Mengejar Cintamu Kembali

Mengejar Cintamu Kembali
Bab 48


__ADS_3

Seorang pria memegangi tangan Angel kebelakang dan mengikatnya dengan tali


"Nabila apa-apaan ini?" Seru Angel mencoba melepaskan tangannya tapi tidak bisa


Nabila hanya tersenyum datar melihat ke arah Angel.


"Hai Angel, lama tidak berjumpa" ucap seseorang yang duduk di bangku depan sebelah pengemudi


Wanita itu menoleh kebelakang dan melepaskan kacamata hitamnya.


"Vania???" Angel nampak kaget melihat Vania didepannya


"Kalian Berdua mau apa? Dan mau membawaku kemana?" Panik Angel melihat ke arah Nabila dan Vania secara bergantian


Handphone Angel berbunyi, Vania dan Nabila pun ikut melihat ke arah tas selempang yang dipakai Angel. Nabila meraih tas itu dan mengambil isinya. Angel mencoba melarangnya tapi Nabila tak menghiraukannya dan melihat panggilan masuk dari Aarav. Nabila memperlihatkan panggilan masuk itu pada Angel dan menekan tombol merah untuk mematikan panggilan itu.


"Ternyata dia lebih cepat dari yang aku perkirakan" ucap Nabila sambil menonaktifkan handphone Angel


💞💞💞


Aarav mengarahkan pandangannya fokus kedepan. Ia menyalip beberapa mobil di depannya dan tidak memperdulikan sekelilingnya. Pikirannya tidak konsentrasi karena memikirkan apakah terjadi sesuatu dengan gadisnya. Ia tidak akan membiarkan hal buruk terjadi lagi pada gadis itu. Ia mencoba menelfon Angel tapi panggilannya dirijek dan sekarang handphonenya malah mati.


Di tempat lain, Alvin dan Naura kembali berjalan ke arah mobil dan Melihat supir Aarav yang nampak gelisah mondar-mandir berdiri disamping mobil


"Ada apa pak?" tanya Alvin


"Itu den, non Angel" jawab supir itu gugup


"Dia Kenapa?" Alvin melihat-lihat ke dalam mobil dan sekelilingnya dan tidak melihat Angel disana


"Barusan non Nabila kesini dan mengajak non Angel keluar katanya mau bicara, tapi sampai sekarang non Angel belum kembali" jawab supir itu lagi


"Apa???" Panik Alvin


Alvin menyuruh Naura masuk kedalam mobil dan menyuruh supir itu untuk menyusulnya ke depan.


Alvin bergegas berlari hendak menyusul Angel keluar, ia meninggalkan Naura dan supir itu. Naura yang juga ikutan panik langsung masuk ke dalam mobil dan disusul dengan si supir. Supir itu menyalakan mobilnya dan mulai melajukannya.


Alvin dengan wajah paniknya berlari keluar dari area mall itu dan melihat sekelilingnya tapi tidak menemukan sosok Angel disana. Ia mencoba bertanya pada beberapa orang yang melintas disana tapi tidak ada yang melihat gadis itu.


Sebuah mobil menepi dan seseorang turun dari dalam mobil. Ia menghampiri Alvin yang seperti orang yang sedang kebingungan berdiri ditepi jalan sambil menaruh kedua tangannya dipinggang.


"Alvin!" seru Aarav dengan nafas tersenggal


"Kak" Alvin menoleh ke arah Aarav yang menghampirinya


"Dimana Angel?" tanya Aarav


"Maaf kak, tapi aku kehilangan dia" ucap Alvin menyesal


Aarav terlihat kecewa dengan jawaban Alvin. Ia menaruh tangan kirinya di pinggang dan mengibaskan rambutnya kebelakang dengan tangan kanannya

__ADS_1


"Sial" umpat Aarav kesal karena kehilangan gadis itu lagi


Aarav bergegas menaiki mobilnya kembali dan meninggalkan Alvin disana. Tak lama mobil yang dinaiki Naura pun datang dan Alvin bergegas masuk masuk ke dalam mobil. Mobil itu melaju ke arah kontrakan Naura dulu untuk mengantarkan gadis itu terlebih dahulu sebelum ia membantu Aarav untuk mencari Angel


💞💞💞


Sebuah mobil berhenti disebuah gudang tua dipinggiran kota. Tempat itu nampak sepi karena jauh dari keramaian. Tak terlihat seorang pun disana kecuali orang-orang yang baru turun dari dalam mobil itu.


"Bawa dia masuk" perintah Vania pada dua orang pria yang sedang memegangi kedua lengan Angel


"Lepaskan aku! Sebenarnya apa yang kalian berdua inginkan?" Seru Angel pada Vania dan Nabila yang berdiri dihadapannya


Vania berjalan mendekat dan menekan kedua pipi Angel dengan tangan kanannya


"Kami ingin melenyapkan mu" Seru Vania sambil menghempaskan wajah gadis itu ke samping dengan kasar


"Bawa dia masuk sekarang!" Perintah Vania


Kedua pria itu menggered Angel masuk ke dalam gudang. Nabila dan Vania mengikuti di belakangnya.


"Kita tinggalkan dia disini" ucap Vania


Kedua pria itu mendorong Angel hingga terjatuh ke lantai dan berjalan menghampiri ke arah Nabila dan Vania yang berdiri di dekat pintu.


Vania memberikan kode mata pada dua pria tadi dan kedua pria tadi langsung mengerti. Mereka memegang lengan Nabila dan mendorongnya masuk


"Hei apa-apaan ini" teriak Nabila


"Vania!! Kurang ajar kamu ya!!" Teriak Nabila


"Cepat kunci pintunya" perintah Vania pada dua pria itu


Vania keluar diikuti oleh dua pria itu dan mereka mengunci pintunya dari depan.


Nabila bangun dan berlari ke arah pintu menggebrak-gebrak pintu itu


"Vania buka pintunya Vania!! Kurang ajar kamu Vania!!" Teriak Nabila


Sementara Angel hanya diam pasrah karena tangannya masih terikat kebelakang. Ia hanya memandangi ke arah Nabila yang sedang menggebrak pintu dengan tatapan pilu.


Vania menyuruh dua pria itu untuk menyiram sekeliling gudang itu dengan bensin. Setelah itu ia mencoba menelfon seseorang.


"Halo" ucap seseorang dari balik sambungan telefon


"Halo Aarav sayang. Kamu masih ingat aku kan?" ucap Vania


"Vania? Katakan dimana Angel? Kemana kalian membawanya??" Teriak Aarav


"Tenang saja, aku akan memberi tau dimana dia sekarang. cepatlah datang kemari dan jangan coba-coba untuk meminta bantuan siapapun termasuk polisi kalau kamu ingin kekasihmu itu baik-baik saja" ujar Vania sambil menutup telefonnya.


lalu ia mengirimkan lokasi tempat itu pada Aarav dan tersenyum penuh kemenangan

__ADS_1


💞💞💞


Aarav memutar balik mobilnya dan melajukannya ke tempat yang diberikan oleh Vania tadi.


"Tunggu aku, aku akan segera datang" ucap Aarav dengan khawatir


Setengah jam perjalanan Aarav sampai di tempat yang dituju. Ia turun dari dalam mobil dan melihat Vania dan dua orang pria suruhannya sedang menunggunya tak jauh dari gudang itu. Tapi ia tak melihat Nabila disana. Aarav menatap Vania dengan tajam, kali ini ia benar-benar marah karena Vania selalu berusaha melukai Angel. Aarav mencium bau bensin yang sangat menyengat disekitar tempat itu, ia pun mulai khawatir.


"Dimana Angel?" tanya Aarav cemas karena tidak melihat keberadaan gadisnya itu


"Kamu begitu mempedulikannya. Sampai kamu lupa bahwa ada gadis satu lagi yang terlupakan" ucap Vania


"Apa maumu? Tanya Aarav seolah mengerti maksud Vania


"Aku ingin lihat. Siapa salah satu dari mereka yang akan kamu selamatkan. Kamu tidak akan bisa menyelamatkan keduanya, yang artinya hanya salah satu dari mereka yang bisa bertahan hidup" ucap Vania dengan senyum liciknya


Vania menyuruh salah satu pria itu untuk menyalakan api disekitar gudang itu. Aarav yang melihatnya hendak menghalanginya tapi pria yang satu lagi menghalanginya dan mereka pun berkelahi. Pria itu sudah menyalakan api disekitar gudang dan api mulai merembet ke sekeliling gudang itu.


Aarav berkali-kali menoleh ke arah gudang yang sudah mulai terbakar oleh api. Ia memukul pria didepannya hingga tersungkur ke bawah, ia mencoba berlari ke arah gudang tapi pria yang membakar gudang itu ikut menghalanginya.


Api semakin membesar dan terdengar teriakan dua gadis didalamnya.


"Buuuuggghhh" pria itu mendaratkan pukulan di wajah Aarav saat Aarav lengah karena mendengar teriakan dari dalam gudang. ujung bibir Aarav berdarah akibat pukulan itu


Seorang pria dibelakangnya memukulkan kayu ke punggung Aarav


"Baaaakkkk" Aarav jatuh tersungkur ke tanah


Pria satunya lagi menginjak punggung Aarav dengan kaki kanannya dan menekannya. Aarav menahan rasa sakit di punggungnya dan melihat ke arah kobaran api yang semakin membesar. Ia mencoba mengumpulkan tenaganya kembali untuk melawan dua pria itu dan menyelamatkan dua gadis didalam gudang itu.


Aarav berteriak murka dan berusaha bangun, membuat pria yang menginjaknya kaget dan jatuh terduduk. Aarav menghampiri pria itu dan mendaratkan pukulan berkali-kali diwajah pria itu. Pria yang satu lagi hendak memukulnya dari belakang tapi Aarav segera berdiri dan berbalik, ia mengarahkan tendangan ke perut pria itu dan membuat pria itu juga terjatuh. Aarav menghampirinya dan memukuli wajah pria itu berkali-kali sehingga membuat pria itu lemah tak berdaya. Melihat musuhnya sudah tidak bisa melawan lagi, Aarav melihat ke arah gudang yang terbakar itu dan berlari ke arah gudang


"Aku mohon bertahanlah" ucap Aarav sambil berlari dan menahan rasa sakit di tubuhnya


Sementara itu didalam gudang, Nabila menghampiri Angel dan membukakan tali yang mengikat tangan Angel


"Kita harus keluar dari sini" Nabila membantu Angel berdiri


Mereka mencoba menerobos api tapi api sudah menyebar dimana-mana. Bagian atap pun mulai berjatuhan sehingga membuat dua gadis itu menjerit histeris. Mereka sudah terjebak di antara kobaran api. Nabila memegangi dadanya yang mulai sesak


"Uuuhhukk.. uhuukk.. aku sudah tidak kuat lagi" ucap Nabila lemah


"Nabila bertahanlah.. uhuuukk" ucap Angel sambil memegangi tangan Nabila yang sudah nampak lemah


"Brruukkkk" Nabila pingsan dan terjatuh ke lantai


"Nabila.. Nabila.. bangun Nabila" Angel coba mengguncang tubuh Nabila


"Uhhhuukkkk.. uhuuukk" dada Angel juga mulai sesak karena terlalu banyak asap yang ia hirup


"Bruuukkk" Angel ikut pingsan disamping Nabila

__ADS_1


💞💞💞


__ADS_2