Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 14 : Dilema


__ADS_3

Aarav masih tidak percaya dengan pengakuan Angel padanya. Ia tak mau tinggal diam, ia merasa ada yang mengganjal untuknya. Ia tau Angel bukan perempuan seperti itu. Ia akan mencoba mencari tau sendiri kebenarannya.


Aarav memberikan foto-foto yang tadi diremasnya pada Karin.


"Rin.. tolong cari tau latar belakang dari foto itu. Cari tau dimana hotel itu..", ucap Aarav pada Karin


"Oke siap..", jawab Karin


Aarav pergi meninggalkan Yoga dan Karin.


Ia berjalan menuju motornya di parkiran kampus. Ia melajukan motornya keluar dari area kampus dan kembali pulang ke rumahnya.


***


Dani menemui Vania di sebuah taman sore itu


"Aku udah ngikutin semua perintah kamu, sekarang aku nagih janji kamu. Kamu bilang kalau aku bisa buat mereka putus kamu mau jadi pacar aku", ucap Dani


"Hufftt males banget gue sebenernya harus pacaran sama dia. Apalagi sekarang Aarav udah putus sama Angel. Tapi gue iyain ajalah.. nanti gampang gue cari cara buat putusin dia..", batin Vania


"Oke.. gue bakal tepatin janji gue", jawab Vania


Dani tersenyum senang dan meraih kedua tangan gadis itu.


"Makasih... Aku seneng banget.. berarti sekarang kita pacaran kan?", Ucap Dani senang


Vania hanya tersenyum simpul tanpa menjawab ucapan Dani barusan.


***


Aarav menerima telefon dari Karin. Saat ini Karin dan Yoga sedang berada di hotel dan sedang menginterogasi resepsionis hotel disana. Aarav pun bergegas hendak menyusul kesana. Ia memakai jaketnya dan hendak keluar kamarnya ketika tiba-tiba hp nya kembali berdering.


"Mama.., tumben nelfon malam-malam"


Aarav mengangkat panggilan telefonnya


"Halo ma...", Ucap Aarav


Terdengar suara perempuan dari balik sambungan telefon


"Apa?? Ya sudah Aarav kesana sekarang", ucap Aarav


Aarav pun bergegas keluar dan berjalan menuju mobilnya. Ia menjalankan mobilnya keluar dari gerbang rumahnya, tapi bukan untuk menemui Karin dan Yoga, melainkan ia berangkat menuju Jakarta.


Sementara itu Karin dan Yoga sudah menunggunya di depan hotel hampir satu jam


"Aarav mana si.. harusnya kan dia udah sampai..", Ucap Karin yang tengah menyenderkan diri pada mobil Yoga


Yoga memberikan botol berisi minuman dingin pada kekasihnya itu.


Karin membuka tutup botol dan meminum minuman itu


"Bentar lagi juga nyampek... Kalau gak coba kamu telefon dia lagi aja", ucap Yoga


Karin melihat Hp yang memang sedari tadi ia pegang. Ia mulai menghubungi Aarav.


Yoga memang orangnya cuek dan humoris, ia tak pernah cemburu dengan kedekatan Karin dan Aarav. Ia sangat mempercayai kekasihnya itu. Walaupun ia cuek untuk hal-hal seperti itu, tapi ia sangat perhatian pada kekasihnya itu.


"Halo Rav.. lu dimana??", Tanya Karin saat Aarav mengangkat sambungan telefonnya


"Sorry Rin.. gue gak bisa kesitu. Gue harus balik ke Jakarta dulu. Ada urusan. Lu tolong urus semuanya dulu dan tolong jagain Angel buat gue" Ucap Aarav


"Oh ya udah deh.. tapi kenapa lu tiba-tiba balik Jakarta??", Tanya Karin


"Nanti aja gue ceritain. Sekarang gue lagi nyetir sendiri. Sekali lagi tolong jagain Angel dulu ya Rin", ucap Aarav

__ADS_1


"Ya udah oke..."


Sambungan telefon pun terputus.


"Gimana??", Tanya Yoga


"Dia gak bisa datang katanya, soalnya dia harus balik Jakarta", jawab Karin


"Ke Jakarta?? Tumben ada apa??", Tanya Yoga


Karin mengangkat kedua bahunya


"Ya udah kita pulang aja yuk, udah malam. Kita udah punya bukti rekaman cctv ini dan pengakuan dari resepsionis hotel tadi kalau kamar itu dipesan atas nama Vania Putri" Ucap Karin


"Ya udah aku antar kamu pulang", ucap Yoga


Mereka pun masuk kedalam mobil dan bergegas meninggalkan halaman hotel itu.


***


Setelah melakukan perjalanan sekitar 3 jam lebih akhirnya Aarav sampai di Jakarta. Ia pun langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit yang tadi diberitahukan mamanya. Sesampainya dirumah sakit Aarav memakirkan mobilnya.


Setelah memakirkan mobilnya, ia pun berjalan ke dalam dan hendak menanyakan pada resepsionis rumah sakit ketika tiba-tiba seseorang memanggilnya


"Aarav...", Panggil seseorang


Aarav menoleh ke arah sumber suara itu. Dia melihat mamanya yang sedang berdiri disana dengan wajah yang terlihat lelah. Aarav pun berlari menghampirinya dan memeluk mamanya itu.


"Gimana keadaan papa ma?", Tanya Aarav khawatir


"Papa ada di ruang inap. Dia hanya kecapean dan darah tingginya naik lagi", Ucap Yuniar


Mereka pun berjalan masuk ke kamar Aksara yang sedang di rawat. Disana tampak Aksara sedang terbaring lemah


Panggil Aarav saat membuka pintu dan berjalan dengan cepat menghampiri papanya itu. Yuniar mengikuti dibelakangnya.


Aksara membuka matanya saat mendengar suara putranya itu


"Gimana keadaan papa??"


Tanya Aarav yang sudah berdiri disamping papanya yang tengah terbaring lemah


"Papa gak apa-apa.. cuma kelelahan kerja aja..", Ucap Aksara


"Ya sudah papa istirahat saja dulu. Aarav ada disini buat jagain papa", Ucap Aarav


"Tapi ada yang ingin papa bicarakan sama kamu", ucap Aksara


"Pa .. bicaranya nanti saja kalau papa sudah boleh pulang kerumah", jawab Aarav


"Baiklah..", Ucap Aksara


Setelah papanya kembali tertidur, Aarav keluar dari kamar inap dan berjalan di koridor rumah sakit. Tempat itu nampak sepi karena ini sudah jam 1 dini hari. Ia mendudukkan dirinya disalah satu bangku di barisan koridor itu.


Ia menarik nafas panjang.


Tak lama Yuniar pun ikut keluar dan berjalan menghampiri putranya itu. Yuniar duduk di samping putranya


"Ma.. kalau mama capek mama pulang aja. Nanti Aarav telefon supir buat jemput mama. Biar Aarav yang jagain papa.." Ucap Aarav


Yuniar menggeleng dan menatap kearah putranya yang duduk disebelahnya itu


"Aarav.. mama boleh minta tolong sama kamu sayang?", Ucap Yuniar pelan


"Minta tolong apa ma??", Tanya Aarav

__ADS_1


"Kamu balik ke Jakarta ya..", Ucap Yuniar dengan mata berkaca-kaca


"Kamu kan sudah semester 7, kamu lanjutin kuliah kamu disini saja. Sekalian kamu belajar bantuin papa ngurusin perusahaan. Kasian papa sudah tua...", Isak Yuniar


Aarav hanya terdiam mendengar ucapan mamanya itu. Ia memegang kedua tangan Yuniar.


"Ma.. nanti kita omongin masalah ini kalau papa sudah sembuh ya?", Ucap Aarav


Yuniar mengangguk mengerti, ia pun menyandarkan kepalanya di pundak putranya itu. Aarav merangkul pundak mamanya.


Hatinya mulai dilema, ia kasian melihat papanya yang terbaring lemas di rumah sakit. Disisi lain iya juga tidak ingin kehilangan gadis yang sangat dicintainya itu. Saat ini orang tua nya membutuhkannya disini, tapi ia juga ingin selalu dekat dengan Angel, ia tau saat ini gadis itu pasti juga membutuhkan kehadirannya disampingnya.


***


Karin berjalan menghampiri ke arah Vania yang tengah duduk sendirian di kantin. Karin melempar foto-foto Angel bersama Dani pada wajah Vania


Vania pun kaget dengan perlakuan Karin.


Karin menyilangkan tangannya di dada.


"Heh!! Apa-apaan sih lu??" Seru Vania


"Elu tuh yang apa-apaan!!" Gak malu apa ngejebak sahabat sendiri. Sahabat macam apa lu!!", Seru Karin tidak mau kalah


"Heh jaga mulut lu ya!! Gue gak pernah ngejebak siapapun!!", Seru Vania


"Oya??? Gue punya buktinya. Elu kan yang pesen kamar hotel waktu itu", ucap Karin


Karin mengambil hp di saku celananya dan membuka hp nya. Ia memperlihatkan sebuah Video saat Vania juga berada di hotel yang sama dimana ada Angel disitu hari itu.


Vania nampak syok dan tak percaya melihat video itu. Bisa-bisanya ia ceroboh dan melewatkan hal penting seperti itu. Harusnya ia lebih hati-hati lagi waktu itu.


"Kalau iya emang kenapa hah!! Lagian dia udah bukan sahabat gue lagi!", Seru Vania


"Dasar iblis!!!", Karin menjambak rambut Vania


Vania pun tidak mau kalah dan ikut menjambak rambut Karin.


Semua orang di kantin pun menonton pertunjukan mereka itu. Dani yang datang dari jauh dan melihat mereka pun langsung berlari ke arah mereka dan melerai mereka.


Dani memegangi pundak Vania untuk menahannya agar tidak menyerang Karin lagi


"Sayang udah sayang jangan berantem", Seru Dani


Karin pun langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah Dani


"Apa?? Sayang??", Ucap Karin tak percaya


Lalu Karin kembali menatap ke arah Vania


"Dia cowok elu?? Bisa-bisanya elu nyuruh cowok elu sendiri buat tidur sama sahabat elu?!! Gila lu ya..!!", Seru Karin


Tiba-tiba Yoga menarik tangan Karin dan membawanya keluar dari tempat itu. Sementara itu Vania berteriak-teriak memanggil-manggil Karin tapi Yoga tak menghiraukannya dan tetap menarik tangan gadisnya itu. Setelah dirasa cukup jauh dari tempat tadi, Yoga melepaskan tangan Karin dan menatap ke arah gadis itu.


"Kamu ngapain narik aku sih


Yang... Kan lagi seru tadi..", Ucap Karin jengkel


"Kamu itu jangan bikin masalah.. nanti kalau ada Dosen yang lihat gimana?? Kamu mau di skors??", Ucap Yoga


"Habis aku tuh kesel banget sama tuh cewek", Ucap Karin


"Udah itu nanti urusannya sama Aarav aja. Kita jangan terlalu jauh ikut campur urusan mereka..", Ucap Yoga


Karin mengangguk mengerti, kali ini emosinya sudah mulai mereda.

__ADS_1


__ADS_2