
Setelah memarkirkan motornya, Aarav melangkahkan kakinya melewati jalan yang sudah biasa sering ia lalui. Nampak disekitarnya beberapa gadis melihat ke arahnya dan berusaha menyapanya saat ia melewati mereka. Ia tetap melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan panggilan dari gadis gadis itu.
Tampak dari arah berlawanan seorang gadis sedang berjalan ke arahnya dengan wajah tertunduk seperti tidak bersemangat.
Aarav pun menghentikan langkahnya dan menatap kearah gadis itu. Setelah cukup dekat, kira-kira berjarak dua meter, gadis itu menghentikan langkahnya. Ia tersadar ada orang yang sedang berdiri di depannya. Ia mengangkat wajahnya dan melihat sosok Aarav yang berdiri dihadapannya.
Aarav menatap mata gadis didepannya itu, mata yang sedang menyimpan banyak kesedihan.
Ia tahu akhir-akhir ini banyak masalah yang di alami gadis itu karena dia. Bibir gadis itu bergetar seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tertahankan.
Ia hendak menyapa gadis itu tapi seseorang datang dan lebih dulu menyapa gadis di depannya itu.
"Angel..." Sapa Ken
Angel mengalihkan pandangannya dari Aarav ke arah pemuda yang menyapanya itu.
"Hai.. bengong aja.. ngapain disini?" Tanya Ken
Angel melirik ke arah Aarav sebelum menjawab pertanyaan dari Ken. Ken pun yang menyadari keberadaan Aarav, melihat sekilas ke arahnya
"Oh.. nggak..aku mau ke perpustakaan...", jawab Angel bohong. Karena sebenarnya dia juga bingung gak punya tujuan mau kemana.
"Mending ikut gue yuk ke kantin..", Ken meraih tangan gadis itu dan mengajaknya putar balik menuju Kantin
Aarav masih terdiam melihat ke arah kepergian mereka.
Angel menoleh kearah belakang, melihat kearah Aarav. Dari sorot matanya seperti ingin agar Aarav menghentikannya sekarang.
Aarav yang tidak ingin gadis itu salah paham terus pun melangkahkan kakinya dengan cepat. ia mengejar gadis itu dan menarik tangannya yang satunya sehingga membuat gadis itu kini berada di hadapannya dengan jarak yang sangat dekat, sementara tangan yang satunya sudah terlepas dari genggaman tangan Ken.
Aarav menatap lekat mata indah dihadapannya itu, seperti sudah tidak ada kemarahan disana tapi berganti kesedihan yang coba ditutupi gadis itu.
"Apa sekarang aku sudah boleh bicara sama kamu?", Ucap Aarav
Ken Meraih kembali tangan Angel kembali, sehingga sekarang kedua tangan Angel dipegang oleh dua laki-laki yang berbeda.
"Elu gak usah ganggu Angel lagi! Gak cukup lu udah bikin banyak masalah buat dia?!", Ucap Ken
Aarav menatap tajam ke arah Ken
"Ini urusan gue sama dia, jadi lu gak usah ikut campur", Balas Aarav
Angel menarik tangannya dari tangan kedua pemuda itu
"Hentikan!! Aku lagi pengin sendiri. Jadi kalian jangan ganggu aku!!
Teriak Angel sambil menatap ke arah kedua pemuda itu secara bergantian
Angel berjalan pergi meninggalkan ke dua pemuda itu. Ken hendak mengejarnya tapi Aarav menahannya.
"Biarin dia sendiri.." ucap Aarav
Aarav melihat ke arah gadis itu yang sudah mulai menjauh dari mereka.
ia melihat ke arah Ken sekilas, lalu ia pun ikut pergi dan meninggalkan Ken disana sendirian.
***
__ADS_1
Terdengar suara tv yang sedang menyala, dan didepannya Angel sedang duduk sambil mengotak-atik handphone nya. Tv itu dibiarkan menyala tanpa di tonton. Ia sibuk mencari lowongan pekerjaan via online. Ia hanya sendirian di rumah itu, karena tadi mamanya pamit keluar menggunakan sepedanya mengantarkan pesanan kue bolu seperti biasa.
Beruntung mamanya tidak mempermasalahkan perihal ia dikeluarkan dari pekerjaannya, mama nya malah memberi support agar ia tidak patah semangat untuk mencari pekerjaan lain.
Terdengar suara pintu diketok
"Tumben mama cepet banget pulangnya, biasanya mampir ke warung dulu sekalian belanja bahan makanan", gumam Angel
ia pun meletakkan handphone nya di sofa yang sedang ia duduki. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan melewati ruang tamu dan membukakan pintu.
"Haiii.." Sapa seseorang sambil melambaikan tangan nya
"Ken!!" Angel nampak kaget melihat sosok Ken dihadapannya
"Kok kamu bisa disini??", Tanya Angel kaget
"Ikut gue yuk??", Ajak Ken tanpa menjawab pertanyaan Angel tadi
"Kemana??" Tanya Angel.
"Tapi aku ganti baju dulu ya?" tambahnya
"Udah gak usah.."
Ken menutupkan pintu rumah Angel dan menarik tangan Angel, ia mengajak Angel menaiki motornya setelah sebelumnya memakaikan helm untuk Angel yang sengaja ia bawa. Ia pun memakai helm nya dan bergegas pergi meninggalkan rumah itu. Angel yang masih bingung hanya menuruti saja ajakan pemuda itu.
Mereka menyusuri setiap jalan menggunakan motor. Sore itu begitu indah, langit berwarna cerah. Jalan yang sedang mereka lalui pun bukan jalan raya sehingga mereka tidak perlu bermacet macetan.
"Gimana?? Kamu seneng gak??", Teriak Ken sambil tetap melajukan motornya
"Iya seneng..!!", Teriak Angel dari belakang
"Iya....!!"
Mereka menghabiskan sore itu untuk menyusuri setiap jalan dengan menggunakan motor. Untuk sesaat Angel melupakan masalah-masalahnya. Untung ada Ken yang berusaha untuk menghiburnya.
Tak terasa malampun tiba, Ken menepikan motornya dipinggir jalan. Mereka menuruni motor dan melepaskan helm mereka.
"Kamu pasti laper, kita makan dulu yuk? Kamu mau makan apa?" Tanya Ken
"Tapi aku tadi pergi gak pamit sama mama, aku takut mama khawatir. Bentar, aku coba telefon mama dulu"
Angel meraba saku celananya dan ia tidak mendapati handphone nya di sana. Ia mengingat ingat kembali dimana ia menaruh handphone nya dan ia pun ingat kalau handphone nya tadi ia letakkan di sofa depan tv saat ia pergi membukakan pintu untuk Ken.
"Aku gak bawa hp.." ucap Angel
"Ya udah pakai hp ku aja", Ken mengambil handphone disakunya dan menyodorkannya pada Angel
"Gak usah.. kita lain kali aja ya makannya. Kita langsung pulang aja" tolak Angel
"Ya udah deh, aku anterin kamu pulang", Ken kembali menaruh hp nya di kantong celananya.
Mereka pun kembali menggunakan helm dan menaiki motor meninggalkan tempat itu.
Sebenarnya Angel juga merasa lapar tapi ia pergi tadi juga tidak mengunci pintu, walaupun mamanya pasti sekarang juga sudah di rumah.
Sesampainya didepan rumah, Mereka kembali turun dari motor
__ADS_1
"Makasih ya buat hari ini.. aku seneng banget" ucap Angel sambil menyerahkan helmnya. Ken menaruh helmnya di atas motor
"Iya sama sama.." jawab Ken
"Aku masuk dulu ya.." pamit Angel
Angel hendak berbalik tapi Ken manahannya, Ken memegang lengan Angel dengan tangan kanannya. Mereka pun saling beradu pandang.
Ditatapnya mata gadis itu dengan tatapan lembut. Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada gadis itu. Angel yang mulai merasakan nafas Ken diwajahnya, mulai memejamkan matanya. Namun bayangan Aarav muncul dalam pikirannya. kini wajah mereka hanya berjarak sekitar lima cm. Angel yang tersadar mendorong pelan tubuh Ken agar sedikit menjauh darinya.
"Maaf.. aku...?!" Ucap Ken
"Iya tidak apa-apa.. aku masuk dulu" ucap Angel gugup
Angel langsung bergegas masuk ke dalam rumah dengan cepat tanpa menoleh kembali pada Ken yang masih berdiri mematung disana.
"Apa yang gue pikirin barusan?! Bisa bisanya gue mau cium dia.." umpat Ken
Kemudian Ken kembali menaiki motornya dan meninggalkan rumah Angel.
Sementara Angel masih berdiri dibalik pintu sambil mengatur nafasnya kembali.
"Angel..."
Suara mamanya mengagetkan Angel.
"Kamu dari mana saja nak? Tadi Aarav kemari nyariin kamu"
"Aarav??" Ucap Angel tak percaya
"Iya.. katanya kamu di telfonin gak di angkat angkat.. jadi dia kesini karena khawatir.. Tadi mama lihat hp kamu tergeletak di sofa trus kamu pergi juga tv gak dimatiin dulu, mama juga jadi ikut khawatir. Trus Aarav pergi cari kamu" ucap mama panjang lebar
"Aarav pergi cari aku???" Angel nampak kaget, bagaimana kalau tadi Aarav melihat ia dengan Ken didepan.
"Iya dia bilang mau cari kamu" jawab Arini
"Trus sekarang hp aku mana ma?" Tanya Angel
"Udah mama taruh di kamar kamu" jawab Arini
Angel langsung berlari menuju kamarnya, ia membuka pintu kamar dan meraih hp nya yang tergeletak diatas meja riasnya. Ia langsung mengotak Atik hp nya dan melihat ada 20 panggilan tak terjawab dari Aarav.
"Ngapain dia telefon aku?? Apa aku telefon balik aja ya?" Angel nampak ragu.
***
Aarav memakirkan mobilnya di halaman rumahnya. Ia bergegas masuk ke dalam rumah.
"Tuan muda ganteng sudah pulang.. mau makan malam dulu??" Sapa Yuyun pembantunya saat melihat tuannya itu datang.
Aarav tidak menghiraukan ucapan pembantunya itu dan ia bergegas naik kekamarnya di lantai dua.
"Lah kok diem aja.. biasanya nyaut.. tumben-tumbenan ini tuan muda.. ada apa ya?? Yuyun jadi penasaran", gumam Yuyun sambil menggaruk kepalanya yang ternyata tidak gatal
Sesampainya didalam kamar Aarav melepas jaketnya dan melemparkannya ke atas ranjangnya.
Ia pun duduk ditepi ranjang. Ia meletakkan kedua siku tangannya diatas kedua lututnya. Ia mengingat kembali kejadian yang barusan ia lihat. Disana ada bayangan Angel dan Ken.
__ADS_1
Terdengar suara nada dering hp. Aarav mengambil hp nya Dari saku celananya. Disana ada panggilan masuk dari Angel. Ia tak menghiraukan panggilan itu sampai akhirnya nadanya berhenti. Ia meletakkan hp nya di sebelahnya dan ia merebahkan dirinya di atas ranjang.