
Angel mendorong tubuh Alvin menjauh darinya. Ia beranjak dan berlari ke arah Aarav. Ia memeluk kekasihnya itu
"Kenapa kamu lama sekali" ucap Angel
Aarav mengusap rambut gadisnya itu
"Ayo kita ke apartemenku. Bersihkan dirimu disana" ajak Aarav
Angel melepaskan pelukannya dari pria itu dan menatapnya. Aarav melihat ke arah Alvin yang masih duduk di sofa
"Dan kau? Pulang lah" Perintah Aarav
"Baiklah aku akan pulang" Alvin mengangkat bahunya dan beranjak bangun
Pemuda itu berjalan mendekat ke arah mereka
"Terimakasih untuk yang tadi ya kakak ipar" Alvin mengedipkan sebelah matanya pada Angel dan berlalu pergi meninggalkan ruangan Aarav
Angel melihat ke arah Aarav
"Aku tidak melakukan apapun dengannya tadi" Angel coba menjelaskan takut Aarav salah paham
"Aku tau. Tidak usah dipikirkan. Ayo" Aarav meraih tangan Angel dan mengajaknya keluar dari ruangan itu.
💞💞💞
Sesampainya di dalam apartemen, Aarav memberikan paper bag yang dipegangnya pada Angel
"Bersihkan dirimu dan gantilah bajumu. kamu bisa memakai kamarku. Aku akan menunggumu disini" ujar Aarav
"Baiklah, tapi kamu tunggu disini ya?" ucap Angel memastikan takut kalau kejadian yang sebelumnya akan terulang lagi
"Iya, aku tidak akan masuk" ucap Aarav mengerti
Angel melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Aarav. Sementara Aarav duduk di sofa ruang tv.
Angel masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya disana. Setelah selesai ia pun kembali keluar dengan penampilan barunya. Ia memasukkan baju kotor yang tadi ia pakai ke dalam paper bag. Angel keluar dari dalam kamar mandi, ia melihat paper bag yang waktu itu ia tinggalkan di meja kamar itu masih berada disana. Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke meja itu dan membuka paper bag itu. Ia pun kaget melihat bajunya sudah dalam keadaan bersih dan rapi.
"Baju-baju ini sudah bersih. Jangan-jangan dia melihat isinya" Angel menutup mulutnya dengan tangannya
Angel melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar Aarav. Ia berjalan ke arah Aarav yang sedang duduk bersandar di sofa sambil memainkan handphone nya.
Aarav menoleh ke arah Angel yang sudah berdiri tak jauh darinya. Ia pun meletakkan handphone nya di atas meja dan beranjak bangun. ia melangkah kakinya ke arah gadisnya itu. Aarav melihat ke jam tangannya saat sudah berdiri didepan gadis itu
"Kamu tidak usah kembali ke kantor, aku akan mengantarmu pulang saja" ajak Aarav
__ADS_1
Aarav membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya. Angel masih nampak terdiam dan memandangi punggung pria itu. Ia pun berlari mengejar pria itu dan memeluknya dari belakang. Aarav pun menghentikan langkahnya
"Tapi aku masih ingin berdua denganmu" ucap Angel manja
Aarav tersenyum mendengar pengakuan gadisnya itu. Ia melepaskan tangan gadis itu dari perutnya dan berbalik menatap gadis itu.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengajakmu ke suatu tempat" Aarav menggandeng tangan Angel dan membawanya pergi keluar dari apartemennya.
Aarav mengajak Angel mengunjungi sebuah butik ternama di kota itu.
"Kita ngapain kesini?" tanya Angel
"Pilihlah beberapa baju untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Karin dan Yoga" ucap Aarav
"Apa? Maksudmu Karin dan Yoga akan menikah?" tanya Angel memastikan
"Iya" Aarav menganggukkan kepalanya
"Tapi disini harganya mahal-mahal, kita cari tempat lain saja" ucap Angel
"tidak usah memikirkan itu, kamu pilih saja yang kamu suka" ujar Aarav
Tidak heran jika Aarav bisa membelikan Angel barang-barang mewah. Tapi Angel tidak mau memanfaatkan kekayaan kekasihnya itu. Bahkan jika Aarav bukan orang kaya pun, ia akan tetap mencintai Aarav seperti sekarang.
Aarav meminta pelayan di butik itu untuk memilihkan beberapa baju untuk Angel karena Angel tidak mau memilihnya sendiri.
"Baik tuan" jawab pelayan wanita itu
Setelah beberapa saat pelayan itu membawa beberapa gaun keluaran terbaru dan memberikannya pada Aarav. Aarav menyuruh Angel mencoba beberapa baju yang sudah di pilihkan oleh pelayan tadi
"Kamu cobalah dulu, aku akan menunggumu disini" ucap Aarav
Angel menuruti kemauan kekasihnya itu, ia pergi ke fitting room dan mencoba baju-baju itu. Angel mencoba baju-baju itu satu persatu. Ia melihat dirinya dicermin
"Gaun ini sangat cantik, tapi harganya terlalu fantastis. Kenapa juga dia harus membelikan ku baju semahal ini hanya untuk menghadiri sebuah acara resepsi pernikahan" gumam Angel pada dirinya sendiri
Hampir dua puluh menit Aarav menunggu Angel. Seseorang menyapa Aarav yang sedang berdiri menunggu Angel untuk mencoba baju di fitting room
"Hei, Aarav?" Sapa seorang wanita
"Monic" sapa Aarav balik
Mereka pun saling berjabat tangan
"Kamu sedang apa disini?" tanya Monic
__ADS_1
"Aku sedang menunggu pacarku. Dia sedang mencoba beberapa baju di fitting room" jawab Aarav
"Oh baiklah, kamu datang kan ke acara resepsi pernikahan Karin dan Yoga?" tanya Monic
"Iya aku akan datang" jawab Aarav
"kamu akan mengajak pacar mu juga kan dan memperkenalkannya pada kami?" tanya Monic lagi
"Tentu aku pasti mengajaknya" jawab Aarav
"Oke. Kalau begitu aku pergi dulu ya? Suami ku sudah menunggu di depan. Sampai ketemu di acaranya Karin dan Yoga" pamit Monic
Secara spontan Monic memegang lengan Aarav dan mendaratkan ciuman di pipinya.
Aarav nampak kaget karena ulah Monic
Monic pun bergegas pergi meninggalkan Aarav. Aarav melihat kepergian Monic yang berjalan keluar dari butik itu
Aarav membalikkan badannya dan melihat Angel yang sudah berdiri tak jauh darinya dengan tatapan kesal. Gadis itu berjalan ke arahnya
"Aku akan pulang sendiri!" Angel memberikan baju-baju di tangannya ke Aarav dengan kasar. Ia pun bergegas pergi meninggalkan pria itu
Aarav memanggil seorang pelayan dan menyuruhnya untuk membungkus baju-baju itu lebih dulu. ia pun bergegas pergi keluar dari butik untuk menyusul Angel
Sesampainya di luar, hari sudah gelap dan hujan mengguyur di malam itu. Aarav sudah tidak melihat sosok Angel disana. Ia pun bergegas menaiki mobilnya untuk mencari gadis itu. Ia melajukan mobilnya dengan pelan menyusuri sepanjang jalan untuk Angel. Gadis itu pasti belum jauh dari tempat itu.
Tak lama ia pun melihat seorang gadis yang sedang berjalan sendirian di bawah guyuran air hujan. Gadis itu berjalan sangat pelan sambil tertunduk. Aarav langsung menepikan mobilnya dan turun dari mobilnya. Ia melepaskan jas nya dan berlari menyebrang jalan untuk menghampiri gadisnya itu.
Angel menghentikan langkahnya saat melihat sepasang kaki sudah berdiri didepannya. Aarav yang sudah berdiri dihadapan gadis itu pun menutupi kepala gadis itu dengan jas nya agar tidak kehujanan. Angel mengangkat wajahnya dan melihat Aarav sudah berdiri dihadapannya.
"Sudah berapa kali aku bilang, jangan pernah berfikir untuk pergi dariku lagi" ucap Aarav
Aarav tau gadisnya itu sedang menangis. Walaupun tidak terlihat karena air matanya telah menyatu dengan air hujan
"Aku tidak suka ada yang berani menyentuhmu selain aku" isak Angel
"Aku tau. Maafkan aku" ucap Aarav
"Dimana saja dia menyentuhmu? Apakah disini? Atau disini?" Angel mengusap-usap wajah Aarav seolah tidak rela kalau wanita tadi mencium wajah kekasihnya itu
Aarav melepaskan jas nya dan jas itu terjatuh ke bawah. ia menarik pinggang gadisnya itu dan mendaratkan ciuman di bibir gadis itu. Angel yang menerima perlakuan Aarav pun mengalungkan tangannya di leher pria itu. Mereka pun berciuman di bawah guyuran air hujan malam itu.
Seseorang melihat ke arah mereka dari dalam mobil dengan tatapan kebencian
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia Angel" ucapnya sambil mengepalkan tangannya
💞💞💞