Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 9 : Bucin


__ADS_3

Di sebuah taman, tampak seorang laki-laki bertubuh tinggi sedang berdiri disana sendirian. Dari arah jauh terlihat seorang perempuan dengan senyum yang mengembang diwajahnya berjalan tergopoh-gopoh hendak menghampiri lelaki itu. Lelaki itu pun menoleh ke arah perempuan itu yang sedang berjalan ke arahnya


"Aku senang.. Akhirnya... Kamu mau ketemu sama aku..", ucap perempuan itu


Lelaki itu tampak mengambil nafas panjang dan menatap gadis itu


"Vania Putri..", ucapnya penuh penekanan


Perempuan bernama Vania itupun merasa sangat senang karena cowok yang selama ini dia sukai ternyata mengetahui namanya dengan lengkap.


"Aku menyuruh kamu kesini hanya untuk bilang maaf sama kamu.." Ucapnya


"Aku minta kamu jangan terus menyalahkan Angel", ucap lelaki itu yang ternyata adalah Aarav


Ia seperti sudah mengetahui bahwa gadis didepannya inilah yang sudah menjebak kekasihnya untuk menunggunya di taman kemarin malam


"Tapi kenapa harus Angel??, Kamu lihat aku.. aku lebih cantik dari Angel", Seru Vania dengan mata berkaca-kaca


Aarav menatap tajam gadis itu dengan tatapan dingin


"Hati tidak bisa dipaksakan.. sekali lagi aku minta maaf", ucap Aarav


Aarav berjalan melewati Vania yang masih berdiri mematung dengan wajah penuh kekecewaan.


Vania berbalik ke belakang dan berlari mengejar Aarav, ia memeluk pemuda itu dari belakang


"Aku yang lebih dulu mencintai kamu, tapi kenapa harus Angel yang mendapatkan kamu. Aku gak rela...", Ucap Vania


Aarav hanya terdiam, kemudian ia melepaskan tangan Vania dari perutnya dan ia kembali melangkahkan kakinya pergi meninggalkan gadis itu.


Vania hanya bisa melihat kepergian Aarav dengan air mata yang sudah membasahi pipinya


"Kalau aku gak bisa dapatin kamu!! Angel juga nggak bisa!!!", Teriak Vania


Aarav tidak menghiraukan seruan Vania, ia tetap melangkahkan kakinya pergi meninggalkan gadis itu sendirian disana


***


Aarav mengantarkan Angel pulang ke rumahnya dengan mobilnya. Ia menghentikan mobilnya didepan rumah gadis itu. Mereka nampak terdiam sesaat


"Aku.. turun dulu...", Ucap Angel memecahkan keheningan


"Tunggu..", Cegah Aarav


Angel melihat ke arah pemuda disebelahnya itu


Aarav mendekatkan wajahnya ke arah Gadis itu, membuat gadis itu gugup dan ia mulai menutup kedua matanya saat wajah pemuda itu sudah begitu dekat dengan wajahnya.


Kemudian Aarav melepaskan safety belt gadis itu. Gadis itu pun membuka matanya saat ia menyadari bahwa pemuda itu hanya membukakan safety belt nya saja. Namun wajah pemuda itu masih begitu dekat dengan wajahnya, ia sedang memandangi wajah gadisnya itu.


"Apa yang sedang kamu pikirkan??", Tanya Aarav mengangkat sebelah alisnya


Angel nampak sangat malu karena ketahuan sedang berfikir yang tidak-tidak


"T... tidak..aku tidak berfikir apa-apa..", elak Angel


Aarav tersenyum melihat ekspresi lucu kekasihnya itu.


"A..aku turun dulu..", ucap Angel gugup


Aarav menahan lengan gadis itu


"Aku ikut turun...", Ucap Aarav


Aarav melihat ke arah motor Ken, ia menyadari kehadiran Ken disana. ia pun ikut turun dari mobil dan mengantarkan gadis itu sampai depan pintu rumahnya


Ken dan Arini keluar dari dalam rumah ketika melihat kehadiran mereka. Angel langsung mencium tangan mamanya itu dan memeluknya.


"Kamu gak apa-apa kan sayang?? Mama khawatir soalnya kamu gak ngabarin kalau mau nginep di rumah teman", Ucap Arini


"Iya ma.. maafin Angel ya?", Jawab Angel


"Iya sayang.. untung ada nak Aarav, makasih ya nak Aarav..", ucap Arini sambil membelai rambut panjang gadis itu


"Iya sama-sama Tante..", jawab Aarav


Mereka nampak terdiam sesaat, Arini pun menyadari ketegangan antara tiga anak muda di depannya itu, ia memahami situasi mereka saat ini

__ADS_1


"Kalau gitu Tante tinggal masuk dulu ya nak Aarav.. nak Ken...", Ucap Arini


"iya tante...", jawab Ken


Sementara Aarav hanya tersenyum dan mengangguk.


Arini pun masuk ke dalam rumah dan meninggalkan ketiga anak muda itu diteras rumahnya


Ken melihat kearah Angel


"Angel kamu kemana aja? aku khawatir...", Ucap Ken


"Tadi aku cari kamu di kampus gak ada jadi aku datang kemari. Kata mama kamu, kamu gak pulang dan nginep dirumah teman", Tanya Ken menyelidik


Belum sempat Angel menjawab, Aarav meraih tangan gadis itu dan menggandengnya.


"Kamu gak usah khawatirin dia lagi, Sekarang ada aku yang bakal jagain dia", Aarav melihat kearah gadis disampingnya itu


Angel pun melihat ke arah Aarav


Ken yang melihat ke arah tangan Angel dan Aarav yang saling bergandengan pun hanya tersenyum kecut. ia sadar kalau sekarang ia sedang seperti obat nyamuk disana


"Ya sudah.. kalau begitu aku pergi dulu", ucap Ken pada Angel


Sebelum melangkah pergi, Ken melihat ke arah Aarav dengan tatapan tajam. Kemudian ia melangkah kan kakinya menuju motornya dan pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara Angel masih terdiam sambil melihat ka Arah kepergian Ken. Ia merasa tak enak hati pada Ken. Ia seperti ingin mengejarnya tapi Aarav terus menggenggam tangannya dengan erat. Aarav melihat ke arah gadis itu.


"Kenapa?? Kamu sedih dia pergi??", Tanya Aarav


Angel pun gelagapan takut kekasihnya itu salah paham.


"B..bukan begitu.. aku cuma bingung aja", ucap Angel


"Bingung kenapa??", Tanya Aarav tanpa melepaskan tangan gadisnya itu


"Kamu dan Ken sepertinya tidak akur?? Bukankah kalian teman lama..??", Tanya Angel penasaran


Aarav hanya tersenyum mendengar perkataan gadis itu. Ia memegang tangan gadis itu yang satu lagi sehingga mereka sekarang saling berhadapan


"Udah... Kamu gak usah mikir yang macem-macem.., tugas kamu cuma mikirin aku", jelas Aarav


"Ya udah sekarang kamu masuk sana.. istirahat...", Perintah Aarav dengan nada lembut


Angel memanyunkan bibirnya


"Tapi aku masih kangen...", Ucap Angel manja


Aarav tersenyum mendengar pernyataan gadis itu. Ia pun mendekatkan wajahnya dan mencium kening gadis itu dengan lembut. Kemudian ia kembali menatap mata gadis itu


"Sudah kan..?", ucap Aarav


Angel tersipu malu dengan perlakuan Aarav tadi


"Ya udah aku masuk ya..." Ucapnya


Angel melepaskan tangannya perlahan dari tangan pemuda itu. Ia pun masuk kedalam rumahnya. Sebelum menutup pintu, ia melambaikan tangannya dan tersenyum manis pada kekasihnya. Aarav pun membalas lambaian gadis itu dan tersenyum pada gadisnya. Perlahan Angel menutup pintu rumahnya.


Setelah memastikan kekasihnya itu masuk kedalam rumah, kemudian Aarav berjalan kembali menuju mobilnya, ia pun menaiki mobilnya dan melajukan mobilnya pergi meninggalkan rumah gadis itu.


***


Malamnya Angel sudah bersiap untuk tidur, ia mengenakan baju tidur panjangnya. Ia duduk ditepi ranjangnya dan ia mengingat-ingat kembali kejadian bersama Aarav beberapa saat yang lalu, ia pun mulai senyum-senyum sendiri membayangkan kejadian waktu dikamar Aarav.


Ia melihat jas Aarav yang waktu itu dipinjamkan padanya di acara reuni. Ia pun berdiri ke arah jas itu digantungkan, ia mengambilnya dan melepaskannya dari gantungannya.


Ia kembali berjalan kearah ranjangnya dengan membawa jas itu. Ia kembali duduk diranjangnya dan menciumi jas itu. Ia pun mulai merebahkan dirinya diatas tempat tidurnya sambil memeluk jas itu.


"Ddrrddd.. ddrrddd...", Suara hp Angel bergetar.


Ia pun mengambil hp nya yang tergeletak di meja kecil sebelah ranjangnya itu. Ia melihat panggilan masuk dari Aarav. Ia pun bergegas bangun dan duduk kembali. Ia segera mengangkat telefonnya


Belum sempat ia berbicara, suara dari balik telefon itu sudah berbicara lebih dulu


"Kenapa belum tidur???", Tanya suara dari sambungan telefon


"Lagi mikirin aku???", Tanyanya kembali

__ADS_1


Aarav seperti sudah tau apa yang sedang gadis itu pikirkan sekarang


"Nggak kok.. ini aku udah mau tidur...", Ucap Angel bohong


"Ohh.. udah mau tidur ya.. ya udah aku matiin telefonnya ya.. bye..", ucap Aarav


"Eh.. jangan-jangan...!!", Seru Angel takut pemuda itu benar-benar akan mematikan sambungan telefon nya.


"Kenapa??, Mau tidur bareng lagi??", Goda Aarav


Wajah Angelpun langsung merona merah mendengar ucapan Aarav tadi. Beruntung Aarav tidak melihatnya langsung ekspresi wajahnya saat ini atau dia benar-benar akan malu sekali


"Nggak... Aku cuma mau bilang makasih aja..", ucap Angel


"Makasih buat apa..?", Tanya Aarav


"Makasih karena kamu kemaren udah datang ke taman buat nemuin aku", jawab Angel


"Udah cuma makasih buat itu aja??, Tanya Aarav


"Memang makasih buat apa lagi??", Tanya Angel bingung


"Buat Ciumannya nggak??", Goda Aarav


Lagi-lagi Aarav membuat wajah Angel merona karena malu.


Terdengar suara tawa Aarav


"Aku cuma bercanda..., Udah kamu tidur sana.. besok aku jemput..", ucap Aarav


"Mmmm... Ya udah aku tidur dulu ya.. kamu juga..!?", jawab Angel..


"Iya.." ucap Aarav


"Bye...", Angel pun mematikan sambungan telefonnya.


Angel meletakkan hp nya di meja kembali. Ia kembali mengambil jas Aarav tadi, ia pun berbaring dan tidur sambil memeluk jas itu.


***


Karin berjalan masuk ke sebuah cafe bersama teman-temennya dan tak sengaja melihat Ken yang tengah duduk sendirian disana.


Karin pun ijin sebentar pada teman-temannya dan ia berjalan menghampiri Ken


"Hai...", Sapa Karin


Ken melihat kearah Karin yang sudah berdiri dihadapannya.


"Boleh aku duduk?" Tanya Karin


Namun Ken masih tetap diam dan tak menjawab pertanyaan Karin.


Karin pun menarik kursi dan duduk didepan Ken.


Nampak mereka terdiam untuk beberapa saat


"Sudah lama ya kita gak nongkrong bareng..., Padahal dulu kita berlima sering nongkrong bareng...", Ucap Karin


"Kamu harusnya tau siapa yang patut disalahkan disini..", ucap Ken datar


"Apa ini masih tentang Nabila??, Ayolah Ken, Nabila pergi karena kemauannya sendiri. Jadi kamu jangan nyalahin Aarav terus", ujar Karin


Ken hanya tersenyum kecut mendengar penjelasan Karin


"Tapi ini karena gadis itu bukan??" Tanya Ken


"Ini gak ada hubungannya dengan Angel...", Jawab Karin


"Kalau bukan karena dia.. Aarav gak mungkin nolak Nabila, dan Nabila gak akan pergi..", Ujar Ken


Ken bangun dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan Karin


Karin ikut bangun dan berbalik melihat kearah kepergian Ken


"Tapi disini bukan cuma kamu yang sudah berkorban perasaan!!!", Seru Karin


Ken menghentikan langkahnya sebentar mendengar seruan Karin tadi. Ia tak menghiraukannya, ia pun kembali melangkahkan kakinya pergi tanpa melihat ke arah Karin.

__ADS_1


Karin hanya terdiam mematung melihat kearah kepergian Ken dengan mata berkaca-kaca.


__ADS_2