
Sore itu sebuah mobil masuk ke dalam halaman sebuah rumah. Seorang wanita menggunakan outfit kasual yang dipadu padankan dengan sneakers berwarna putih turun dari dalam mobil itu dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa
"Vania, kamu pulang ke Bandung tidak bilang sama tante. Tante khawatir nyariin kamu. Untung mama kamu telefon kalau kamu pulang ke sana" tegur Devi yang ternyata adalah adik dari mamanya Vania
Usia Devi dan Vania hanya selisih 5 tahun sehingga Devi masih terlihat muda. Devi tinggal dirumah itu bersama suaminya yang kebetulan bekerja sebagai pegawai bank. Devi dan suaminya belum dikaruniai anak, itu yang membuat Devi memilih masih bekerja dari pada bosan di rumah sendirian.
Awalnya Vania hanya berniat liburan dan menginap di rumah tantenya itu. tapi hari itu dia melihat Angel dan Aarav disebuah mall bersama dengan seorang anak kecil. ia pun mengikuti mereka dan memutuskan untuk tinggal di rumah tantenya dulu sementara. Apalagi setelah tau ternyata tantenya itu bekerja sebagai sekertaris di perusahaan Aarav, ia mengambil kesempatan itu untuk menggali informasi tentang Aarav dan Angel.
"Maaf Tante soalnya Vania harus mengambil beberapa barang Vania dirumah" ucap Vania manis penuh dusta
"Ini sudah kedua kalinya kamu pergi tidak bilang sama tante. Waktu itu kamu juga pergi bilangnya nginep di rumah teman. Teman yang mana? Kamu kan baru sebulan ini di Jakarta. Kalau kamu mau ikut tinggal sama tante disini, kamu harus jaga sikap" ucap Devi
"Iya tante maaf. Ya udah Vania ke kamar dulu ya tante. Vania capek mau istirahat" Vania berlalu pergi meninggalkan Devi yang masih berdiri di ruang tamu menatapnya dengan kesal
"Anak itu benar-benar ya. Aku yang gak enak sama mba Sari kalau anak itu sampai ada apa-apa atau dia ngelakuin hal buruk" Devi menggeleng-gelengkan kepalanya
Vania masuk ke kamarnya dan menutup pintunya. Ia melemparkan tas nya dengan kasar
"Sial! Kenapa Angel terlihat baik-baik saja tadi" Vania nampak kesal
Pagi tadi ia datang ke kediaman rumah Aarav yang di Bandung untuk memastikan apakah Aarav sudah menemukan Angel atau belum. Tapi ia malah disuguhi pemandangan yang membuatnya kesal. Dari jauh dia melihat Aarav yang sedang membukakan pintu mobil untuk Angel masuk ke dalam mobil dan mereka terlihat bahagia dan baik-baik saja.
Ia pun langsung mencari tau tentang dua orang yang disuruhnya untuk memperkosa Angel semalam dan ia mendapat kabar kalau dua orang itu berada di kantor polisi. Ia pun bergegas pergi menuju kantor polisi untuk menemui dua orang itu sebelum mereka mengatakan kalau dia lah yang menyuruhnya. Ia mengaku sebagai saudara dua orang itu untuk bisa menemui mereka. Ia menjanjikan akan segera mengeluarkan dua orang itu dari dalam penjara dengan bantuan pengacara keluarganya asalkan dua orang itu tutup mulut. Ia juga berjanji akan memberikan sejumlah uang saat mereka sudah bebas nanti.
💞💞💞
Besok paginya Angel sudah kembali bekerja seperti biasa. Mereka sudah sampai di Jakarta dari kemarin sore. Angel berjalan menuju meja kerjanya dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Seperti biasa Aarav tadi menjemputnya, karena sekarang Angel sudah tidak berangkat dengan Dito lagi. Sekarang Aarav lah yang mengantar jemputnya setiap hari untuk memastikan gadisnya itu aman.
"Hhhmmm kayaknya ada yang lagi bucin nih setelah habis liburan kemarin" sapa Naura saat melihat Angel duduk di meja sebelahnya dengan senyum bahagia
"Apaan sih. Biasa aja kok" jawab Angel malu
"Bukan biasa aja, tapi tidak seperti biasanya. Jadi apa yang terjadi kemarin selama di Bandung?" Tanya Naura penasaran
"Tidak terjadi apa-apa, sungguh" jawab Angel
Tiba-tiba Angel teringat kembali kejadian penculikan itu dan membuat ekspresi wajahnya berubah jadi musam
__ADS_1
"Kenapa? Kok tiba-tiba mukanya ditekuk?" Tanya Naura
"mmm tidak, tidak apa-apa" Angel menoleh ke arah Naura
"Oya Ngel, kamu ingat gak kejadian tempo hari waktu seseorang menyiram air ke badan Nabila? Itu cowok siapa ya? Sepertinya bukan karyawan sini. Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya" ucap Naura sambil membayangkan wajah cowok itu
"Memang Kenapa? Kamu suka sama dia?" Tebak Angel
"Nggak, aku cuma penasaran saja" jawab Naura bohong
"Tapi dia itu masih anak kecil. Usianya mungkin lebih muda 2 tahun dari kita" ucap Angel
"Benarkah? Pantas saja dia terlihat sangat imut" ucap Naura sambil senyum-senyum sendiri
"Kamu masih waras kan? Jadi kamu beneran suka nih sama dia?" Tanya Angel
"Sepertinya kamu mengenalnya?" Naura menoleh ke arah Angel
"Iya, dia itu sepupunya Aarav. Jadi aku mengenalnya" jawab Angel
"Tidak heran, pantas saja dia begitu imut dan tampan seperti pak Aarav" ucap Naura sambil memasang wajah gemas
💞💞💞
Nabila duduk sendirian disebuah cafe, ia datang ke cafe itu setelah sebelumnya seseorang menelfonnya dan mengajaknya bertemu
"Kamu Nabila Arininta kan?" Sapa seorang wanita yang sudah berdiri disamping mejanya
"Ya" Nabila menoleh ke arah wanita itu
"Kenalin, aku Vania Putri" Vania menyodorkan tangannya dan disambut dengan uluran tangan Nabila
Vania menarik kursi dan duduk didepan Nabila
"Kamu siapa dan ada apa menyuruhku datang kemari? Aku tidak suka membuang waktuku untuk sesuatu yang tidak penting" ucap Nabila
Vania tersenyum simpul mendengar ucapan Nabila
__ADS_1
"Kita disini terobsesi dengan orang yang sama" ujar Vania
"Maksud kamu?" tanya Nabila
"Aarav Alvaro, kamu pasti sangat mengenalnya bukan? Dan sepertinya kita juga mempunyai musuh yang sama, yaitu Angel" ucap Vania
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Nabila seolah mengerti maksud pembicaraan Vania
"Aku ingin mengajakmu bekerja sama untuk menyingkirkan Angel dari sisi Aarav" ucap Vania
Nabila menyipitkan matanya dan tersenyum kecut
"Apa untungnya bekerjasama denganmu. Jika Angel tersingkirkan, kamu juga pasti akan menyingkirkanku bukan? Aku bukan wanita bodoh" ucap Nabila
"Kamu tenang saja, setelah Angel tersingkirkan maka Aarav sendiri yang akan memilih diantara kita berdua" dusta Vania
Nabila tidak mudah percaya dengan kata-kata indah Vania barusan. Dia saja berusaha menyingkirkan Angel, bukan berarti nantinya dia juga tidak akan menyingkirkan dirinya. Tapi untuk sekarang lebih baik ia menerima tawaran Vania saja dulu, setelah berhasil menyingkirkan Angel baru ia akan mengurus Vania
"Baiklah, aku setuju. Beritahu aku jika kamu sudah menemukan sebuah ide yang cemerlang untuk menyingkirkannya" ucap Nabila sambil beranjak bangun dan berlalu pergi meninggalkan Vania sendirian
Vania hanya melihat kepergian Nabila dengan tatapan penuh kelicikan
💞💞💞
Angel dan Naura tengah bersiap untuk pulang. Mereka berjalan menuruni beberapa anak tangga karena lift nya penuh. Sesampainya dilantai paling bawah mereka melihat orang-orang sedang berkerumun disana seperti sedang melihat sesuatu. Karena penasaran, Angel menerobos diantara orang-orang itu untuk melihat apa yang sedang mereka lihat. Ia sudah berdiri dibarisan paling depan dan melihat seorang pria sedang berdiri melihat ke arahnya. Pria itu memegang sebuket bunga dan sebuah kotak merah kecil ditangannya. Pria itu berjalan ke arahnya tanpa mengalihkan pandangan matanya darinya. Setelah sampai dihadapannya, pria itu berlutut dengan satu kaki dan membuka kotak merah berisi sebuah cincin
"Angel, menikahlah denganku" ucap pria itu
Angel tidak percaya bahwa sekarang kekasihnya itu sedang melamarnya didepan semua karyawan kantor
"Terima.. terima.. terima..." Sorak semua orang yang berada disana
Mata Angel mulai berkaca-kaca dan tersenyum bahagia
"Iya aku mau" jawab Angel sambil menganggukkan kepalanya
Aarav bangun dan meraih tangan Angel, ia melepaskan cincin yang sebelumnya ia berikan dan mengganti dengan cincin lamaran yang baru. Setelah memakaikan cincinnya, Aarav memberikan sebuket bunga pada kekasih yang baru dilamarnya itu. Angel merasa sangat bahagia dan memeluk kekasihnya itu.
__ADS_1
Semua orang bersorak bahagia dan mengabadikan momen itu di handphone mereka masing-masing.
💞💞💞