
3 Minggu setelah Aarav melamar Angel dikantor hari itu, sekarang di kantor setiap orang yang melihat Angel selalu menyapanya dengan ramah. Bahkan tidak ada yang berani memberikan kerjaan pada nya.
Angel membuka pintunya ruangan kekasihnya itu. Ia ingin komplen karena sekarang ia bekerja tapi seperti tidak bekerja
Aarav menoleh ke arah gadis itu dan beranjak bangun. Ia berdiri disamping meja kerjanya.
"Kamu tau aku paling tidak suka dengan orang yang menerobos masuk tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu" ucap Aarav sambil menyilangkan tangannya di dada
"Tidak, aku tidak tau. Memang Kenapa? Lagi pula gara-gara kamu sekarang tidak ada yang berani menyuruhku. Untuk apa aku berangkat kerja setiap hari kalau tidak ada kerjaan" protes Angel
"Kalau begitu kamu temani aku saja setiap hari di ruangan ini biar ada kerjaan" ucap Aarav
"Pekerjaan apa?" Tanya Angel
Aarav menurunkan tangannya dan menarik pinggang gadis itu, ia memutar badannya dan mendudukkan gadis itu di meja kerjanya
"Pekerjaan seperti ini" Aarav mendekatkan wajahnya pada gadis itu
Angel mendorong pelan dada pria itu
"Bagaimana kalau ada yang melihat kita" ucap Angel
"Tidak ada yang berani menerobos masuk kemari kecuali kamu" Aarav mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir gadis itu
Ceklekkkkk
"Kak aku...." Ucap Alvin terpotong melihat pemandangan langka didepan matanya
Aarav dan Angel spontan menoleh ke arah Alvin yang masih terbengong di ambang pintu
"Kalian lanjutkan saja. Aku tidak melihat apapun" Alvin langsung menutup pintu ruangan itu kembali
Aarav menoleh kembali melihat wajah gadisnya
"Apa itu tadi? Kamu bilang tidak ada yang berani menerobos masuk kecuali aku" Angel merasa sangat malu pada Alvin karena harus melihat mereka berdua tadi
"Maksudku kecuali dia juga" ucap Aarav menahan marah
"Ya sudah turunkan aku. Aku mau kembali ke meja kerjaku saja. Disini jantungku tidak akan aman" ucap Angel
"Baiklah tapi... Cup" Aarav mengecup bibir gadis itu. Membuat pipi Angel merona
Aarav menjauhkan dirinya dan mengambil dompet di saku celananya. Ia mengambil kartu ATM dan memberikannya pada Angel
"Pergilah bersenang-senang dengan temanmu. Aku memberi kalian libur hari ini. Akhir-akhir ini aku sangat sibuk sehingga tidak bisa mengajakmu jalan-jalan keluar" ucap Aarav
Angel melihat kartu ATM ditangan Aarav
"Tidak perlu. Ini terlalu berlebihan. Lagi pula tidak masalah jika aku tidak pergi jalan-jalan" tolak Angel
Aarav meraih tangan kanan Angel dan menaruh kartu itu ditangannya
"Pergilah, aku sudah menyiapkan supir dan mobil didepan sedang menunggu kalian. Temanmu juga sudah menunggu disana" ucap Aarav
"Kapan kamu menyuruhnya? Aku tidak tau" tanya Angel
"Sebelum kamu datang ke ruanganku" ucap Aarav
Angel menurunkan dirinya dari meja, ia memeluk kekasihnya itu
"Terimakasih" ucap Angel
"Jangan berterimakasih. Kamu harus menebusnya balik" ucap Aarav
Angel melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Aarav
"Menebus dengan apa?" tanya Angel
Aarav mendekatkan wajahnya ke telinga gadis itu
"Kita belum melanjutkan kejadian yang malam itu" bisik Aarav
Angel membenamkan wajahnya didada pria itu karena malu
"Jangan membuatku malu" ucap Angel
Aarav tersenyum dan membelai rambut gadis itu
"Ya sudah turun sana. temanmu sudah menunggu di bawah" ucap Aarav
__ADS_1
Angel mengangkat wajahnya dan mencium pipi Aarav. Lalu ia berlari pergi meninggalkan ruangan itu. Aarav memegangi pipinya dan tersenyum melihat tingkah gadisnya itu
💞💞💞
Naura berjalan terburu-buru dan tidak sengaja menabrak seseorang yang baru keluar dari arah lift sehingga membuat tasnya terjatuh. Naura langsung berjongkok hendak mengambil tasnya dan tangan seseorang menumpuk diatas tangannya. Naura mendongakkan kepalanya dan melihat seorang yang juga berjongkok didepannya hendak mengambilkan tasnya
"Hah dia kan si brondong imut. Ya ampun wajahnya deket banget, jantung aku rasanya mau copot" batin Naura
"Hei kamu gak apa-apa?" Tanya Alvin sambil mengibaskan tangannya didepan wajah Naura
"Eh iya gak apa-apa kok" Naura tersadar dari lamunannya
Naura segera mengambil tasnya dan berdiri. Alvin ikut berdiri dan menatap ke arah Naura.
"Kamu mau kemana? Ini kan masih jam kerja" tanya Alvin
"Oh aku lagi nungguin temen aku" jawab Naura sekenanya
"Oh.. iya kenalin, aku Alvin" Alvin menyodorkan tangannya
Naura menyambut tangan Alvin dan menyalami
"Naura" ucap Naura
"Temen kamu dimana emang?" tanya Alvin sambil melepaskan jabatan tangannya
"Sebentar lagi juga dia datang. Eh itu dia" tunjuk Naura Pada Angel yang baru keluar dari dalam lift
Alvin menoleh ke arah Angel yang sedang berjalan ke arah mereka
"Oh jadi temennya kakak ipar" ucap Alvin saat Angel sudah berdiri didepan mereka
"Kalian sudah saling kenal?" Tunjuk Angel pada Alvin dan Naura bergantian
"Ini aku tadi gak sengaja nabrak dia" ucap Naura menunjuk Alvin
"mmmm tapi seneng kan?" Ledek Angel
"Oya kalian memang mau kemana?" Tanya Alvin
"Kita mau jalan-jalan. Aarav menyuruh kami untuk pergi jalan-jalan biar tidak bosan" ucap Angel
"Kalau begitu aku ikut ya? Sebenarnya aku ada perlu dengan kakak sepupu, tapi tidak apa. Nanti saja aku temui dia" ucap Alvin
Mereka berjalan menuju pintu utama dan menaiki mobil yang sudah menunggu mereka disana.
💞💞💞
Aarav meraih ponselnya yang berdering dan mengangkat telefonnya
"Ya halo" sapa Aarav
"Apa Alvin sudah sampai disitu dan memberitahu mu?" Tanya Yoga dari balik sambungan telefon
"Ya dia sudah kesini tapi dia sudah pergi tanpa mengatakan apapun. Ada apa?" tanya Aarav sambil memijat alisnya
"hhhmmm anak itu kenapa tidak bilang. Oya persiapannya sudah hampir 80%. Dan satu lagi aku juga sudah menyelidiki dan tau siapa dalang dibalik penculikan Angel malam itu di Bandung. Kamu juga pasti mengenalnya" ucap Yoga
"Siapa?" tanya Aarav
"Dia adalah sahabat lama Angel" jawab Yoga
"Jadi gadis itu lagi" gumam Aarav
"Satu lagi, sebaiknya kamu lebih menjaga Angel karena dari info yang aku dapat ternyata perempuan itu masih ada hubungan saudara dengan sekertaris mu Devi. Dan sekarang perempuan itu juga tinggal di Jakarta di rumah Devi" ucap Yoga
"Apa?" Seru Aarav
"Aku khawatir dia akan berbuat nekad jika kamu lengah menjaga Angel" ucap Yoga
Aarav mengingat dia menyuruh Angel keluar bersama dengan Naura. Ia pun mulai khawatir
"Aku tutup telefonnya dulu" Aarav langsung mematikan sambungan telefon itu
Aarav meraih jas nya dan memakainya. Ia bergegas pergi meninggalkan ruang kerjanya
💞💞💞
Angel, Naura dan Alvin berjalan keluar dari sebuah pusat perbelanjaan. Mereka menuju parkiran mobil dan supir sudah menunggu mereka didepan mobil
"Kita antar kamu dulu ya ke kontrakan kamu" ucap Angel pada Naura
__ADS_1
"mmm ya udah deh" jawab Naura
"Kakak ipar sendiri nanti mau diantar ke kantor lagi untuk ketemu kak Aarav atau mau diantar pulang ke rumah' tanya Alvin
Angel nampak berfikir. Sebenarnya ia masih ingin bertemu dengan Aarav, tapi kalau dia bilang ingin balik ke kantor pasti Alvin akan meledeknya gara-gara kejadian di ruangan Aarav tadi
"Aku juga langsung pulang saja setelah mengantar Naura" ucap Angel
"hhhmmm.. kirain mau melanjutkan yang tadi" ledek Alvin
"Ya sudah ayo kita pulang" ajak Angel mengalihkan pembicaraan karena malu
Mereka membuka pintu mobil
"Eh tas aku ketinggalan didalam tadi. Aku meletakkannya di kursi yang kosong tadi pas kita makan. Aku ambil dulu ya sebentar" ucap Naura
"Biar aku temenin masuk ke dalam. Kakak ipar tunggu di dalam mobil saja ya" ucap Alvin
"Oke baiklah" jawab Angel
Naura dan Alvin berjalan masuk kembali ke dalam mall itu. Angel memandangi ke arah kepergian mereka. Angel hendak masuk ke dalam mobil dan seseorang memanggilnya
"Angel" panggil seseorang
Angel menoleh ke belakang dan seseorang sudah berdiri dibelakangnya tak jauh darinya
"Nabila" ucap Angel
Nabila berjalan mendekati Angel
"Aku mau ngomong sama kamu. Tapi tidak disini" ucap Nabila
"Baiklah" Angel menutup pintu belakang mobil kembali, mungkin sebaiknya ia memang berbicara baik-baik dengan Nabila
"Pak, bilang sama Alvin dan Naura untuk menunggu saya ? Saya ada perlu sebentar" ucap Angel
"Tapi non Angel mau kemana? Saya diperintahkan untuk menjaga non Angel sampai nanti non pulang kerumah" ucap supir itu
"Cuma sebentar kok pak, nanti saya balik lagi" ucap Angel
Angel pergi bersama Nabila meninggalkan area parkir itu
"Aduh gimana ini kalau ada apa-apa" supir itu menggaruk-garuk kepalanya
Handphone supir itu berdering dan ada panggilan masuk dari Aarav
"Aduh tuan muda telefon lagi. Gimana ini, saya harus jawab apa. Halo tuan muda" supir itu mengangkat telefonnya
"Kalian dimana sekarang?" tanya Aarav
"Saya masih di parkiran tuan, menunggu den Alvin dan temannya non Angel yang sedang mengambil tasnya yang ketinggalan didalam" Jawab supir itu
"Jadi Alvin bersama kalian disana? Lalu Angel bersamamu kan?" tanya Aarav lagi
"Anu tuan, barusan non Angel pergi kedepan" Jawab supir itu hati-hati karena takut kalau tuannya marah
"Pergi? Pergi kemana?" tanya Aarav
"Barusan non Nabila kesini dan mengajak non Angel pergi, katanya ada yang mau dibicarakan" jawab supir itu
"Nabila?" Seru Aarav
Aarav langsung mematikan sambungan telefonnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Perasaannya mulai tidak enak saat mendengar Nabila mengajak Angel berbicara.
💞💞💞
Nabila mengajak Angel ke tepi jalan keluar dari area mall itu.
"Kenapa berhenti disini? Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Angel bingung
"Tunggulah sebentar" ucap Nabila
"Memang kita menunggu siapa?" tanya Angel
Tak lama sebuah mobil berhenti disebelah mereka. Pintu belakang mobil itu terbuka dan Nabila mendorong tubuh Angel masuk ke dalam mobil
"Nabila apa yang kamu lakukan" seru Angel
Angel hendak melawan tapi seseorang menariknya dari dalam.
"Lepaskan aku! Tolong...!!!" Teriak Angel
__ADS_1
💞💞💞