arah mereka
"Aku akan mengantar kalian pulang" Ucap Aarav saat sudah berdiri dihadapan dua gadis itu
"Tapi..." Angel melihat sekelilingnya, takut kalau ada yang memergoki Mereka.
Aarav pun menggandeng tangan Angel dan membawa berjalan ke arah mobilnya dengan diikuti Naura dibelakangnya.
Aarav membukakan pintu mobil untuk kekasihnya itu, sementara Naura duduk dikursi belakang.
Setelah duduk dikursi pengemudi, Aarav pun kembali melajukan mobilnya pergi meninggalkan area kantor.
"Bagaimana kalau kita pergi makan dulu?" Tanya Aarav di sela-sela perjalanan
"Oh tidak perlu pak. Saya langsung antar pulang ke rumah saja" Tolak Naura
Naura seperti mengerti dan tidak mau mengganggu dua sejoli itu
"Baiklah" jawab Aarav
Setelah sampai di depan kontrakan Naura, Aarav pun menghentikan mobilnya. Naura turun dari mobil dan pamit pada mereka berdua.
Aarav pun kembali melajukan mobilnya pergi. Kini hanya tinggal dia dan Angel berdua di dalam mobil
"Apa kau juga tidak mau makan malam dulu?" Aarav menoleh ke arah Angel yang duduk disebelahnya
"Lain kali saja. Aku takut orang rumah khawatir. Lagi pula tadi aku tidak pamit dengan mas Dito" jawab Angel
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang" Ucap Aarav
Setengah jam kemudian mereka pun sampai di depan rumah Dito
"Kau tidak perlu mengantarku. Aku takut mas Dito kaget kalau melihat aku pulang bersamamu" Ucap Angel
"Kenapa? Bukankah lebih baik kalau mereka tau?" Tanya Aarav
"Nanti saja, biar aku bicara pada mereka lebih dulu" Jelas Angel
"Aku mengerti. Baiklah kalau itu maumu" Ucap Aarav
"Ya sudah aku turun dulu ya" Pamit Angel
Angel pun turun dari dalam mobil Aarav. Ia membuka pintu pagar dan berjalan masuk ke arah rumah itu. Ia pun membuka pintu rumah yang memang belum di kunci oleh pemiliknya.
"Kamu baru pulang?" Tanya Rani saat melihat kehadiran Angel
"Iya mba" Jawab Angel
"Tadi siapa yang mengantarkan mu pulang? Tanya Rani
Rani tadi sempet melihat dari kaca sebuah mobil yang memang berhenti didepan gerbang rumahnya
"Oh itu tadi temen aku mba" Bohong Angel
"Bener cuma temen?" Ledek Rani
"Iya mba" jawab Angel
"Ya sudah, kamu ganti baju dulu nanti habis itu kita makan malam ya?" Ajak Rani
"Iya mba.."
Angel melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya. Sementara Rani pergi menyiapkan makan malam untuk mereka.
__ADS_1