
Esoknya Aarav sudah menunggu Devi di Bandara. Setengah jam menunggu tapi Devi belum kunjung datang, padahal sebentar lagi jadwal penerbangan mereka. Aarav mencoba menelfon Devi tapi tidak di angkat-angkat
"Devi kemana sih" Gumam Aarav
Tak berselang lama seorang wanita cantik datang berjalan ke arahnya
"Maaf aku terlambat" Sapa Nabila sedikit terengah
"Kamu? ngapain disini?" Tanya Aarav kaget melihat kedatangan Nabila
"Tadi pagi-pagi sekali Tante Yuniar menelfon, katanya aku disuruh ikut sama kamu untuk menggantikan Devi, soalnya Devi tidak bisa ikut" Jawab Nabila
"Tapi Devi tidak bilang apa-apa padaku" Ucap Aarav
Aarav pun langsung mengerti, ini pasti ulah mamanya
Aarav mencoba menelfon Devi lagi dan kali ini Devi mengangkatnya
"Halo pak" sapa Devi
"Kamu dimana sekarang?" Tanya Aarav
"Saya sudah sampai kantor pak" Jawab Devi
"Kamu kenapa tiba-tiba menyuruh Nabila untuk menggantikan kamu!" Seru Aarav
"Maaf pak, tapi semalam ibu bapak yang menelfon dan menyuruh saya untuk digantikan Nabila, katanya biar Nabila saja yang ikut bapak keluar kotanya. Katanya saya disuruh standby diperusahaan saja. Semua yang diperlukan juga sudah saya kasih ke Nabila Pak tadi pagi" Jelas Devi panjang lebar
"Ya sudah" Aarav menutup sambungan telefon nya
Aarav melihat ke arah Nabila dan melihat ke arah koper besar Nabila
"Kita pergi untuk bertemu klien, bukan untuk berlibur" Sindir Aarav
"Maaf, aku tidak tau baju apa yang harus aku pakai jadi aku Bawa saja semua baju-baju ku" Tawa Nabila
"Kamu dengar ya? Aku tegaskan sekali lagi, Kita pergi untuk urusan pekerjaan" Tegas Aarav
"Iya, aku tau" Jawab Nabila
Aarav berjalan masuk karena pesawat dengan tujuan kota mereka akan pergi sudah dipanggil, Nabila mengikuti dibelakangnya.
Sementara itu dikantor, Naura menghampiri meja kerja Nabila dan tidak melihat penghuninya disana
"Kemana Nabila? Kok tumben dia gak masuk?" Tanya Naura
"Aku juga gak tau" Jawab Angel menggeleng pelan
"Mungkin dia mulai lelah, lagi pula dia tidak bekerja juga uang mengalir terus. Secara, dia kan anak orang kaya" Ucap Naura
"Semalam kan dia habis pergi makan malam dengan Aarav. Kenapa sekarang tiba-tiba dia gak masuk? Ada apa ya?" Batin Angel
Naura pun kembali duduk dikursi nya
***
Aarav dan Nabila sudah sampai di kota XXX
Sebuah mobil jemputan beserta supirnya sudah menunggu kedatangan mereka di Bandara.
Mobil itu membawa mereka ke arah hotel untuk tempat mereka menginap.
Sesampainya di hotel, Mereka turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam hotel. Mereka menuju ke arah resepsionis untuk menanyakan kamar yang sudah dipesan oleh Devi sebelumnya.
Seseorang pun mengantarkan mereka ke kamar mereka. Kebetulan dua kamar yang dipesan itu bersebelahan.
"Kamu masuk dan istirahat lah. Nanti jam 1 siang kita akan bertemu dengan klien" Ucap Aarav
"Baiklah" jawab Nabila
Mereka pun masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
Aarav menaruh kopernya disamping ranjang dan ia menghempaskan tubuhnya Keatas kasur. Lagi-lagi dia harus berhadapan dengan ulah mamanya.
Nabila yang merasa senang pun sedang berguling-guling diatas kasurnya
"Akhirnya aku bisa pergi hanya berdua dengan Aarav. Ya, walaupun untuk masalah pekerjaan. Tapi setidaknya malam ini kami akan bermalam disini" Ucap Nabila senang
__ADS_1
Siang itu dikantor, Angel dan Naura yang baru saja keluar dari kantin. Mereka berpapasan dengan Devi disana.
"Lho Bu Devi? Bukankah ibu sedang pergi keluar kota dengan pak Aarav" Tanya Angel kaget
"Tidak, Nabila menggantikan saya pergi dengan pak Aarav" Jawab Devi
"Apa? Nabila" Ucap Angel tak percaya
"Iya. Ya sudah saya pergi dulu. Saya masih ada kerjaan" pamit Devi
Devi pergi meninggalkan Naura dan Angel
"Kenapa Ngel?" Tanya Naura
"Nggak, nggak apa-apa kok" jawab Angel
"Semalam dia bilang akan pergi dengan Devi, bukan Nabila. Kenapa dia harus bohong padaku?" Batin Angel
"Kamu Cemburu ya Nabila pergi sama pak Aarav?" Tebak Naura
"Iya, semalam dia bilang memang akan pergi. Tapi dia tidak bilang akan pergi dengan Nabila. Dia bilang akan pergi dengan sekertaris nya, kenapa tiba-tiba pergi bersama Nabila" Ujar Angel
"Lebih baik kamu pastikan saja, kamu telefon saja dia" Saran Naura
"Kamu benar juga" Ucap Angel
Angel membuka layar kunci handphone ditangannya. Ia mencoba menghubungi kekasihnya itu
Beberapa kali ia menelfon tapi tidak ada jawaban
"Dia tidak mengangkat telefonnya" Ucap Angel
"Ya sudah, nanti coba lagi saja" Ucap Naura
"Ya sudah ayo kita kembali ke atas" Ajak Naura
Angel pun mengikuti Naura kembali ke meja kerja mereka.
Sementara itu Aarav dan Nabila yang sedang menunggu kedatangan klien di sebuah kafe.
Tak berselang lama seorang pria seumuran dengan papanya Aarav pun datang bersama seorang pria yang masih muda seumurannya.
"Tidak apa-apa, kami juga baru sampai" Ujar Aarav
Mereka pun saling berjabat tangan
"Ini sekertaris anda? Cantik sekali" Ujar pria itu
__END_OF_PART__IMG_20230225_11010687_gallery.JPG__END_OF_PART__
"Perkenalkan, saya Nabila, saya sekertaris nya Pak Aarav" sapa Nabila
"Kamu terlihat lebih cocok jadi pasangannya, kalian terlihat sangat serasi" puji pria itu
Nabila pun tersenyum malu mendengar pujian dari klien itu. Sementara Aarav tak menghiraukannya.
"Mari silahkan duduk Pak Wijaya" Ucap Aarav sopan
Mereka berempat pun kembali duduk dikursi
"Saya merasa sangat senang masih bisa bekerja sama dengan perusahaan papa kamu. Bagaimana kabar papa kamu sekarang?" Tanya Pak Wijaya
"Papa saya baik Pak, beliau juga menitipkan salam untuk Bapak" Ujar Aarav
Mereka pun mulai membicarakan tentang bisnis dan kerja sama perusahaan mereka.
Satu jam kemudian Pak Wijaya pamit untuk kembali bekerja
"Kalau begitu saya harus kembali bekerja dulu. Saya undang kalian nanti malam untuk makan malam selagi kalian disini. Saya yang akan mentraktir, sebagai jamuan untuk kedatangan kalian. Khususnya kamu. Sekertaris kamu ini sudah bilang kan?" Tanya Pak Wijaya
"Iya sudah Pak" jawab Aarav
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, sampai ketemu nanti malam" pamit pak Wijaya
Kedua pria itu pun pergi meninggalkan Aarav dan Nabila di dalam Cafe
"Kerjaan kita kan sudah selesai. mumpung kita disini, jalan-jalan yuk ke pantai? Lihat, pantai nya sangat indah disana" Ajak Nabila menunjuk ke arah pantai yang terlihat dari cafe itu
__ADS_1
"Aku tidak tertarik" Ucap Aarav cuek
Aarav merogoh sakunya, ia mencoba mencari handphone nya tapi ia tak menemukannya. Ia pun teringat kalau ia meninggal handphone nya tadi dikamar hotel.
Ia pun berjalan keluar dari cafe dan diikuti Nabila dibelakangnya. Kebetulan hotel mereka menginap juga tidak jauh dari situ jadi bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekalian menikmati pemandangan pantai yang indah.
Aarav berjalan dengan cepat. Karena langkah kakinya yang panjang sehingga membuat Nabila tidak bisa mengimbangi langkah pria itu
"Tunggu.. kenapa terburu-buru" Seru Nabila
Nabila yang juga kesulitan berjalan karena sepatu hak tinggi yang ia pakai, sehingga membuat ia sedikit berlari agar bisa mengimbangi langkah Aarav.
Dari arah berlawanan sebuah motor melaju dengan kencang ke arah mereka.
"Awas!!" Seru Aarav pada Nabila
Aarav menarik tangan Nabila ke arahnya karena motor itu hampir mengenai gadis itu.
Nabila pun kaget karena tiba-tiba Aarav menarik tangannya. Tangan satunya memegangi jas pria itu, ia pun mendongakkan kepalanya dan pria itu pun melihat ke arahnya. Mata mereka saling bertemu. Nabila merasakan jantungnya berdetak dengan kencang. Walaupun sudah sering bersama Aarav tapi ia tetap merasa deg-degan setiap kali mereka bersama.
Aarav melepaskan tangannya dari lengan gadis itu
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Aarav khawatir
Nabila melamun dan memandangi Aarav
"Ternyata.. Aarav bisa khawatir juga padaku" batin Nabila
"Kenapa kamu bengong? kamu gak apa-apa kan?" tanya Aarav lagi
"I.. iya, aku tidak apa-apa. Terimakasih" jawab Nabila
"Ayo kita kembali ke hotel" Ajak Aarav
"Baik" Jawab Nabila
Aarav Kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah hotel yang kebetulan sudah dekat. Nabila masih berdiri terdiam sambil memandangi punggung pria itu dari belakang
***
Angel yang sedang sibuk dengan pekerjaannya mendapati handphone nya berbunyi tanda pesan masuk. Ia pun meraih handphone nya yang kebetulan ia taruh diatas meja kerjanya itu. Ia membuka pesan itu
"Nomor siapa ini" gumam Angel saat melihat nomor baru yang mengirimi ia pesan
Ia pun membuka pesan itu dan mendapati Foto-foto mesra Aarav bersama Nabila. Seketika ia pun kaget dan hatinya terasa sakit melihat foto-foto itu.
Sementara Aarav yang sudah berada didalam kamar hotel itu pun meraih handphone nya yang yang ia tinggalkan di atas meja. Ia melihat ada beberapa panggilan masuk dari kekasihnya.
Ia pun mencoba menelfon kembali nomor itu tapi pemilik nomor itu tidak mengangkat telefonnya. Ia pun coba mengirim chat pada kekasihnya itu.
Sementara Angel masih memegangi handphone nya, ia sengaja tidak mengangkat telefon dari Aarav, ia masih kecewa melihat foto-foto Aarav dan Nabila tadi.
Chat dari Aarav pun masuk
"(Kenapa tidak mengangkat telefonku. Maaf tadi aku habis ketemu dengan klien, aku lupa membawa handphone ku. Apa kamu sudah makan? Aku merindukan mu. Aku akan segera kembali)"
Angel pun membalas chat itu
"Benarkah kamu merindukan ku? Atau kamu sedang bersenang-senang disana?"
"(Apa maksudmu? Aku benar-benar merindukanmu)"
"Tapi aku lihat tidak seperti itu"
"(Apa kamu marah karena aku pergi bersama Nabila? Percayalah, ini bukan kemauan ku)"
"Benarkah?"
"(Apa kamu tidak percaya padaku?)"
"Kenapa aku harus percaya padamu? Bukankah kamu senang bisa berduaan dengan dia disana"
"(Aku harus bagaimana agar kamu percaya padaku? Haruskah aku datang menemui mu sekarang agar kamu percaya?)"
"Tidak perlu!!!"
Angel menonaktifkan handphone nya. Ia meletakkan handphone nya diatas meja dan kembali dengan pekerjaannya
__ADS_1
Aarav mencoba menelfon kembali tapi handphone gadis itu sudah tidak aktif.
Ia pun membenahi barang-barangnya dan bergegas keluar dari kamar hotel itu.